Menteri ESDM Puji Reklamasi Eks Tambang NMR

ilustrasi Istimewa.
ilustrasi Istimewa.
MANADO, BL- MENTERI Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Sahedy Saleh meninjau langsung dua lokasi pertambangan di Sulawesi Utara, PT Maeras Soputan Mining (MSM) dan PT Newmont Minahasa Raya (NMR), Selasa (10/5) lalu.  

PT MSM yang wilayahnya mencakup Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung, sampai kini baru tahap ekplorasi. PT NMR letaknya di Kabupaten Minahasa Tenggara sejak 2006 lalu telah menutup tambangnya, dan sudah selesai tahapan reklamasi lahan eks pertambangan, kini lokasinya telah diserahkan kembali ke pemerintah.
Eks lokasi tambang PT NMR dijadikan tempat kunjungan pertama. Dengan menumpang Helikopter milik Polda Sulut, Darwin mendarat di pantai Lakban, Ratatotok. Rombongan dijemput tim dan diarahkan menuju ke lokasi. Didampingi Sekprov Sulut Ir Rachmat Mokodongan, Bupati Minahasa Tenggara Telly Tjanggulung melihat langsung bekas lokasi tambang PT Newmont Minahasa Raya di kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara, Sulut.
Dari Ratatotok, menteri menuju ke Likupang, Kabupaten Minahasa Utara melihat tahapan eksplorasi yang sedang dilaksanakan PT MSM. Setelah melihat-lihat kedua lokasi ini, eks lokasi tambang PT NMR mendapat perhatian. ‘’Saya sudah lihat penghijauan disana. Dapat dilihat dengan jelas itu berhasil,’’ kata Darwin.
Lokasi eks PT NMR sebelum dijadikan lahan pertambangan dan sesudah dijadikan lahan pertambangan menjadi lebih hijau berdasarkan data saat dipantau dari udara melalui Helikopter. Karena itu dia berharap agar lokasi eks PT NMR bisa menjadi paru-paru dunia.
Melihat potensi yang ada, bupati Minahasa Tenggara Telly Tjanggulung mengusulkan untuk dialihkan namanya menjadi kebun raya, yang langsung mendapat respon dari menteri. ‘’Hal ini nantinya saya akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk untuk mengusulkan kepada presiden. Lebih bagus lagi presiden datang berkunjung lokasi tambang yang sudah menjadi hutan,’’ ungkapnya.
Humas PT NMR, Preety Mamonto menjelaskan, areal yang dimanfaatkan sebagai lokasi tambang sebesar 180 hektar. Pasca penutupan tambang tahun 2006, lokasi tersebut direklamasi untuk dikembalikan seperti semula saat sebelum pertambangan. ‘’Lahan sebesar 180 hektar sudah dihijaukan. Pohon yang ditanam sudah tumbuh lebat dan tertata dengan baik. Hutan ini juga sudah dihuni kembali oleh berbagai jenis hewan langka,’’ kata cewek cantik ini. (Tommi Hamel).       
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: