Garut diterpa Puting Beliung

GARUT, BL-Angin puting beliung kembali menerpa wilayah Indonesia. Kali ini terjadi Kabupaten Garut, Jawa Barat. Hempasan angin membuat 102 rumah warga di Kampung Cicariu, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, rusak. 7 diantaranya rusak berat. Sementara itu, 2 masjid juga tak luput dari terjangan angin kencang.

Angin puting beliung tersebut terjadi pada hari Minggu (26/02) sekitar pukul 13.10 WIB. Lebih dari 30 menit angin berputar-putar menyapu atap rumah warga. Menurut sumber BNPB, lima warga juga terluka, yaitu Agus (35), Ucu (5), Mak Erum (90), Dedeh (40), Cantik (8). Mereka mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa genteng, kayu dan pohon tumbang. 12 orang lainnya mengalami luka ringan.

Korban yang luka segera dilarikan ke puskesmas Tarogong utk diberikan perawatan. Saat ini BPBD Jabar berkordinasi dengan instansi terkait membersihkan pohon yang tumbang. BPBD dan instansi terkait juga melakukan pendataan rumah warga yang terkena dampak bencana.

Sesaat setelah angin ribut, hujan turun dengan lebat. Hal ini membuat warga enggan keluar rumah, sehingga banyak yang lebih memilih berteduh.

 BMKG dalam situsnya memperingatkan cuaca ekstrem masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Cuaca buruk disebabkan adanya daerah tekanan rendah di Samudera Hindia barat daya Sumatera serta himpunan massa udara di Selat Karimata.

Awan hujan berpotensi terjadi di pesisir barat Sumatera, Jawa, Kalimantan bagian selatan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian utara dan selatan, Maluku Utara bagian selatan, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Menurut sejumlah literatur, proses terjadinya angin puting beliung, biasanya terjadi pada musim pancaroba pada siang hari suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul, akibat radiasi matahari di siang hari tumbuh awan secara vertikal, selanjutnya di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi. Arus udara yang turun dengan kecepatan yang tinggi menghembus ke permukaan bumi secara tiba-tiba dan berjalan secara acak. (Jekson Simanjuntak)
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: