ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

MV Hai Fa Masuk Dalam Daftar Hitam Greenpeace

Kapal MV Hai Fa. Foto : Fleetmon.com.
JAKARTA,BL- Greenpeace memasukkan MV Hai Fa dalam daftar hitam kapal ikan yang melakukan kegiatan penangkapan ikan ilegal, tidak tercatat dan tidak diatur.

MV Hai Fa adalah Kapal Pengangkut Ikan (Reefer) Berbendera Panama  yang di Indonesia diurusi oleh PT Antarticha Segara Lines.

MV Hai Fa masuk dalam Greenpeace Blacklist setelah organisasi pembela lingkungan terbesar di dunia itu mencermati : Putusan Pengadilan Perikanan pada Pengadilan Negeri Ambon No: 1/Pid.Sus/PRK/2015/PN.Amb; dan melakukan konfirmasi langsung yang diperoleh oleh Greenpeace dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tanggal 19 Juni 2015 lalu. 

Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia Arifsyah Nasution dalam keterangan tertulisnya yang diterima Beritalingkungan.com, mendesak seluruh negara dan pihak-pihak yang terkait dengan MV Hai Fa agar segera mengambil tindakan tegas yang diperlukan agar kelanjutan proses penegakan hukum terhadap kapal ikan yang mendukung penangkapan ikan ilegal, tidak tercatat dan tidak diatur (IUU Fishing) tersebut dapat segera berjalan.

“Pembatalan kerjasama bisnis, tidak memberikan akses perizinan, hingga penahanan kapal ataupun pelarangan bongkar-muat serta menolak seluruh hasil ikan yang diangkut oleh MV Hai Fa adalah bentuk tindakan tegas yang perlu dilakukan,”ujarnya.

Arifsyah juga mengapresiasi konsistensi Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk terus bekerja membebaskan Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia dari praktek ilegal termasuk perikanan dengan cara dan alat tangkap yang merusak. Meski demikian, terkait dengan kelanjutan proses hukum MV Hai Fa, konsistensi tersebut kini diuji.

Dia melanjutkan, pemerintah sudah semestinya menerjemahkan konsistensi tersebut melalui tindakan tegas bagi oknum aparat penegak hukum yang diduga kuat dan terbukti terlibat dalam lingkar dan mata rantai kegiatan IUU Fishing di Indonesia.

“Keadaan ini menunjukan betapa mendesaknya bagi KKP bersama instansi terkait untuk melakukan evaluasi secara mendalam dan segera mengungkap misteri mengapa MV Hai Fa begitu mudahnya meninggalkan Pelabuhan Ambon tanpa dilengkapi dokumen surat yang disyaratkan,” tegas Arifsyah.(Wan)


Suhu Panas Melanda Medan

Ilustrasi Anak-anak India mandi di kolam di pinggiran New Delhi, Kamis (28/5). Lebih dari 1.700 orang meninggal akibat sapuan gelombang panas di India. Foto : AFP PHOTO/MONEY SHARMA.

MEDAN, BL- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan suhu di Kota Medan dan sekitarnya dapat mencapai 36 derajat celsius pada pekan pertama bulan Ramadhan.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan Lestari Purba di Medan, Senin, mengatakan, suhu yang mencapai 36 derajat celsiun itu akan berlangsung hingga akhir Juni 2015.

"Kemarin (Minggu, 21/6), suhunya tercatat 36,2 derajat celsius," katanya.

Menurut Lestari, suhu panas yang melanda Kota Medan dan sekitarnya disebabkan matahari sedang berada di atas belahan bumi utara yang merupakan posisi Indonesia.

Dengan kata lain, matahari persis sedang berada di atas bumi Indonesia sehingga menyebabkan suhu berbagai pelosik Tanah Air sangat panas.

Bahkan, wilayah pegunungan yang biasanya sejuk juga mengalami kondisi yang relatif panas yang suhunya bisa mencapai 32 derajat celsius.

Kemudian, Sumut sedang menerima tiupan angin barat daya yang sifatnya menyebar sehingga menggangu proses pembentukan awan.

Kondisi itu menyebabkan awan di atas Kota Medan dan sekitarnya menjadi sedikit sehingga sinar matahari tidak terhalang dan langsung menyinari bumi.

Keberadaan angin barat daya tersebut juga menyebarkan hawa panas yang muncul sehingga panas yang ada dirasakan di berbagai tempat.

"Suhu juga menjadi panas karena Sumut akan memasuki musim kemarau kedua," katanya.(Ant)

120 Orang Tewas di Karachi Akibat Gelombang Panas

Mandi ditengah gelombang panas. Foto : DailyMail/EPA.
SINDH, BL- Gelombang panas intens telah menewaskan lebih dari 120 orang selama akhir pekan di Kota Karachi yang ada di Pakistan bagian selatan, kata para pejabat, Senin.

"Ratusan pasien yang menderita akibat gelombang panas dirawat di rumah sakit-rumah sakit pemerintah," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sindh Saeed Mangnejo kepada kantor berita Reuters.

Suhu melonjak menjadi 44 derajat Celsius pada Sabtu (20/6) dan bertahan di 43 derajat Celsius pada Minggu (21/6).

Gelombang panas itu datang bersamaan dengan lonjakan permintaan listrik selama Ramadhan, ketika umat Islam berpuasa pada siang hari.

Pemerintah federal Pakistan dan K-Electric, perusahaan swasta yang memasok listrik ke wilayah Karachi, telah berjanji bahwa tidak akan ada pemadaman listrik pada saat keluarga-keluarga berkumpul untuk berbuka puasa saat matahari terbenam.

Namun listrik padam pada hari pertama bulan Ramadhan, mempengaruhi sebagian besar jantung finansial Pakistan dan rumah bagi 20 juta orang, yang sebagian melakukan aksi protes dengan menyalakan api unggun.

Para pejabat dari K-Electric tidak bisa segera dihubungi untuk dimintai komentarnya tentang skala atau penyebab pemadaman listrik yang menyebabkan banyak keluarga tanpa air, pendingin udara, kipas angin dan cahaya.

Salah satu rumah sakit terbesar di Karachi, Jinnah Postgraduate Medical Centre, melaporkan 85 kematian akibat sengatan panas dan dehidrasi.

Sebanyak 35 pasien di rumah sakit lain juga meninggal dunia akibat sengatan panas menurut para dokter. Dua pasien lainnya meninggal karena komplikasi yang berhubungan dengan panas, kata Mangnejo.



Korupsi dan salah kelola membuat Pakistan biasa mengalami delapan jam pemadaman listrik setiap hari, bahkan di daerah perkotaan kaya. Warga di daerah-daerah yang lebih miskin lebih parah terdampak pemadaman.

Pemerintah Pakistan yang kekurangan dana menjual listrik dengan tarif kurang dari biaya produksi, namun keterlambatan pembayaran kepada pemasok menyebabkan kekurangan listrik yang kronis.

Banyak keluarga kaya dan berpengaruh serta para pemilik pabrik memperburuk masalah dengan menolak membayar tagihan listrik mereka atau melakukan penawaran dengan petugas perusahaan listrik yang korup (Reuters/Ant)

Pemberantasan pencurian ikan berkontribusi penurunan impor BBM

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menunggu detik-detik peledakan kapal nelayan asal Thailand, di Selat Dempo, Kepri, 9 Februari 2015. Foto : ANTARA/Joko Sulistyo
JAKARTA. BL- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan pemberantasan pencurian ikan di kawasan perairan Republik Indonesia juga berkontribusi kepada penurunan impor bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air.

"Menteri ESDM berbisik kepada saya 30 persen impor BBM turun," kata Susi Pudjiastuti dalam diskusi tentang pangan yang digelar di Jakarta, Senin.

Namun, menurut Menteri Susi, dirinya tidak mengetahui berapa dari jumlah itu yang bisa diselamatkan karena pemberantasan "illegal fishing".

Hal itu, ujar dia, karena BBM yang digunakan kapal pencuri ikan pasti tidak dibawa dari negeri mereka sendiri, tetapi diambil dari jatah BBM nasional.

Sebagaimana diberitakan, pemerintah berhasil menekan impor bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan sehingga neraca perdagangan bulan Mei 2015 mengalami surplus sebesar 955 juta dolar AS.

"Permintaan impor minyak yang dapat ditekan selama bulan Mei tersebut membuat surplus neraca perdagangan semakin membaik," kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel melalui siaran pers, di Jakarta, Rabu (17/6).

Lebih lanjut, Kementerian Perdagangan mencatat surplus Mei lebih baik dibanding surplus bulan sebelumnya yang hanya sebesar 477,4 juta dolar AS.

Total impor selama bulan Mei 2015 mencapai 11,6 miliar dolar AS atau mengalami penurunan 21,4 persen dibanding tahun lalu.

Penurunan impor ini dipicu oleh berkurangnya permintaan impor minyak, baik mentah maupun olahannya, yang impornya masing-masing turun 54,1 persen dan 40,6 persen.

Mendag menjelaskan bahwa perkembangan surplus di tahun 2015 hingga bulan Mei ditopang oleh peningkatan surplus perdagangan nonmigas dan defisit migas yang semakin kecil.(Ant) -->

Ini Pemenang Stand Terbaik di Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan


Stand Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2015 di JCC. Foto : Marwan Azis/Beritalingkungan.com

JAKARTA, BL- Pada penutupan Pekan Lingkungan dan Kehutanan Indonesia tahun 2015 kemarin diumumkan pemenang stand pameran terbaik. 

Berikut ini stand pameran terbaik :


1.      Kategori Pemerintahan:
Juara 1 : Provinsi Riau
Juara 2 : Kementerian Lingkungan Hidup
             dan Kehutanan
Juara 3 : Perpustakaan Emil Salim KLHK

2.      Kategori Perusahaan:
Juara 1 : PT Bukit Asam
Juara 2 : PT Holcim Indonesia
Juara 3 : Asosiasi Produsen Pupuk
   Indonesia 
 
3.      Kategori CSR:
Juara 1 : PT Vale Indonesia
Juara 2 : PT Indocement Tunggal Prakasa
Juara 3 : PT Bukit Asam

4.      Kategori Eco Creative:
Juara 1 : Provinsi Kalimantan Tengah
Juara 2 : BLH Kota Palembang
Juara 3 : KLH Jakarta Pusat
5.      Juara Favorit stand CSR PLKI 2015 diraih oleh stand PT Chevron Geothermal
Juara Favorit stand PLI 2015 diraih oleh Provinsi Kalimantan Timur

-->

Pekan Lingkungan Hidup dan KehutananDikunjungi 21.000 Orang


JAKARTA, BL- Pekan Lingkungan dan Kehutanan Indonesia (PLKI) 2015 kemarin ditutup secara resmi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc di Assembly Hall Jakarta Convention Center.

Pameran Lingkungan Hidup terbesar yang rutin diselenggarakan setiap tahun ini merupakan PLKI yang ke-19. Pekan Lingkungan dan Kehutanan Indonesia 2015 diselenggarakan pada 18 – 21 Juni 2015 merupakan salah satu rangkaian dari Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni.

Tema utama PLKI 2015 yaitu “Mimpi dan Aksi Bersama Untuk Keberlanjutan Kehidupan di Bumi” mengikuti tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia, World Environment Day 2015, yang dikeluarkan oleh Badan Lingkungan Hidup PBB, United Nations Environment Programme (UNEP), yaitu “Seven Billions Dreams, One Planet, Consume with Care”. Kegiatan ini diikuti oleh Instansi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, Perusahaan Swasta Nasional dan Multinasional, Badan dan Organisasi Lingkungan Hidup serta Pemerhati Lingkungan. Selain pameran juga akan diisi dengan berbagai kegiatan seminar, workshop, dan lomba.

Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah dimulai secara sejak bulan Maret 2015 sampai saat ini, rangkaian itu terdiri dari Peringatan Hari Rimbawan Nasional tanggal 18 Juni 2015, Dialog Politik, Rakornas lingkungan hidup dan kehutanan, Peringatan HLH bersama Presiden RI di Istana Negara, Malam Anugerah, Bersepeda untuk Bumi serta Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang saat ini kita ikuti penutupannya.

Dalam sambutan penutupan, MenLHK mengatakan, pada pembukaan pekan lingkungan hidup tanggal 18 Juni 2015 di tempat ini, Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla menegaskan bahwa kedepan acara-acara seperti pembukaan pekan lingkungan dan kehutanan ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi juga dilaksanakan untuk selanjutnya diawasi dan hal ini harus dimulai dari pengetahuan atau memahami lingkungan.

Arahan tersebut berarti pertama kita harus melakukan pembinaan masyarakat melalui kampanye dan pendidikan lingkungan, kedua dilakukan pengawasan terhadap pengelolaan lingkungan dan hutan secara ketat, dan yang ketiga adalah lakukan penegakan hukum yang cepat, tegas dan tanpa pandang bulu. Pesan tersebut akan menjadi pedoman dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan dimasa yang akan datang”jelasnya.

PLKI ke-19 tahun 2015 ini diikuti oleh 262 peserta pameran yang berasal dari :
  1. Pemerintah Daerah :  14 peserta
  2. Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi/Kabupaten : 117 peserta
  3. Perusahaan/Dunia Usaha : 112 peserta
  4. Komunitas/LSM/lembaga terkait : 21 peserta
  5. Taman Nasional : 6 peserta
Sementara total jumlah pengunjung untuk tahun ini lebih kurang 21.000 orang. Dari jumlah tersebut ada peningkatan jumlah pengunjung sekitar 11% dari tahun sebelumnya (tahun 2014). Dari sisi luasan area PLKI 2015 total 4000 meter persegi, tahun 2014 total luas lahan 4500 meter persegi. Masyarakat yang terlibat pun berasal dari berbagai kalangan mulai anak-anak usia dini (lomba mewarnai), remaja (green music festival), kaum akademisi (seminar nasional) dan masih banyak lainnya.

Beberapa kegiatan pendukung ikut meramaikan kegiatan PLKI kali ini diantaranya:
1.      Workshop dan talkshow sebanyak 12 tema yang diselenggarakan pada 18 – 19 Juni 2015 oleh para Direktoral Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, diantaranya tema perubahan iklim, pengelolaan sampah, agroindustri, dan konservasi sumber daya alam. Kegiatan workshop dan talkshow ini diikuti oleh 45 pakar dan 580 peserta yang berasal dari lembaga pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat umum.

2.      Lomba Mewarnai dan Menggambar untuk anak-anak PAUD, TK, sampai SD diikuti sekitar 300 peserta dengan tema yang diangkat adalah : ”Mimpiku Untuk Bumi”.

3.      Lomba Insinyur Cilik diikuti oleh 100 peserta dengan tema lomba “Transportasi Masa Depan”, anak-anak peserta lomba ini begitu antusias membuat konstruksi-konstruksi desain transportasi masa depan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

4.    Lomba Eco Driving Rally diawali dengan workshop yang membahas mengenai tips dan trik bagaimana mengemudi ramah lingkungan dan hemat bahan bakar. Peserta workshop berjumlah 120 peserta. Sementara itu, peserta Eco Driving Rally berjumlah 56 mobil dengan rute start dan finish di Parkir Timur Senayan Jakarta. Hasil yang menakjubkan dari kegiatan Eco Driving Rally ini adalah dengan sikap berkendaraan yang ramah lingkungan maka kita dapat menghemat 10% - 20% dari konsumsi bahan bakar. Jika hal ini kita lakukan secara massal, maka berapa barel bahan bakar bias kita hemat, kemudian berapa persen pelepasan karbon dioksida (CO2) ke udara yang bias kita kurangi.

5.      Green Musik Festival yang diikuti oleh 10 grup musik. Menyanyikan dua lagu yang bertemakan lingkungan baik ciptaan sendiri atau menyanyikan ciptaan orang lain.

6.     Kegiatan pelepasan 1000 balon “Share Your Dreams” sebagai ajakan untuk mewujudkan mimpi kita menjadi aksi nyata untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Balon ini membawa pesan dari anak-anak Indonesia dan pemangku kepentingan lingkungan hidup. Balon-balon yang dilepaskan akan jatuh dan diharapkan ditemukan oleh anak-anak atau siapa saja sehingga pesan tersebut bisa dibaca dan diteruskan kepada banyak orang. Penemu balon ini juga diharapkan menuliskan pesan yang dialamatkan kepada email: perpustakaan@menlh.go.id; Facebook: Datin Klhk dan Twitter: @DatinKlhk.

-->

Akibat Letusan Sinabung Desa Sukameriah Dipastikan Hilang


KABANJAHE, BL– Desa Sukameriah yang berada dalam radius tiga kilometer (km) di kaki gunung Sinabung, Sumatera Utara dipastikan akan hilang tertimbun abu vulkanik.

Dalam pengamatan terakhir, desa tersebut sudah tertutup abu tebal, bahkan hingga ke perkebunan milik petani.

“Tak mungkin lagi kembali ke desa, debu sudah menggunung. Seperti mau jadi gunung lagi. Pohon kopi ku saja, sudah tertutup abu semua. Akupun tak berani lagi balik ke kampung,” kata Roy (25), warga desa Sukameriah yang telah mengungsi.

Kebetulan, saat ditemui Ekuatorial (Sindikasi Beritalingkungan.com) dia baru saja pulang mengantar bantuan makanan untuk warga Desa Mardinding dan Perbaji di Kecamatan Tiganderket. Banjir lahar dingin melanda desa hingga merobohkan satu jembatan yang menjadi akses utama transportasi. Akibatnya, warga di dua desa itu terisolir dari bantuan dan perhatian pemerintah.

Erupsi Gunung Sinabung yang masih bersifat eksplosif hingga Kamis (18/6) berpotensi terjadi pada radius tiga kilometer (km). Sementara ancaman hujan abu lebat tergantung arah dan kuatnya angin. Ancaman lain seperti awan panas dan guguran lava berpotensi mengancam sektor selatan-tenggara sejauh tujuh km, dan sektor tenggara-timur sejauh enam km.

Begitu juga dengan aktivitas lubang tembusan fumarola baru di lereng utara (Lau Kawar) masih berlangsung. Longsor dan banjir juga berpotensi terjadi di sekitar lembah dan aliran sungai di lereng bagian utara, akibat pelapukan yang memperlemah kestabilan lereng. Potensi lahar terjadi di lembah-
lembah sungai yang berhulu di Gunung Sinabung karena hujan masih terjadi.

Untuk itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada Senin merekomendasikan tidak ada aktivitas masyarakat di radius tiga km dari puncak gunung. Begitu juga dengan masyarakat yang berada di radius tujuh km, untuk sektor selatan-tenggara Gunung Sinabung.

Wilayah tersebut meliputi Pasarpinter, Gurukinayan-simpang, Sibintun/Perjumaan, Batukejan, jembatan Lau Betuken Tiga Pancur, Desa Tiga Pancur-Pejumaan, Tigabogor, Desa Pintumbesi dan Desa Jeraya. Untuk sektor tenggara-timur dengan radius enam km, ada Desa Kutatengah yang warganya sudah dievakuasi.

Sementara warga yang berada di luar sektor tersebut namun berpotensi menerima hujan abu lebat dan lontaran material vulkanik yaitu meliputi Desa Sukanalu, Sigarang-garang, Kutarakyat, Kutagugung, Lau Kawar dan Mardinding agar juga dievakuasi.

Untuk warga yang tinggal di radius tiga km, yaitu Desa Sukameriah di Kecamatan Payung, Desa Bekerah dan Simecem di Kecamatan Namanteran wajib direlokasi. Sementara diluar radius tiga km terdapat empat desa dan satu dusun yang juga harus direlokasi. Terdiri dari Desa Gurukinayan di Kecamatan Payung, Desa Kutatonggal di Kecamatan Namanteran, dan Desa Berastepu, Desa Gamber sera Dusun Sibintun di Kecamatan Simpang Empat.

Ditempat terpisah, akibat erupsi pada Selasa dan Rabu kemarin, kiriman hujan abu mencapai Kota Medan khususnya di Kecamatan Medan Selayang, Tuntungan dan Pancur Batu. Abu juga sampai ke Kabupaten Deli Serdang hingga mampir ke Kuala Namu Internasional Airport (KNIA) walau tidak sampai mengganggu penerbangan. Ini terjadi karena semburan awan panas mengarah ke tenggara ditambah angin yang cukup kencang bertiup pada Selasa malam. (Mei/ekuatorial.com)
-->

KLHK Lepaskan 1000 Balon “Share Your Dream”

 
JAKARTA, BL– Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan kegiatan pelepasan 1000 Balon “Share Your Dreams” sebagai ajakan untuk mewujudkan mimpi kita menjadi aksi nyata untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Balon ini membawa pesan dari anak-anak Indonesia dan pemangku kepentingan lingkungan hidup.

“Setiap kita boleh bermimpi, formulasikan yang tepat dan wujudkan jadi kenyataan. Dreams, commitment into action”." Inilah pesan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya yang turut hadir dalam acara tersebut.  Profesor Emil Salim, sebagai guru lingkungan hidup Indonesia berpesan, “Mari baca, membaca lalu pikir merenung, kemudian tulis apa yang dipikir untuk aksi. Sekali lagi, baca, baca, baca!”.

Pada kesempatan yang sama, Tasya sebagai mantan artis cilik dan duta lingkungan hidup mengatakan,  bermimpi sustainable development bisa diwujudkan bangsa dan masyarakat Indonesia.

Balon ini merupakan simbolisasi dari tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia yaitu, “Mimpi dan Aksi Bersama untuk Keberlanjutan Kehidupan di Bumi”, representasi mimpi anak-anak Indonesia untuk menyelamatkan Lingkungan Hidup dan Bumi. Dengan adanya pelepasan mimpi ini akan menjadi rantai pesan untuk mewujudkan aksi dari seluruh komponen masyarakat sesuai dengan proporsi masing-masing.

Balon-balon yang dilepaskan akan jatuh dan diharapkan ditemukan oleh anak-anak atau siapa saja sehingga pesan tersebut bisa dibaca dan diteruskan kepada banyak orang. Penemu balon ini juga diharapkan menuliskan pesan yang dialamatkan kepada email: perpustakaan@menlh.go.id; Facebook: Datin Klhk dan Twitter: @DatinKlhk.

Efek berantai ini sesuai dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia, “Seven Billion Dreams, One Planet, Consume With Care”  yang kemudian disesuaikan dengan konteks HLH 2015 di Indonesia, menjadi tema “Mimpi dan Aksi Bersama untuk Keberlanjutan Kehidupan di Dunia”.

Pada kesempatan ini, Menteri LHK didampingi duta lingkungan hidup, yaitu Nugie dan Tasya serta pramuka Saka Kalpataru dan mahasiswa. (Wan)

-->

Top