Air Keran Sembilan Prefektur Jepang Tercemar

Penduduk yang diungsikan dari wilayah di sekitar fasilitas nuklir Fukushima yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan 8,9 skala Richter, Jumat (11/3) Prefektur Fukushima, Jepang, dicek apakah terkena kontaminasi radiasi atau tidak. Foto: IST/AP.
Penduduk yang diungsikan dari wilayah di sekitar fasilitas nuklir Fukushima yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan 8,9 skala Richter, Jumat (11/3) Prefektur Fukushima, Jepang, dicek apakah terkena kontaminasi radiasi atau tidak. Foto: IST/AP.
 
 
TOKYO, BL- Krisis nuklir akibat bencanagempa disertai Tsunami di Jepang kian mengkhawatirkan. Sejumlah jejak zat radioaktif terdeteksi dalam sampel air keran di sembilan prefektur pada Ahad dan Senin (21/3) ini.

Namun, semuanya masih berada di bawah batas aman yang ditetapkan otoritas nuklir setempat.
Sampel yang dikumpulkan pada Ahad kemarin, menurut survei nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, menunjukkan baik radioaktif iodin dan cesium ditemukan di Tochigi dan Gunma. Sedangkan di Saitama, China, Tokyo, Kanagawa, Niigata dan Yamanashi hanya ditemukan kontaminasi zat iodin.

Di Prefektur Fukushima, tempat pembangkit listrik tenaga nuklir Daiichi, pemerintah setempat mengatakan iodin ditemukan dalam sampel yang diambil pada pukul 08.00 waktu setempat Senin ini. Yamanashi masuk daftar terakhir terkontaminasi yodium radioaktif, walaupun tidak tercantum dalam hasil survei sebelumnya yang didasari pengambilan sampel, dua hari lalu.

Zat cesium dideteksi dalam sebuah sampel di Tokyo pada Sabtu. Namun tidak pada hari berikutnya. Sedangkan di Gunma, kontaminasi cesium terdeteksi pada Ahad, walaupun Gunma tidak termasuk dalam daftar survei sebelumnya.

Di Fukushima, menurut pemerintah setempat, kontaminasi yodium sebesar 23 becquerel (satuan untuk tingkat keradioaktifan) ditemukan dalam satu kiloliter air. Sementara di beberapa prefektur lainnya, menurut hasil perhitungan pemerintah, terdapat 10 becquerel yodium dalam satu kiloliter air di Tochigi, sejumlah 5,9 becquerel di Gunma, 2,9 becquerel di Tokyo, dan 3,6 becquerel di Niigata. Sedangkan untuk cesium, sejumlah 2,8 becquerel ditemukan di Tochigi dan 1,2 becquerel di Gunma.

Komisi Keselamatan Nuklir Jepang menetapkan batasan aman untuk iodin sebesar 300 becquerel per kiloliter air dan 200 becquerel untuk cesium. Akibat kerusakan yang disebabkan gempa besar pada 11 Maret lalu, penelitian kini dilakukan di berbagai wilayah. Sementara Prefektur Fukushima mempublikasi data berdasar hasil penelitiannya sendiri.(Ant/BEY/Metro)
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: