Gaya hidup ramah lingkungan bagi Pecinta Alam

Contoh pendaki ramah lingkungan, selalu menyediakan kantung sampah ketika mendaki. Foto : Marwan Azis/Beritalingkungan.com
Contoh pendaki ramah lingkungan, selalu menyediakan kantung sampah ketika mendaki. Foto : Marwan Azis/Beritalingkungan.com



Oleh : Bibong Widyarti *
Sebagai individu yang hidup diperkotaan dengan proses modernisasi yang cepat terjadi perubahan dari waktu ke waktu, tentunya tidak lepas dari lingkungan hidup di sekitar kita , di sekolah , kampus , kantor , bahkan yang terutama lingkup kecil kita yaitu rumah.

Pembangunan yang berjalan cepat ternyata tidak dapat membendung proses kerusakan dan degradasi lingkungan yang berakibat sistem penunjang kehidupan alami yang ada sekarang ini terancam serius dengan rusaknya lapisan ozon , naiknya suhu bumi dan permukaan laut , perubahan cuaca secara global , meningkatnya banjir , berkurangnya luas areal hutan , berkurangnya volume air , berkurangnya keanekaragaman hayati , meningkat serta meluasnya pencemaran air , tanah dan udara.

Mungkin tempat yang biasa kita daki dan kunjungi , telah berubah dalam hitungan waktu yang singkat bahkan yang paling menyedihkan semua itu sudah tidak ada lagi. Apa yang terjadi sebenarnya?  Kerusakan lingkungan terus berlangsung dalam skala yang menakutkan. Banyak pihak yang menyadari apa yang sedang berlangsung hanya kadangkala tidak menyadari apa yang dapat kita lakukan sebagai konstribusi.

Ada banyak hal yang dapat kita lakukan dan kontribusikan sesuai dengan peran kita , apakah sebagai pelajar , anggota keluarga , mahasiswa-mahasiswi ataupun anggota masyarakat , dimana kita sebagai individu sama-sama mempunyai tanggungjawab yang tentunya tidak lepas dari kelangsungan hidup anak cucu dan bumi kita , yang mana semua itu akan menentukan bagaimana kualitas kehidupan mereka kelak. Tidak adil rasanya bila kita banyak mengambil sesuatu yang seharusnya merupakan hak mereka seperti air , kualitas udara , keragaman makhluk hidup dll.
Misalnya:
  • Penggunaan air misalnya kalau sekarang kita boros menggunakannya tentu cadangan untuk mereka menurun dari segi kualitas maupun kwantitas ,
  • Keragaman Hayati baik flora dan fauna , semua akan berkurang bahkan lenyap bila kita bersikap tidak bijaksana.
  • Begitupun pola kosumsi kita akan membentuk serta menjadi contoh dan berdampak para generasi penerus kita kelak.
Pecinta Alam mempunyai arti yang luas sekali , peka dengan apa yang terjadi dengan lingkungan disekelilingnya dan banyak sekali hal yang dapat kita lakukan dan pelajari dari alam berdasarkan nilai-nilai kehidupan yang diyakini misalnya menghargai , mengasihi , menyayangi , peduli pada semua makhluk ciptaan Tuhan dimuka bumi ini. 

Dimanapun kita berada maka kita tidak akan merusak lingkungan hidup , baik itu dengan cara yang paling sepele misalnya mencoret2 / menggoreskan sesuatu dipohon2 dan tempat memorial lainnya, menebang tumbuhan disekitar, ataupun hanya sekedar meninggalkan bekas bungkus mie instant dan batu baterai bekas senter yang telah kita gunakan saat melakukan perjalanan pendakian.

Kualitas lingkungan merupakan tanggungjawab kita bersama. Lakukan semua dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab bahwa itu bukan milik kita tetapi juga hak dari anak cucu kita sebagai penerus.

Tumbuhan yang kita tanam misalnya belum tentu kita yang nikmati tetapi mereka yang akan menikmati sebagai penyejuk & peneduh.

Kehidupan kita saat ini detik demi detik juga tak bisa lepas dari berbagai paparan zat-zat kimia beracun yang tidak dapat kita hindari.

Cara hidup ramah lingkungan merupakan satu bentuk sikap dan pilihan yang dapat kita lakukan , dapat dilakukan dengan cara menggunakan produk yang ramah lingkungan dimana kita dapat turut serta menjaga kualitas lingkungan sehingga tidak menjadi lebih buruk dan mengurangi paparan pencemar tersebut.

Gaya hidup ramah lingkungan mencakup semua hal penting yang berhubungan dengan sikap dan pola konsumsi yang bersifat ramah lingkungan.

Penggunaan produk ramah lingkunganpun luas sekali cakupannya mulai dari pemilihan yang secara individual , skala rumah tangga hingga skala besar , misalnya :konsumsi kertas tissue , penggunaan kertas ; batubaterai ; pembungkus plastik ; perlengkapan elektronik yang hemat energi ; konsumsi air ; cara pencucian dan pemilihan cairan pembersih rumah tangga ; pemilihan dan cara penanggulangan hama di sekitar rumah , areal pertanian dan perikanan ; penggunaan pupuk ; pemilihan material bangunan ; wadah penyimpanan ; pemilihan kosmetik perawatan rambut ,tubuh , wajah ; dan pemilihan bahan pangan.

Banyak hal – hal kecil dan sederhana yang dapat kita lakukan misalnya : penanaman pohon tahunan ; hemat dan daur ulang dalam penggunaan air ; pengelolaan sampah ; pemilihan bahan bahan yang dapat Reuse , Refill , Recycling , Reduse .

Semua pilihan ada ditangan Anda .
Mulailah dari diri sendiri, buatlah suatu perbedaan dan lakukan mulai dari hal kecil dan sederhana.

* Penulis adalah aktivis lingkungan yang berdomisili di Bogor.
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: