BMKG: Isu Akan Terjadi Gempa Susulan Dasyat Tidak Benar

Pasangan Nita dan Abdul tetap melangsung pernikahan beberapa hari setelah gempa mengguncang Padang dan sekitarnya. Foto : Beritalingkungan.com/Marwan Azis.
PADANG, BL- Badan Meteolorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu gempa bumi susulan berkekuatan dasyat lebih dari 8 SR di sekitar Sumatera Barat yang ikuti tsunami.

 “Itu isu merupakan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,”kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Padang Panjang M. Taufik Gunawan. “Potensi gempa di sepanjang pantai barat itu ada, tapi kapan waktunya secara pasti tidak perlu dipercayai,”tambahnya.
 
Menurut Taufik Gunawan, hingga saat ini belum ada peralatan dan teknologi apapun yang dapat memprediksi kapan terjadinya gempa bumi. Oleh karena itu, masyarakat Padang dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terlalu khawatir.

Isu tersebut kata Taufik sempat menjadi pembahasan rapat koordinasi tim penanggulangan bencana Sumbar kemarin malam. Bahkan, masyarakat yang menghuni pesisir pantai Sumbar memilih tidur di luar rumah karena cemas dengan isu yang berkembang.

Meskipun demikian, Taufik mengakui, Daerah Sumatera merupakan daerah yang rawan gempa, karena mempunyai dua resiko gempa, pertama yang berasal dari Samudera Indonesia (sebelah barat Sumatera) yang merupakan daerah pertemuan Lempeng Indoaustraliasia dan Lempeng Eurasia. Kedua, berasal dari sistem patahan Sumatera yang membujur dari Aceh sampai ke Lampung yang membuat daerah-derah tersebut sering terjadi gempa bumi.

Berhubung gempa bumi belum dapat diprediksi, maka apabila terjadi gempa bumi besar masyarakat harus segera menyelamatkan diri dengan cara keluar rumah dan mencari perlindungan pada tempat yang aman serta menghindar dari reruntuhan yang mungkin terjadi.

Bagi masyarakat pesisir pantai apabila terjadi gempa bumi besar (rumah hancur, orang susah berdiri, getaran gempa lebih dari satu menit) diimbau segera menghindar dari pantai ke tempat ketinggian atau tempat evakuasi yang telah ditentukan.

Dalam kesempatan tersebut pertemuan dengan wartawan di Media Centre BNPB kemarin, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika meralat kekuatan gempa Sumatera Barat pada tanggal 30 September 2009, yang sebelumnya sempat diberitakan media 7,6, kemarin direvisi menjadi 7,9 SR.(Marwan Azis)
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: