Lain Negara, Beda Duit Bencana

JENEWA, BL, Philipina berhasil mendesak pemerintahnya agar mau menyediakan dana bagi pengurangan risiko bencana, saat ini Philipina mengalokasikan 5% dari seluruh anggarannya untuk pengurangan risiko bencana. Demikian Loren Legarda, Senator Philipina dalam kesempatannya dalam World Debate yang diselenggarakan BBC dalam event Global Platform di Geneva kemarin.

Garda merinci, bahwa dana-dana tersebut disebar ke berbagai departemen, misalnya departemen pendidikan mengalokasikannya untuk membangun sekolah-sekolah yang lebih aman dari ancaman bahaya bencana serta mendidik anak-anak sekolah dasar untuk siap menghadapi bahaya. Ini dilakukan sampai ketingkat provinsi. Garda menambahkan, bahwa bagi Philipina, dana pengurangan risiko bencana adalah sebuah investasi untuk masa depan.

Sementara di tempat terpisah, dalam presentasinya di diskusi panel tingkat tinggi, Harry Azhar Azis, Komisi Anggaran DPR RI mempresentasikan bagaimana pengelolaan anggaran bencana di Indonesia. Indonesia sendiri hanya menyediakan anggaran 0,2% dari total anggaran pembangunannya untuk penanganan bencana. Selain dana yang dialokasikan secara khusus, tiap Departemen di Indonesia juga memiliki pos anggaran sendiri untuk tanggap darurat bencana. Demikian paparan Harry dalam kesempatan diskusi panel yang digelar di Global Platform.

Berbeda dengan Harry, Sugeng Triutomo- Deputy Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) - justru menyoroti anggaran untuk pengurangan risko bencana. Menurutnya,
Indonesia justru jauh lebih besar dana-dana untuk mengurangi risko bencana. Karena dana-dana tersebut tersebar di 17 Departemen, misalnya Departemen Pendidikan, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Departemen Sosial, Departemen Kesejahteraan Masyarakat, dll. “Mungkin lebih dari 10% dana yang dialokasikan untuk pengurangan risiko bencana,”jelas Sugeng.

Lebih jauh Sugeng menjelaskan bahwa dana-dana tersebut penggunaannya bisa macam-macam, misalnya di Departemen Pendidikan, ada dana yang dialokasikan untuk pengembangan sekolah aman, pelatihan-pelatihan tentang pengurangan risiko bencana yang diadakan oleh tiap Departemen. (Trinimalanigrum/ANTON/JENEWA)
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: