Upacara Bendera Dilanjutkan Trauma Healing di SDN 27

Anak-anak sekolah korban gempa di Padang Pariaman, tetap melanjutkan proses belajar meski sekolah mereka sebagian telah hancur akibat gempa yang melanda Sumatera Barat beberapa waktu yang lalu.
PADANG PARIAMAN, BL- Gempa bumi yang telah meluluhlantakkan sekolah-sekolah, ternyata tidak menurunkan semangat para guru dan siswa untuk terus melanjutkan kegiatan belajar dan mengajar. Guru-guru dan siswa SDN 27 Ambung Kapur, Sungai Sarik, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman tetap bersemangat untuk belajar.

Upacara bendera tetap dilaksanakan setiap hari Senin. Senin (19/10) pagi, guru dan siswa SDN 27 melaksanakan upacara bendera di lapangan depan sekolah darurat mereka. Yang menjadi pembina upacara adalah Kepala Sekolah SDN 27, Ibu Deliati, AMa. Pd.

Pada kesempatan itu, Deliati tetap menyemangati guru dan siswa meskipun mereka harus mengajar dan belajar di sekolah darurat. "Ibu ingin kita tetap semangat untuk belajar. Sekolah (darurat) ini insya Allah cukup memadai sebagai tempat belajar dan bermain kita," kata Deliati.

"Bersyukurlah kepada Allah, bahwa ACT bersama mitra-mitranya masih mau membantu kita agar kita terus dapat bersekolah. Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah memperhatikan pendidikan anak-anak kami," kata Deliati.

Terapi Trauma Healing

Setelah upacara bendera, murid SDN 27 sempat menjalani terapi trauma healing. Tim terapi yang dipimpin oleh Insan menyuguhkan berbagai permainan sederhana, sulap, dan The Master yang mampu membuat anak-anak tertawa lepas sebelum trauma healing.

Ketika trauma healing, anak-anak dan guru berperan aktif agar trauma mereka hilang dan tidak takut lagi terhadap bencana terutama gempa bumi.

Tim terapi trauma healing akan terus mengadakan roadshow baik ke sekolah-sekolah, masjid-masjid, dan komunitas-komunitas lainnya agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya seperti biasa (Marwan Azis)
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: