Perang Kata Amerika-China Dimulai

Suasana COP 17 di Durban. Foto: iisd.ca
Suasana COP 17 di Durban. Foto: iisd.ca

DURBAN, BL-Pernyataan dan persyaratan  China terhadap protokol baru yang mengikat para pihak dalam konvensi perubahan iklim, mengundang reaksi balasan dari Amerika.

Pekan lalu, Ketua Tim Negosiator China pada COP17  Xie Zhenhua menyatakan, negaranya siap berkomitmen untuk suatu protokol iklim baru yang bersifat mengikat para pihak (legally binding agreement) setelah 2020. Alasannya,meskipun saat ini menjadi emiter terbesar dunia dengan 26 persen emisi dari total emisi global, tetapi China bersikeras bahwa mereka masih tergolong negara berkembang dan mencapai tahap industrialisasi jauh di belakang negara-negara maju lain seperti Amerika Serikat, Jepang atau Eropa Barat.  Itulah sebabnya, Cina berkeras tak mau meneken kewajiban apapun terkait target pengurangan emisinya.

Senin (5/12), Xie kembali memanaskan perundingan, ketika menyatakan China mengajukan lima syarat untuk bersedia membahas protocol baru. Di depan para jurnalis ia menguraikan kelima syarat itu, antara lain Perserikatan Bangsa-Bangsa, dalam hal ini UNFCCC, tetap menjadi forum negosiasi utama perubahan iklim, tanggung jawab Amerika Serikat untuk mengurangi emisinya dalam volume yang berarti karena mereka telah melakukan industrialisasi sejak 200 tahun lalu.

Tanggapan keras segera datang dari Ketua Negosiasi Amerika Serikat Todd Stern.  Terhadap persyaratan yang diajukan China, Stern mengatakan bahwa semua itu hanya menunjukkan sesungguhnya China tidak siap dengan aturan komitmen mengikat apapun. 

Semua persyaratan yang diajuakan itu, kata Stern, bukan cara Amerika untuk menyepakati protokol baru. Ia mengatakan Amerika tidak ingin dijebak dalam permainan seperti ini.  “Kami tidak akan menandatangani apapun, bila tidak tahu siapa yang ikut (menandatanganinya) ,” katanya.   Ia juga melanjutkan dengan nada yang lebih tegas bahwa Amerika Serikat, “Tidak percaya China siap dengan apapun aturan yang akan mengikat mereka.” (Igg Maha Adi)
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: