ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Menteri LHK berbicara pada The Network of Women Ministers and Leaders For The Environment


Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya berbicara pada The Network of Women Ministers and Leaders For The Environment Breakfast Meeting dalam rangkaian UNEA-2. Dalam paparanya Menteri LHK bicara tentang  kebijakan Pemerintah RI mulai tahun 2010 telah mendorong penguatan peran wanita didalam pemerintahan, juga komitmen pemerintah dalam pencapaian target Sustainable Development Goals (SDG). Ditambahkan juga bahwa 8 dari 34 Menteri Kabinet Kerja adalah perempuan.
-->

Tim Gabungan tangkap pelaku perdagangan Harimau Sumatera


LANGKAT, BERITALINGKUNGAN.COM- Tim gabungan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL)bekerjasama dengan Polres Langkat melakukan penangkapan terhadap 3 orang pelaku perburuan dan perdagangan satwa liar Harimau Sumatera. 

Kepala Balai Besar TN Gunung Leuser, Andi Basrul mengungkapkan, penangkapan dilakukan di Kampung Sogong, Desa Kutagajah, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat pada pukul 16.30 WIB (25/05/2016). Setelah dilakukan peyelidikan diketahui pelaku bernama Hendra,Dedi dan Ledes.
Barang bukti yang berhasil diamankan  berupa satu lembar kulit harimau beserta tulang dan taring. Saat ini tersangka diamankan di Polres Langkat dan akan dilakukan penyidikan bersama.
Sementara Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Novrizal mengatakan, pihaknya melalui Dirjen Konsevasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem serta Dirjen Penegakan Hukum LHK semakin gencar untuk melakukan penindakan terhadap kejahatan perdagangan ilegal Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) atau secara global dikenal sebagai wildlife Crime, karena diketahui bahwa wildlife crimetelah menjadi Transnational Organized Crime dan diposisikan serupa dengan kejahatan, seperti korupsi, pencucian uang, senjata api ilegal, obat-obatan, terorisme dan kejahatan terorganisir lainnya. Dan wildlife crime menduduki ranking tertinggi setelah narkoba dan pencucian uang.
Kejahatan TSL /wildlife crime begitu menarik bagi pelakunya karena menjanjikan keuntungan yang sangat besar. Nilai perdagangan satwa ilegal mencapai 15 – 20 miliar dolar per tahun, ini merupakan angka perdagangan ilegal yang sangat besar di dunia, dimana nilainya hampir sama dengan perdagangan narkoba.
Indonesia sendiri merupakan negeri yang sangat kaya dengan keanekaragaman biodiversity. Indonesia merupakan rumah dari 17% total spesies yang ada di dunia, yaitu sebanyak 35 ribu – 40 ribu spesies tumbuhan (11-15%), 707 spesies mamalia (12%), 350 spesies amphibi dan reptil (15%), 1.602 spesies burung (17%) dan 2.184 spesies ikan air tawar (37%).
Sementara untuk kelautan terdapat setidaknya 2.500 spesies molusca, 2000 spesies krustasea, 6 spesies penyu laut, 30 spesies mamalia laut, dan lebih dari 2.500 spesies ikan. Oleh karena itu kita membutuhkan upaya ekstra untuk melindungi dan melestarikan keanekaragaman biodiversity kita guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.(BL)

Ke Lombok Lebih Nyaman Pakai Batik Air


LOMBOK, BERITALINGKUNGAN.COM-  Kata orang, tanah Indonesia adalah tanah surga karena subur sehingga bisa memiliki hasil bumi yang melimpah. Tapi, mungkin, julukan tanah surga ini juga karena Indonesia memiliki keindahan alam yang tak jarang tak akan Anda temui di tempat lain.

Unik, eksotis, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, itulah tempat-tempat indah yang ada di Indonesia. Lombok, misalnya, sampai kini bahkan masih menjadi favorit wisatawan lokal dan dari berbagai penjuru dunia. Lombok punya pantai yang cantik, air laut yang bersih dengan keragaman bahari, gunung yang megah, sampai pulau-pulau terbaik yang benar-benar tenang dan bebas polusi! Lombok memang cocok untuk Anda yang ingin melepas penat.

Menuju ke Lombok, paling efektif melalui jalur udara. Ada banyak maskapai yang menawarkan rute dari berbagai kota di Indonesia ke Lombok, termasuk dari Jakarta. Salah satunya adalah Batik Air. 
Maskapai yang mulai resmi beroperasi sejak April 2013 ini adalah maskapai yang melayani segmen full service, namun dengan harga yang tetap kompetitif. Anak perusahaan Lion Air Group ini berbasis di Manado dan telah melayani berbagai rute penerbangan ke berbagai kota di Indonesia dan juga ke negara-negara lainnya, seperti Australia, Malaysia, Singapura, Hongkong, Thailand, Sri Lanka, Banglades, Vietnam, Arab Saudi, India, dan Nepal.

Di Indonesia, salah satunya Batik Air melayani rute penerbangan dari Jakarta menuju Lombok. Terbang ke Lombok dengan Batik Air, Anda tidak hanya akan mendapatkan kenyamanan lebih, tapi juga harga tiket yang bersaing. Harga tiket dari Jakarta ke Lombok adalah  mulai dari Rp600.000-an sekali jalan 

Tiket Batik Air bisa Anda beli website resminya ataua di situs penyedia tiket pesawat, seperti Traveloka.  Dengan harga tiket tersebut, keuntungan yang bisa Anda dapatkan antara lain adalah jatah bagasi sampai 20 kg untuk Economy Class dan 30 kg untuk Business Class. Sementara itu, bagasi kabin yang diizinkan mencapai 7 kg.

Kursi yang ergonomis dengan jarak antarkursi yang lega tentu tak akan membuat tubuh Anda lelah selama perjalanan. Di Economy Class saja, kursi lapang sampai 32 inci, sementara di Business Class sampai 45 inci. 

Selain itu, dalam perjalanan dari Jakarta menuju Lombok selama 2 jam langsung, Anda juga tidak akan bosan karena di dalam kabin tersedia fasilitas hiburan yang lengkap. In-flight entertainment tersedia, baik di Economy Class maupun di Business Class. Di Economy Class, fitur capacitive touchscreen tersedia di punggung kursi penumpang. Di Business Class, layar LCD-nya tersedia di pegangan kursi sehingga lebih mudah dijangkau, namun tak mengganggu kenyamanan.


Anda dapat mengakes film-film terbaru, musik-musik terkini, serta berbagai pilihan permainan seru. Bahkan, bukan hanya film-film paling update, film-film klasik juga tersedia. Jadi, 2 jam perjalanan Anda ke Lombok tak akan terasa panjang dan membosankan. Ditambah lagi, selama perjalanan, Anda juga bisa mengisi daya perlengkapan elektronik Anda karena USB port tersedia di setiap kursi. Jadi, Anda akan siap menjelajah Lombok tanpa khawatir kehabisan baterai dengan cepat.

Karena merupakan maskapai di kelas full-service, Batik Air juga menyediakan makanan dan minuman gratis untuk Anda selama perjalanan. Penumpang Economy Class akan mendapatkan makanan ringan dan minuman secara cuma-cuma untuk penerbangan kurang dari 2 jam. Untuk penerbangan ke Lombok, sekitar 2 jam bahkan lebih, penumpang Economy Class akan mendapatkan makanan hangat serta makanan dan minuman ringan. 

Sementara itu, penumpang Business Class akan mendapatkan makanan hangat dan minuman untuk semua penerbangan. Selain itu, sebagai tambahannya, penumpang Business Class juga akan mendapatkan minuman sambutan serta hidangan penutup juga, seperti es krip atau piuding.

Sekarang, Anda pasti sudah tidak sabar ingin segera liburan ke Lombok. Jangan lupa, agar liburan Anda semakin berkesan, pilihlah waktu yang bukan peak season atau musim liburan agar tidak terlalu ramai. Selamat berlibur! (Adv/BL)


Indonesia dorong upaya Internasional perangi perdagangan satwa liar




NAIROBI, BERITALINGKUNGAN.COM- Menteri LHK, Dr. Siti Nurbaya, MSc dalam pertemuan dengan Division of Environmental Policy Implementation (DEPI) United Nations Environment Programme (UNEP)             mendorong upaya Internasional dalam memerangi perdagangan satwa liar ilegal.

“Perdagangan satwa liar ilegal adalah kejahatan lintas batas terhadap manusia dan ekosistem manusia, dan harus diperangi.”kata Siti melalui keterangan tertulisnya yang diterima Beritalingkungan.com (25/05/2016). 

Dijelaskan, Indonesia mempunyai berbagai upaya strategis dalam menangani Perdagangan Satwa Ilegal (Illegal Trade Wildlife and Wildlife Product). Presiden Jokowi juga telah meluncurkan gerakan nasional untuk konservasi satwa liar pada tanggal 14 April tahun 2016 ini.

Sebagai warisan universal untuk kita dan generasi yang akan datang, Taman Nasional terintegrasi dalam isu keanekaragaman hayati dan kesejahteraan manusia.

Untuk negara mega-biodiversity, Indonesia telah meningkat regulasi dan penegakan hukum antara lain dengan pengetatan gerbang satwa liar  keluar, dengan memperkuat kerjasama internasional melalui forum multilateral seperti CITES, APEC, UNODC dan Jaringan Penegakan Wildlife ASEAN, serta bilateral dengan Uni Eropa, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada.

Partisipasi masyarakat, juga melalui Organisasi Masyarakat Sipil, merupakan aspek penting.  "Kami mendorong upaya internasional yang kuat untuk memerangi perdagangan satwa liar ilegal sebagai kejahatan luar biasa."tambahnya. (BL)
-->

Bersama Singapore Airlines Temukan Sisi Menarik di Bangkok


Kuil Fajar atau Wat Arun, Bangkok.

BANGKOK, BERITALINGKUNGAN.COM- Menjamurnya bisnis transportasi membuat para pengusaha membuat produknya semenarik mungkin di mata masyarakat, termasuk juga transportasi udara. 

Layaknya usaha yang selalu dikejar pesaing Singapore Airlines pun demikian, selalu berusaha menampilkan wajah yang rupawan nan mempesona lewat fasiltas dan layanan yang mumpuni.
 
Singapore Airlines merupakan maskapai penerbangan yang berada di bawah naungan Malayan Airways Limited (MAL), sebuah joint venture antara Imperial Airways, Ocean Steamship Company of Liverpool dan the Straits Steamship of Singapore.

Menariknya maskapai ini berani tampil beda dimana jika maskapai lain berlomba menonjolkan kesan pesawat yang modern maka Singapore Airlines tidak, maskapai ini lebih memilih menunjukkan keeleganan dan kemewahannya dari para pramugari yang memakai seragam khas sarong kebaya. 

Keramahan dan kecerian dari pramugarilah yang akan membuat penumpang merasa aman dan nyaman.
Tidak hanya itu, demi memanjakan penumpang maskapai berbintang lima ini pun turut dilengkapi kelas bisnis dan ekonomi. Dimanapun kelas Anda berada , pelayanan layaknya hidangan, bagasi hingga fasilitas hiburan pun akan Anda dapatkan. 


 Tujuan penerbangannya juga  tidak tanggung – tanggung hingga penerbangan internasional pun bisa Anda rasakan bersama Singapore Airlines.
Singapore Airlines.

Ingin terbang bersama masakapi ini pun terbilang sangat mudah. 

Demi mendapatkan tiket Singapore Airlines Anda akan dipermudah untuk memesannya melalui situs booking online sekelas Traveloka ataupun jika Anda ingin berburu promo Singapore Airlines tinggal klik Singapore Airlines online booking. Mudah dan praktis bukan?

Nah jika masih bingung menentukan tujuan berlibur bagaimana dengan salah satu tujuan penerbangan favorit maskapai ini, Bangkok ? adalah sebuah negara kerajaan yang berpusat kota di Bangkok. Negara ini dikenal dengan misinya untuk mengedepankan pariwisata sebagai sumber devisa. Hal ini sejalan dengan kecantikan alam yang dimiliki Bangkok yang berujung pada bergamanya pilihan destinasi wisata yang juga menawan di sini.

Jika Anda berminat ke Bangkok maka ada beberapa destinasi wisata yang harus Anda kunjungi baik karena alamnya yang megah ataupun karena suasananya yang langka. Yang pertama adalah keindahan kuil yang cukup banyak disini salah satunya adalah Kuil Fajar atau Wat Arum. 

Dinamakan kuil fajar bukan hanya karena ukiran kuil yang menawan dan eksotis namun juga bangunan megah ini tampak lebih memukau jika dipandang di waktu fajar atau saat matahari terbenam. Syahdunya suasana kuil ini sempurna untuk menikmati alam Bangkok sembari mengabadikan keindahan kuil di balik jepretan kamera Anda.

Kemudian adalah jangan sampai lewatkan bangunan yang di cap paling indah dan menjadi ikon kota Bangkok, Grand Royal Palace. Bangunan indah ini dulunya berasal adalah tempat tinggal para Raja sehingga jika Anda ingin melihat lebih dekat potongan keindahan bangunna ini Anda diwajibkan memakai pakaian sopan dan membayar tiket sekitar 175 ribu rupiah. 

Bangunan keramat ini tidak hanya menampilkan kesan mewah terlebih jika Anda mengunjungi pada malam hari yang membuat bangunan ini tercecer kerlipan lampu warna –warni. Jika dari tadi melihat keindahan lalu bagaimana jika Anda ditantang untuk turut menyaksikan sedikit bukti kekejaman sejarah Bangkok di Bangkok Correction Museum

Jika kebanyakan museum menampilkan benda – benda bersejarah pada umumnya namun tidak dengan museum ini walaupun sama juga memamerkan benda bersejarah namun bendanya berupa alat – alat yang digunakan untuk menyiksa para tahanan. Hal inI dikarenakan museum ini dulunya difungsikan sebagai penjara. Isi museum ini sukses menampilkan proses matinya para tahanan dengan sangat sadis dan tanpa ampun. Jadi berani kesini ? (Adv/BL)

Lapar, beruang madu di Kebun Binatang Bandung makan kotorannya sendiri


BANDUNG, BERITALINGKUNGAN.COM- Ketika mengunjungi Kebun Binatang Bandung (KBB), Jawa Barat, pada hari Minggu (22 Mei 2016) Investigator Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group melihat beruang madu dalam kondisi kurus dan kelaparan.

Beruang madu itu pun terlihat memakan kotorannya sendiri. Beruang lainnya mengemis-ngemis kepada pengunjung kebun binatang untuk meminta makanan dari para pengunjung yang melemparkan makanan sembarangan kepada beruang.

KBB adalah kebun binatang yang mendapat julukan “death zoo’ dimana seekor gajah baru-baru ini mati yang diduga diakibatkan pembiaran.

Investigator senior Scorpion Marison Guciano dalam keterangan tertulisnya mengatakan, kebun binatang tersebut penuh dengan satwa kelaparan. “Ini teramat buruk. Mengapa pihak manajemen tidak memberi makan satwa dengan baik. Ini adalah salah satu kebun binatang paling buruk di Indonesia.”ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan Scorpion, kekhawatiran terhadap keselamatan satwa di Kebun Binatang Bandung juga muncul dari banyak pihak dan dapat dilihat pada TripAdvisor yang pada umumnya menunjukkan kekecewaan dan sangat kekesalan menyaksikan begitu banyak satwa yang kelaparan di kandang-kandang kotor.

Marison menambahkan,  Scorpion meminta pemerintah untuk menolong beruang madu ini termasuk juga satwa-satwa lainnya sesegera mungkin. Pemerintah perlu menghentikan penderitaan satwa-satwa dan memastikan bahwa pihak manajemen memahami tangungjawab mereka. Mungkin menutup kebun binatang ini sesegera mungkin adalah merupakan pilihan terbaik sebelum lebih banyak lagi satwa yang mati secara menyakitkan yang semestinya bisa dihindari. (BL)
-->

Pencemaran sungai Citarum kembali disorot

Sungai Citarum. Foto : ©Yudi Mahatma/Greenpeace.

BANDUNG, BERITALINGKUNGAN.COM-  Sejumlah lembaga pembela lingkungan yang tergabung dalam Koaliasi Melawan Limbah kembali menyoroti pencemaran lingkungan yang terjadi di sungai Citarum, Jawa Barat.

Mereka kegiatan publik “Dari Kita Untuk Citarum” kemarin  (21/5) di Taman Musik  Bandung.

Kegiatan ini digelar tiga hari menjelang putusan sidang gugatan Koalisi Melawan Limbah yang akan diumumkan pada hari Selasa, 24 Mei 2016 di PTUN Bandung.

"Acara publik ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada publik tentang permasalahan pencemaran bahan berbahaya beracun industri di Citarum, dan untuk menggalang dukungan publik luas terhadap gerakan Melawan Limbah,"kata Ahmad Ashov Birry, Detox Campaigner Greenpeace Indonesia melalui keterangan tertulisnya yang diterima Beritalingkungan.com,

Dijelaskan, kegiatan ini terdiri dari serangkaian aktivitas diantaranya diskusi publik yang menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Barat serta sejumlah instansi terkait seperti  BPLHD Jabar serta KLHK. Beberapa komunitas dari Bandung seperti Lamda Art dan Gombong Nyora turut meramaikan acara ini.

Sejumlah foto karya pewarta foto dari Wartawan Foto Bandung dan Pewarta Foto Indonesia Bandung yang memberikan potret berbagai kondisi Citarum saat ini turut dipamerkan. Selain itu juga digelar lokakarya recycling-upcycling pakaian bekas oleh desainer Yufie Kartaatmaja sebagai salah satu solusi alternatif bagi busana yang lebih ramah lingkungan.

Citarum adalah sungai terpanjang dan terbesar di provinsi Jawa barat. Keberadaannya sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat disekitarnya. Pemanfaatan sungai Citarum sangat bervariasi dari hulu hingga hilir antara lain untuk memenuhi berbagai kebutuhan termasuk rumah tangga, irigasi, pertanian, peternakan, pembangkitan listrik dan industri. Perkembangan pesat industri di sepanjang DAS Citarum dan lemahnya penegakan hukum terhadap industri pencemar merupakan salah satu penyebab utama krisis pencemaran B3 di Citarum.

Pada Bulan Desember tahun lalu, Koalisi Melawan Limbah memasukkan gugatan terhadap keputusan Bupati Sumedang tentang pemberian IPLC (Izin Pembuangan Limbah Cair) kepada tiga pabrik tekstil di kawasan Rancaekek. Proses hukum yang berjalan telah melalui serangkaian persidangan, termasuk diantaranya sidang untuk mendengarkan keterangan saksi ahli dan fakta dan pemeriksaan setempat.

Bulan April 2016, Koalisi Melawan Limbah meluncurkan sebuah laporan yang menghitung kerugian ekonomi akibat pembuangan limbah industri di Sungai Cikijing, Rancaekek. Dalam Laporan yang berjudul “Konsekuensi Tersembunyi” tersebut terungkap bahwa total kerugian ekonomi akibat pencemaran di kawasan Rancaekek dengan pendekatan Total Economic Valuation (tanpa mengikutsertakan biaya abai baku mutu) mencapai angka Rp. 11.385.847.532.188 (± 11,4 Triliun).

Kerugian ekonomi yang dihitung adalah kerugian masyarakat pada periode 2004-2015 dari multisektor meliputi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kesehatan, kerugian karena kehilangan jasa air, penurunan kualitas udara, dan kehilangan pendapatan yang mencapai lebih dari 3,3 triliun. Selain itu estimasi biaya remediasi 933,8 Ha lahan tercemar mencapai setidaknya lebih dari 8 triliun.

Dadan Ramdan, Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat menambahkan, kasus Rancaekek dapat menjadi potret pembuangan bahan kimia berbahaya beracun yang masih terjadi secara luas ke badan sungai dan lingkungan Indonesia dan betapa mudahnya industri untuk mencemari dan lari dari tanggungjawabnya.

"Praktik kotor dan tidak bertanggungjawab industri yang menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat dan lingkungan seperti di Rancaekek tidak boleh mendapat tempat lagi di masa depan."terang, (BL).
-->

Ancaman krisis pangan didepan mata, petani tak lagi diminati


Ilustrasi petani muda Photografer : Avianrinandhi.

JAKARTA, BERITALINGKUNGAN.COM- Lambatnya laju regenerasi petani menjadi persoalan penting bagi sektor pertanian yang bisa mengancam cita-cita kedaulatan pangan pemerintah.

"Persoalan ini tak hanya muncul di level nasional namun juga global. Secara umum sektor pertanian mengalami penuaan (ageing) dan populasi petani terus berkurang," kata Said Abdullah, koordinator koalisi rakyat untuk kedaulatan pangan (KRKP) melalui keterangan tertulisnya yang diterima Beritalingkungan.com.

Diungkapkan, petani di sub-sahara Afrika rata-rata berusia 60 tahun, di amerika rata-rata berusia 55 tahun. Sementara di Indonesia, berdasarkan data sensus pertanian 2013 diketahui bahwa 61,8 persen berusia di atas 45 tahun dan hanya 12,2 persen saja yang berusia di bawah 35 tahun. Khusus untuk petani tanaman pangan sebanyak 47,57 persen berusia diatas 50 tahun.

Menua dan berkurangnya petani pada level global tentu saja menjadi tantangan produksi pangan dunia. Produksi pangan menurun sementara permintaan akan terus tumbuh. Dengan situasi ini maka penyediaan pangan tak bisa lagi mengharapkan atau bergantung pada pasar global. Penguatan produksi pangan dalam negeri menjadi kunci jika ingin terbebas dari kondisi rawan pangan.

Menurut Said, persoalan regenerasi petani ini tidak bisa dianggap main-main. Ini persoalan urgen yang harus diatasi jika ingin berdaulat pangan seperti yang dicita-citakan dalam nawacita.

Terkait persoalan regenerasi petani ini, KRKP menilai tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor saja karena persoalan pertanian dan petani lintas sektor multidisiplin. Upaya regenerasi harus menjadi kerja kolektif semua pihak. Hal ini merujuk pada hasil kajian yang dilakukan KRKP yang didukung oleh Oxfam Indonesia awal tahun ini yang memetakan faktor-faktor yang berpengaruh pada minat untuk menjadi petani.

Hasil kajian menunjukkan 54 persen responden anak petani hortikulutra mengaku tidak ingin menjadi petani. Sementara 63 persen anak petani padi mengaku tidak ingin menjadi petani. Ketidaktertarikan generasi muda pada pertanian ini menunjukkan betapa sektor pertanian tak memiliki daya tarik yang mampu mengalahkan sektor lainnya terutama industri. Anak-anak muda mengaku lebih memilih menjadi buruh industri karena pendapatannya lebih pasti.

Faktor akses dan aset lahan, kepastian harga jual atau pendapatan, pengetahuan atau pendidikan tentang pertanian dan ketersediaan infrastruktur pendukung  menjadi faktor penting yang mempengaruhi minat orang tua dan anak untuk menjadi petani. Faktor-faktor ini adalah kunci yang harus disentuh oleh pemerintah supaya minat generasi muda meningkat.

Sementara itu, Suryo Wiyono, Peneliti Utama Pusat Kajian Strategis Kebijakan Pertanian sekaligus Kepala Departemen Proteksi Tanaman IPB, mengatakan, persoalan regenerasi pertanian juga dimulai dari pendidikan. sudah saatnya dilakukan pembenahan pada aspek pendidikan sehingga mampu membangkitkan semangat generasi muda untuk menajdi petani.

Ketersediaan lembaga pendidikan yang khusus pertanian dengan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan pertanian kekinian perlu diperkuat dan diperbanyak.

Pada sisi lain perlu juga dipertimbangkan untuk memperkuat pendidikan vokasi pada level pendidikan tinggi. Dengan demikian diharapkan semangat dan minat generasi muda untuk bertani kembali tumbuh.

Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan minat generasi muda hendaknya dilakukan dengan tepat dan menjawab persoalan mendasar. Oleh karenanya, KRKP mendesak pemrintah untuk melakukan serangkaian program dan kebijakan.

Program dan kebijakan tersebut adalah reforma agraria untuk meningkatkan akses dan aset petani, penguatan kebijakan harga jual (subsidi output) untuk kepastian pendapatan, pembenahan dunia pendidikan pertanian dan peningkatan sarana dan prasarana pertanian.

Kebijakan dan program tersebut haruslah dilakukan secara utuh. Jika hanya berkutat pada satu program atau kebijakan saja maka dampak yang dihasilkan tak akan maksimal. 

"Kegagalan melakukan regenerasi petani, tak hanya akan mengancam ketahanan dan kedaulatan pangan namun juga kelangsungan kehidupan pertanian dan petani itu sendiri. Upaya yang holistik haruslah dilakukan dan tak bisa lagi hanya basa basi jika benar ingin mewujudkan nawacita, berdaulat pangan."tandasnya (BL)
-->

Dubes AS Dukung Pembangunan Jalur Pejalan Kaki di Jakarta

JAKARTA,BERITALINGKUNGAN.COM-Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, mendukung adanya gerakan pengurangan polusi udara di Indonesia, khususnya di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Tak hanya itu, AS juga mendukung adanya pembangunan infrastruktur transportasi dan jalur pedestrian (pejalan kaki) sebagai bagian dari solusi menekan polusi udara.
“Saat ini kalau kita amati, pencemaran polusi di Jakarta grafiknya naik turun. Jika musim hujan, tentu polusi akan berkurang. Saya mendukung Jakarta untuk menggunakan bahan bakar bebas timbal. Terlebih, saya sangat mendukung dibangunnya trasportasi umum dan jalur pedestrian,” terang Dubes AS, Robert Blake di US Housing Complex, Jakarta Pusat beberapa hari yang lalu.
Menurut dia, pemakaian bahan bakar dengan timbal sangat membahayakan kesehatan manusia. “Di AS juga sempat mengalami hal yang sama. Kota paling berpolusi di AS adalah Los Angeles. Warga mengeluh dan pemerintah setempat akhirnya memberlakukan pemakaian bahan bakar yang aman dan imbauan untuk menggunakan transportasi umum,” imbuhnya.
Selain itu, kata dia, tren pengurangan polusi udara di AS digalakkan dengan penggunaan mobil hibrida. Mobil hibrida adalah mobil yang menggunakan tenaga listrik.
Soal perbandingan polusi di Jakarta dan Washington, Dubes Blake mengatakan bahwa hal tersebut tak bisa dibandingkan.
“Menurut saya, perbandingan tersebut kurang adil, karena pemakaian mobil lebih banyak di Jakarta. Mungkin akan lebih tepat jika dibandingkan dengan Los Angeles atau New York karena di Washington kami lebih sering menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki,” tandasnya.
Ia juga mengusulkan adanya kerja sama AS dengan Indonesia di bidang otomotif, terutama untuk mobil hibrida.
“Ide yang sangat bagus. Namun, sayang untuk saat ini belum ada rencana. Tapi mobil hibrida sangat bagus untu mengurangi polusi. Lebih hemat dan tak mencemari lingkungan,” tandasnya. (BL)
-->

Perubahan Iklim Global, Kedubes AS Pantau Kualitas Udara di Jakarta


JAKARTA, BERITALINGKUNGAN.COM- Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan concern terhadap kualitas udara di Jakarta. Langkah itu  sebagai bagian dari upaya menanggulangi perubahan iklim global.
Sebagai langkah nyata, Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Jakarta pun mengoperasikan sistem pemantauan kualitas udara mutakhirnya yang berfungsi untuk memantau kualitas partikel udara yang disebut dengan partikel 2,5 yang memiliki pengaruh besar bagi kesehatan masyarakat secara real time.
Partikel 2,5 adalah partikel berukuran paling kecil, dengan diameter kurang dari 2,5 mikrometer. Partikel ini dapat menembus ke paru-paru dan aliran darah secara langsung dan sering dikaitkan dengan sejumlah pengaruh buruk bagi kesehatan seperti penyakit jantung dan paru-paru.
Sistem pemantau kualitas udara milik Kedubes AS ini telah ditempatkan di 24 tempat di kedutaan dan konsulat AS di seluruh dunia, di antaranya Vietnam, Mongolia, Peru, dan Kosovo. Sementara di Indonesia, Kedubes AS menempatkan dua unit alat ini di dua lokasi milik kedutaan di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.
Menurut Dubes AS untuk Indonesia, Robert E. Blake, ada tiga tujuan utama dari program yang dijalankan oleh Kedubes AS yang bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta itu.
“Tujuan pertama adalah untuk menyediakan ketersediaan data mengenai kualitas udara, kedua adalah menyediakan informasi agar individu dan kota-kota di seluruh dunia dapat mengambil keputusan mengenai kesehatannya sendiri dan yang ketiga adalah untuk menginformasikan bahwa ada kerja sama antara AS dan Indonesia dalam isu penting ini,” kata Dubes Blake kepada awak media dalam acara perkenalan mesin tersebut di Jakarta kemarin.
Hasil pantauan alat tersebut akan terhubung dengan laman Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) secara langsung sehingga orang-orang dapat melihat tingkat partikel di udara, tidak hanya di Jakarta namun juga di seluruh dunia.
Selain pengoperasian alat canggih itu, Kedubes AS bekerja sama dengan Pemprov DKI dan EPA, untuk membuat program yang disebut dengan Breathe Easy Jakarta yang terdiri dari pelatihan-pelatihan dan analisis riset dan semua langkah-langkah yang didesain, untuk mengerti lebih jauh mengenai kontrol yang lebih efektif dan lebih baik terhadap polusi udara yang ada di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Bagian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dasrul Chaniago mengatakan dalam tiga tahun belakangan ini, polusi udara di Jakarta mulai berkurang.
“Untuk menciptakan udara yang tak tercemar, Kementerian LHK juga sedang menyiapkan rancangan peraturan baru bagi bahan bakar. Saat ini sedang dirundingkan dan hampir final. Sudah dibicarakan juga dengan kementerian-kementerian terkait,” ujar Dasrul.
Kementerian LHK juga mengimbau agar Indonesia memulai membangun transportasi umum dan jalur pedestrian demi kualitas udara yang lebih baik. “Jika jarak tak terlalu jauh lebih baik berjalan kaki. Hal tersebut tentu mengurangi polusi udara di Jakarta,” tandasnya. (BL)
-->

KOPHI dorong pelajar Jakarta terlibat dalam pelestarian lingkungan

JAKARTA, BERITALINGKUNGAN.COM- Momen peringatan Hari Pendidikan Nasional, dimanfaatkan sejumlah pemuda yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) melakukan edukasi lingkungan melalui acara “KOPHI Goes To School” dengan melibatkan seluruh pelajar SMAN 53 Jakarta akhir pekan kemarin.
Media dan Komunikasi Koalisi Pemuda HIjau Indonesia (KOPHI), Irma Dian Anggraini menjelaskan, pada umumnya, pendidikan adalah dasar dari budaya dan peradaban. Pendidikan membuat manusia untuk selalu berpikir, menganalisa, serta memutuskan. Menumbuhkan karakter pada diri sendiri juga merupakan tujuan dengan adanya pendidikan, sehingga menciptakan sumber daya manusia yang lebih baik.
“HARDIKNAS kita peringati bukan hanya untuk mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Indonesia dan seluruh pejuang pendidikan yang patut kita kenang dan hargai. Namun, juga sebagai momentum untuk merefleksikan tentang beragam upaya yang telah dan sedang dilakukan dalam menjalankan berbagai program dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, terutama pendidikan yang berlatar belakang lingkungan sesuai fokus kami.”ujarnya melalui keterangan persnya yang diterima Mediajakarta.com.
KOPHI meyakini bahwa semangat besar para pemuda dapat memberi pengaruh yang besar pula pada perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat Indonesia terkait isu lingkungan hidup.
Ketua Umum KOPHI, Oke Fifi Abriany mengatakan, anak muda sebagai garda terdepan bangsa Indonesia diharapkan bisa berkontribusi nyata dalam upaya pelestarian lingkungan melalui pendidikan lingkungan.“
Kepala Sekolah SMAN 53, Dumaria Simanjuntak menyambut edukasi lingkungan yang digelar anak-anak muda yang tergabung dalam KOPHI. Menurutnya, edukasi lingkungan sangat diperlukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, terutama bagi para pelajar.
“Ketika KOPHI berencana mengadakan acara di sini, saya langsung sambut karena ingin anak-anak SMAN 53 Jakarta punya wawasan tentang lingkungan, yang menurut saya, saat ini kondisinya sudah rusak,“ ujar Dumaria. (BL)
-->

Aktivis lingkungan sempat hentikan operasi PLTU di Cirebon selama 12 jam

CIREBON, BERITALINGKUNGAN.COM- Dua belas aktivis lingkungan yang melakukan aksi damai menghentikan bongkar muat batu bara di Cirebon PLTU telah dibubarkan.
Protes tersebut merupakan bagian dari gelombang global ‘Break Free’ yang berlangsung dari 4-15 Mei, menuntut pemerintah untuk berhenti mengeksploitasi batu bara, minyak dan gas di tanah.
Evakuasi para aktivis dari crane bongkar muat masih berlangsung, tanpa insiden kekerasan. Para aktivis selanjutnya dibawa ke Kantor Polisi Cirebon untuk proses pemeriksaan.
Setelah mendudui pelabuhan bongkar muat batura sejak pagi, para aktivis dari koalisi Break Free (Greenpeace, WALHI dan JATAM) ini membentangkan spanduk bertuliskan ‘Quit Coal’ dan ‘Clean Energy, Clean Air’ dari kedua crane memasok batubara dan mendesak pemerintah untuk segera transisi menuju energi terbarukan. Masyarakat yang tinggal di sekita PLTU batu bara tersebut telah memprotes rencana perluasan sejak tahun lalu.
“Akhir aksi 12 jam ini akan menandai akhir dari era batubara di Indonesia. Batubara memiliki sejarah kotor di Indonesia mulai dari perampasan tanah, kekerasan terhadap masyarakat setempat, korupsi, polusi udara dan mengekspor perubahan iklim ke seluruh dunia, “kata Arif Fiyanto Iklim dan Kampanye Energi Greenpeace Indonesia.
Menurut Arif, waktunya masyarakat Indonesia untuk menunjukkan kepada pemerintah dan investor asing untuk menyudahi industri batu bara kotor kita yang sudah lebih dari cukup merugikan lingkungan dan masyarakat.
Polusi udara dari batubara di Indonesia telah memiliki dampak buruk terhadap kesehatan negara itu. Menurut sebuah studi Greenpeace Indonesia dirilis dengan peneliti Harvard University tahun lalu, tanaman batubara di Indonesia yang ada sudah menyebabkan sekitar 7.100 kematian dini per tahun.
Jika semua pembangkit listrik baru yang diusulkan dibangun, studi ini menemukan bahwa mereka dapat menyebabkan kematian lebih lanjut 21.200 orang, karena peningkatan risiko stroke, kanker paru-paru, penyakit jantung dan penyakit pernapasan kronis, serta kematian anak-anak akibat peningkatan risiko infeksi saluran pernafasan akut.
Jawa Barat Cirebon Coal Power Plant akan diperluas sebagai bagian dari 35.000 MW pembangkit listrik proyek penambahan kapasitas nasional. Di bawah rencana ini, lebih dari 60% dari tambahan 35.000 MW akan datang dari pembangkit listrik batu bara, sementara hanya 20% akan berasal dari energi terbarukan.
Unit pertama di Cirebon Coal Power Plant, beroperasi sejak Juli 2012, pernah meledak di September 2014 menyebabkan cedera pada beberapa pekerja. Rencana ekspansi akan didanai oleh JBIC (Bank Jepang untuk Kerjasama Internasional), bank yang sama di belakang pembangkit listrik lain yang kontroversial batubara di Batang.
“Presiden Jokowi memiliki pilihan: tetap dengan pendekatan-as-usual untuk menghasilkan listrik dan melihat kehidupan ribuan orang Indonesia dipotong pendek, atau memimpin transisi cepat untuk energi yang aman, bersih, terbarukan,” kata Arif.
“Hal ini tak terpikirkan bagi pemerintah untuk memperluas proyek bahan bakar fosil mengikuti kesepakatan Paris. Jika kita untuk menjaga kenaikan suhu rata-rata global untuk di bawah dua derajat, kita harus segera mengakhiri subsidi untuk bahan bakar fosil dan transisi ke 100% energi terbarukan. ” tambahnya.
Aksi tersebut merupakan rangkaian aksi setelah pada pawai 11 Mei lalu lebih dari 3.500 orang di Jakarta, dilakukan oleh komunitas dan warga terdampak PLTU di Jawa dan tambang batubara di luar Jawa. Greenpeace bergabung LSM lain dan masyarakat yang terkena dampak di Afrika Selatan, Filipina, Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, dan negara-negara yang terkena dampak batubara lainnya sebagai bagian dari gerakan Break Free. (BL)
-->

Siswi ini yang terpilih sebagai duta lingkungan KOPHI

Duta Lingkungan SMAN 53 Jakarta, Luthfiah Priti Utami.
JAKARTA, BERITALINGKUNGAN.COM- Sekelompok anak muda yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) aktif  melakukan edukasi lingkungan di Jakarta melalui acara “KOPHI Goes To School”, mereka juga menggelar Duta Lingkungan.

Akhir pekan kemarin, KOPHI menggelar pemilihan Duta Lingkungan SMAN 53 Jakarta, dengan harapan dalam acara ini dapat memberi dampak positif sebagai langkah awal dari aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan bagi warga sekolah tersebut.

“Duta Lingkungan yang terpilih akan menjadi inisiator atau penggerak kegiatan lingkungan di SMAN 53 Jakarta. Lebih dari itu, Duta Lingkungan SMAN 53 Jakarta juga bisa menjadi narasumber di acara-acara KOPHI untuk menginisiasi teman-teman pelajar lainnya,“ ujar Nindy Imas, selaku Ketua Acara KOPHI Goes To School  (14/05/2016).

Adapun siswa yang terpilih Duta Lingkungan SMAN 53 Jakarta, Luthfiah Priti Utami. Setelah terpilih sebagai Duta Lingkungan SMAN 53 Jakarta, Luthfiah Priti Utami mengaku akan mulai menggalakkan program disiplin pemilahan sampah kepada seluruh siswa. Program ini sejalan dengan perannya sebagai Duta Bank Sampah SMAN 53 Jakarta.

Nindy juga menambahkan bahwa dirinya bersama rekan-rekan KOPHI optimis jika acara KOPHI Goes To School dapat dilakukan di berbagai sekolah lainnya. Semakin sering edukasi yang dilakukan pada banyak pelajar, maka semakin kuat bekal generasi penerus untuk menciptakan kondisi Indonesia yang ramah lingkungan. (Dian/BL)
-->

Mr Jali Sang Juru Kunci Gunung Leuser

Mr Jali, Sang Juru Kunci Gunung Leuser. Foto :  Arsadi Laksamana/Beritalingkungan.com

ACEH, BERITALINGKUNGAN.COM- Unik, menyenangkan dan kaya pengalaman adalah kesan pertama saat bertemu Mr Jali. Lelaki berusia sekitar 50 tahun itu adalah guide senior para pendaki yang ingin ke puncak Leuser. Dikalangan para pendaki ia telah cukup dikenal, bukan hanya oleh pendaki di Indonesia, namun juga oleh para pendaki dunia.

"Saya tidak bisa membaca apalagi menulis, tapi saya bisa bahasa inggris" kata Mr Jali. Tas rensel besar membuat tubuhnya yang kekar berotot nampak kerdil namun terlihat penuh tenaga, kekuatannya bahkan bisa mengalahkan kemampuan anak muda. Kalau dihitung berapa kali sudah ia mendaki puncak Lueser, jawabanya mungkin sudah ratusan kali. Mendaki puncak Leuser bukanlah perkara mudah, butuh waktu hingga 15 hari dengan medan yang berat, selain dibutuhkan stamina prima juga mental yang kuat.

Hutan Leuser memiliki dua puncak, yaitu puncak Leuser dengan ketinggian 3.119 dan puncak tinggi Lauser 3.404, hutan ini merupakan Taman Nasional lewat diterimanya warisan hutan hujan tropis Sumatera ke daftar situs warisan dunia pada tahun 2004, membuat hutan ini masuk dalam daftar situs warisan dunia oleh UNESCO, kekayaan yang dimiliki Leuser merupakan aset Indonesia. Hutan ini telah menjadi perhatian dunia karena kelestariannya mulai terancam, jalur pendakian gunung Leuser merupakan jalur terpanjang di Asia Tenggara.

Nama asli Mr Jali adalah Rajali, ia punya cerita kenapa dipanggil Mr Jali, tahun 1981 tepatnya tanggal 15 juli 1981 saat ia mulai membuat sejarah baru di kaki gunung Leuser, berbekal pengalaman sebagai petani kebun tembakau, ia membawa turis berkebangsaan Malaysia untuk mengelilingi lembah Leuser dalam sebuah penelitian tentang berbagai macam burung yang ada dilembah Leuser, waktu itu ia hanya membawa peralatan seadanya dan jauh dari standar peralatan petualang alam bebas, memakan waktu tiga hari Mr Jali sukses mengantar turis tersebut mencapai tujuannya.

Dengan pengalaman dan perlengkapan seadanya Mr Jali membangun tenda dari plastik hitam untuk berteduh dari hujan serta hawa dingin lembah Leuser. Dari situ ia mulai menjadi guide, saat datang permintaan menjadi guide dari dua jurnalis berkebangsaan inggris bernama Siemen dan David untuk melakukan penelitian tentang semua satwa yang ada di lembah Leuser, dia dipanggil Mr Jali karena nama Rajali terlalu panjang, dari situlah awal nama Mr Jali melekat padanya. Kedua jurnalis itulah yang mengenalkan Mr Jali ke dunia internasional sebagai guide Leuser lewat brosur serta informasi dari mulut kemulut. Tahun 1987 Mr Jali membuka jalur pendakian ke puncak tertinggi di Sumatra itu.

Saat ulang tahun kemerdekaan RI ke 42, Mr Jali menjadi guide team ekpesidisi Mapala Kompas USU Medan, jauh sebelumnya jalur pendakian Leuser dinding tenggara pernah dilakukan oleh Wanadri pada tahun 1984. Dan kembali dirintis oleh Mr, Jali pada tahun itu.

Lahir dan dibesarkan di kaki gunung Lueser, Mr Jali mungkin adalah sosok Tarzan di dunia nyata, kedekatannya dengan hutan Leuser membuat dia hafal seluk-beluk lika liku hutan Leuser, ia hafal prilaku hewan-hewan di dalamnya bahkan ia juga hafal jenis jenis tumbuhannya, kemampuannya ini membuat ia juga dijuluki "kamus berjalan" menyangkut Leuser dan isinya. 

"Tidak akan ada yang bisa memecat saya, kecauli Tuhan" kata Mr Jali. Selain menjadi penunjuk arah, ia juga mendirikan pondok di kaki gunung Leuser, tepatnya di Keddah, ia beri nama Rain Forest Lodges Keddah dulu ketika tahun 1995. Awalnya hanya berjumlah 25 kamar, namun saat konflik semua kamar itu di bakar orang tidak dikenal. Saat itu ia sempat down, pondok yang susah payah ia bangun dengan meminjam uang pada sebuah Bank, hangus seketika. Namun bantuan datang, seorang temannya, pendaki asal Jerman yang hobi mendaki gunung memberikan bantuan uang Rp 80 juta. Pada 2002 ia kembali membangun pondoknya selanjutnya 2008 pondoknya mulai ramai dikunjungi para pendaki.

Pondok Mr Jali, kerap dikunjungi para pendaki, kebanyakan berasal dari luar negeri, setiap pengunjung yang datang, diminta mengisi buku tamu dan menuliskan pesan dan kesan, berbagai komentar positif ditulis pengunjung, semuanya memuji Mr Jali, kebaikan, sifat humoris, stamina dan pengetahuan menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung. Membaca buku pesan dan kesan itu membuat kita tersenyum, seorang pendaki asal Austria bahkan menuliskan Mr Jali adalah "the real Tarzan" ungkapan yang menyiratkan kekagumannya terhadap Mr Jali.

Ayah dari enam orang anak ini sama sekali tidak pernah menggunakan alat navigasi dan standart keamananan saat menemani para pendaki ke puncak Leuser, sebenarnya banyak guide-guide di kawasan hutan Leuser lainnya terutama di kawasan Wisata Ketambe, di kaki gunung Leuser banyaknya turis lokal dan manca negara mengunjungi Leuser menjadi guide merupakan salah satu pilihan untuk mengais rezeki. 

Mr Jali sering diundang ke berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga ke Papua karena pengalamannya, ia dianggap big bosnya para guide di Lueser. Bukan itu saja, kini ia telah mendidik 25 orang guide di tempatnya, desa Keddah, usahanya itu kini telah membuahkan hasil, anak-anak didiknya saat ini telah mampu menemani para pendaki yang datang dan sangat dapat diandalkan. 

"Kita hanya terkendala lisensi atau sertifikat mereka sebagai guide, seharusnya mereka mendapatkan itu semua, namun sayangnya kita kesulitan mendapatkannya," kata Mr Jali. Seharusnya para guide binaan Mr Jali mendapatkan pelatihan dari pihak pemerintah atau pihak terkait. 

"Kalau saya ada sertifikat, lalu bagaimana dengan mereka, peran guide sangat penting,"ungkapnya.
Mr Jali selain menjadi guide ia juga dianggap sebagai guru alam bagi ribuan sarjana yang membutuhkan informasi tentang jutaan kekayaan hutan Leuser, baik dalam maupun Luar negri, ini dapat dilihat dalam buku tamunya, tidak sedikit para kandidat doktor juga masih membutuhkan jasa dan pengetahuannya. Bagi sebagian para pencinta Alam, Mr Jali juga disebut sebagai juru kunci gunung Leuser.

Apa yang dilakukan Mr Jali berdampak pada penghasilan masyarakat setempat, terutama bagi 25 orang guide binaan Mr Jali, para pendaki, terutama yang dari luar negeri dengan pelayanan jasa maksimal sebagai penunjuk jalan serta pembawa perbekalan para guide dan para porter akan mendapatkan bayaran yang tinggi, untuk sekali pendakian, guide dibayar Rp 150.000, dan forter Rp 100.000 perhari, jika menuju puncak, mereka akan menemani para pendaki hingga 15 hari. 

"Kalikan saja berapa yang mereka dapat, apalagi kalau banyak pendaki yang datang," kata Mr Jali, ia juga menambahkan setiap bulannya pasti ada pendaki atau turis yang datang, para pendaki kerap memberi tips lebih bahkan hingga jutaan.

"Ini adalah salah satu cara, menjaga hutan Lueser dan meningkatkan ekonomi masyarakat disekitar Taman Nasional" kata Mr Jali, seraya menambahkan, dengan penghasilkan yang mereka dapat, maka masyarakat sekitar tidak akan terpikir lagi menebang hutan. 

Ketika ditanya apakah ada bantuan pemerintah setempat terhadap upayanya itu Mr Jali hanya tersenyum penuh arti " Sebenarnya kita sudah sering menyampaikan, terutama ketika para bapak pejabat berkunjung ke pondok, tapi hingga kini belum ada, tapi saya sudah sangat merasa senang mereka datang ke pondok," sebut Mr Jali. 

Harapan Mr Jali, pemerintah membantu prasarana jalan ke pondoknya, sehingga selain pendaki, masyakat biasa juga ikut berkunjung.

"Kalau ada jalan bagus, aliran sungai bisa dijadikan jalur arung jeram, bisa dibuat cubbing, anak-anak sekalipun bisa bermain, dan ada guidenya yang menjaga stanby sehingga aman, nanti disepanjang sungai kita buat kantin kantin, masyakat setempat bisa jualan, anak bermain di sungai, orang tua duduk di kantin, pemerintah dapat PAD, ekonomi masyarakat meningkat, hutan terjaga" harap Mr Jali, konsep yang sederhana, namun entah kenapa begitu sulit diwujudkan. ( Arsadi Laksamana)
-->

Top