Pencarian Reni Dihentikan Sementara

Gn. Cikuray
Gunung Cikuray, Garut. Foto : iatmi-cirebon.org

GARUT, BL - Pencarian terhadap Reni Komalasari, 18 tahun, pendaki asal Tangerang, Banten, yang hilang di Gunung Cikuray Kabupaten Garut, Jawa Barat, sejak 20 Desember 2009, dihentikan sementara. “Semua tim pencari sudah kita tarik,” ujar Kepala Kepolisian Resor Garut Ajun Komisaris Besar Polisi Amur Chandra Juli Buana, di aula pemancar Indosiar – Cilawu, Kamis (21/1).

Pasalnya, selama tujuh hari Tim SAR yang terdiri dari para pendaki, personel Polres Garut, Brimob Polda Jabar, dan masyarakat, tidak berhasil menemukan keberadaan Reni. Padahal, segala arah sudah disisir oleh tim pencari. Namun jejak Reni tidak ditemukan.

Lebih jauh, Amur menambahkan, pihaknya akan melakukan analisa dan evaluasi pencarian yang telah dilakukan sejak Jumat (15/1) lalu. Hasil kajian itu akan menjadi pedoman dalam melakukan langkah selanjutnya. “Paling cepat 2 – 3 hari ke depan, kita bisa memastikan apakah pencarian korban akan dilakukan kembali,” ujarnya.

Sebelumnya, tim penyelamat menduga korban jatuh ke dalam jurang karena di lokasi yang tidak jauh dari tempat Reni terakhir terlihat, ditemukan bekas kaki dan longsoran tanah terseret ke dalam jurang. Namun setelah ditelusuri, di jurang sedalam 300 meter, tidak ditemukan keberadaan korban.

Lamanya pencarian korban diakibatkan oleh medan yang cukup berat. Gunung setinggi 2.820 meter dari permukaan laut itu, memiliki tebing dan jurang yang cukup dalam. Selain itu, cuaca di sekitar lokasi pun kerap diselimuti kabut tebal.

Reny merupakan warga Jalan Maulana Hasanudin RT 04/03, Cipondoh Makmur, Kabupaten Tangerang, Banten. Ciri-ciri fisiknya di antaranya memiliki perawakan sedang, rambut lurus sebahu, kulit sawo matang, memiliki tahi lalat di atas bibir bagian kanan, serta bertindik di bagian hidung. Terakhir, Reny mengenakan pakaian warna merah dan sweater colat, celana jeans, dan hanya beralas kaki sendal jepit.

Reni berangkat mendaki bersama 12 teman lainnya pada 18 Desember 2009. Rombongan tersebut pulang ke Tanggerang pada tanggal 20 Desember 2009. Koban terpisah dengan tiga rekannya akibat kelelahan. Lalu, Asep –salah seorang teman-- berusaha untuk mencari air. Begitu naik lagi ke atas korban sudah tidak ada di tempat. Di cek ke rumahnya di Tangerang juga tidak ada.

Pendakian yang dilakukan Reni dan teman-temannya dinilai ilegal oleh Perum Perhutani Garut. Soalnya kegiatan mereka tanpa dilengkapi surat pemberitahuan. Apalagi kawasan gunung Cikuray, bukan tempat yang sering di daki.

Iwan (45), ayah korban, hanya bisa pasrah mendengar pencarian anaknya dihentikan. Dia mengaku pernah mendaki gunung Cikuray bersama warga setempat saat mencari anaknya. Namun keberadaan Reni tidak ditemukan. “Saya harap pencarian bisa dilanjutkan lagi biar ada kepastian soal nasib anak saya,” ujarnya lewat telepon. (Jekson Simanjuntak)
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: