Pengeloaan Air Terpadu, Tema Hari Air Sedunia 2009

HARI Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret. Peringatan ini merupakan wahana memperbarui tekad kita untuk melaksanakan Agenda 21 yang dicetuskan pada tahun 1992 dalam United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) yang diselenggarakan di Rio de Janeiro, atau secara populer disebut sebagai Earth Summit.
Hari Air Dunia mulai diperingati sejak tahun 1993 oleh negara-negara anggota PBB. Setiap tahunnya, pada Hari Air Sedunia terdapat tema khusus agar menjadi perhatian bagi warga dunia tentang betapa pentingnya air sebagai sumber kehidupan.


Tema Hari Air Dunia
Tema Hari Air Dunia (World Water Day – WWD), setiap tahun ditetapkan
oleh PBB berganti-ganti, sesuai dengan isu sumber daya air yang
dianggap penting pada saat itu dan perlu mendapatkan perhatian dunia.
1994: “Caring for Our Water Resources is Everyone’s Business” (Peduli
akan Sumberdaya Air adalah Urusan Setiap Orang);
1995: “Water and Woman” (Wanita dan Air);
1996: “Water for Thirsty City” (Air untuk Kota-kota yang Kehausan);
1997: “The World’s Water: is There Enough ?” (Air Dunia: Cukupkah ?);
1998: “Groundwater – the Invisible Resource” (Air Tanah Sumber Daya
yang Tak Terlihat);
1999: “Everyone Lives Downstream” (Setiap Orang Tinggal di Bagian Hilir);
2000: “Water for 21st Century (Air untuk Abad 21);
2001: “Water for Health” (Air untuk Kesehatan);
2002: “Water for Development “ (Air untuk Pembangunan);
2003: “Water for Future” (Air untuk Masa Depan);
2004: “Water and Disasters” (Air dan Bencana);
PBB dalam Sidang Umum ke-58 bulan Desember 2003 menetapkan,
“international Decade for Action; Water for Life 2005 – 2015”.
Tema-tema HAD dalam satu dasawarsa tsb. mendukung “Water for Life”.
2005: “Water for Life” (Air untuk Kehidupan);
2006: “Water and Culture” (Air dan Budaya);
2007: “Coping with Water Scarcity” (Mengatasi Kelangkaan Air).
2008: “Sanitation” (Sanitasi) untuk mendukung INTERNATIONAL YEAR OF SANITATION
2009 : Transboundary Water management "pengelolaan air terpadu"

Asep Saefullah
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: