Wapres Minta Presiden Keluarkan Instruksi Tanggap Darurat Padang

JAKARTA, BL - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan instruksi terkait penanggulangan bencana gempa bumi Padang.

Hal tersebut disampaikan Wapres dalam laporannya kepada Presiden di ruang VVIP Base Ops Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (1/10) siang.

Melalui instruksi tersebut, Presiden diharapkan bisa lebih cepat menangani masalah-masalah yang terkait dengan pemulihan kondisi di Provinsi Sumatera Barat pascagempa kemarin.

Menurut informasi yang diterima Kompas di Base Ops Halim Perdanakusuma dari sumber yang mengikuti rapat, Wapres menyatakan, jika memang keputusan presiden sulit dikeluarkan, maka lebih baik Presiden mengeluarkan instruksi presiden.

"Supaya penanganan cepat di lapangan, Presiden sebaiknya keluarkan instruksi presiden, untuk keadaan mendesak. Kalau keppres, bisa menimbulkan masalah," saran Wapres Kalla  seperti dilansir Kompas.

Sementara itu, dalam rapat yang dilakukan sesaat setelah Presiden mendarat di Halim Perdanakusuma itu, Menko Kesra Aburizal Bakrie melaporkan kondisi terakhir gempa di Padang melalui telepon selulernya. Komunikasi Ical disampaikan melalui telepon kepada Mensesneg Hatta Rajasa. Oleh Hatta, telepon itu diberikan kepada Presiden yang kemudian mendekatkan ke mikrofon sehingga laporan Ical bisa didengar semua peserta rapat.

Dalam laporannya, Ical menyampaikan bahwa dirinya baru sampai di Padang dan belum menuju ke Padang Pariaman yang mengalami kerusakan parah akibat gempa. "Kondisi Padang kacau karena listrik masih padam. Akibatnya, selain alat-alat elektronik belum bisa digunakan, juga terjadi kemacetan di kota. Cuaca juga masih belum baik," ujar Ical sebagaimana ditirukan sumber tersebut.

Dalam laporan terungkap juga jumlah korban bertambah dari sebelumnya 75 orang jadi 79 orang. Dipastikan, masih banyak korban yang tertimbun puing-puing gedung.

Sementara itu, rencana keberangkatan Presiden ke Padang masih simpang siur. Sebelumnya, sempat diberitakan bahwa Presiden urung berkunjung ke lokasi gempa. Namun, wartawan yang semula hendak pulang kemudian diminta bergeser ke ruang VIP Bandara Halim. Seandainya jadi berangkat, Presiden akan menggunakan pesawat Airbus milik Garuda.
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: