Tak Ada Kasus Minamata di Ratatotok

Ilustrasi/Admin (Shutterstock).
Ilustrasi/Admin (Shutterstock).
MANADO, BL- PT Newmont Minahasa Raya (NMR) telah mengakhiri masa beroperasinya sejak 2006. Tapi ada sejumlah kekawatiran warga sekitar lokasi tambang, terutama wilayah pesisir apakah akan terjadi penyakit Minamata atau tidak pada tahun-tahun mendatang? Sebab, berkaca pada kasus Minamata nanti puluhan tahun baru terungkap. Ada logam berat berasal dari aktifitas pertambangan yang masuk ke lingkungan, lalu masuk ke manusia.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Sahedy Saleh memperkirakan kecil kemungkinan kasus Minamata akan terjadi di Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara. ‘’Melihat perkembangan lokasi pasca penutupan tambang yang bertanggung jawab, saya kira 10-20 tahun kedepan kecil kemungkinan kasus minamata terjadi di Ratatotok, Sulut,’’ sebutnya.
Kalau memang nantinya kasus Minamata terjadi, maka hukum yang akan langsung memprosesnya. ‘’Tapi jangan asal menuding siapa penyebabnya. Kalau saya lihat disini juga banyak tambang rakyat,’’ katanya.
Untuk diketahui, saat masih beroperasi PT Newmont Minahasa Raya memanfaatkan Teluk Buyat sebagai tempat pembuangan Tailing (limbah pertambangan). Kini ratusan ton Tailing pasca berakhirnya masa operasi PT NMR telah berinteraksi dengan laut. Selain aktifitas PT NMR, wilayah Ratatotok sudah sejak lama ada tambang rakyat. (Tommi Hamel).
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: