Orangutan Kalimantan Piaran Warga Kritis

Ilustrasi, anak orangutan. Foto : Flickr_lestari
PONTIANAK, BL- Seekor Orangutan jenis Pongo pygmaeus wurmbii yang diperkirakan berumur dua tahun itu saat ini keadaanya dalam kondisi kritis.

Orangutan ini berasal dari Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat yang diambil oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kota  Singkawang  dari salah seorang pemiliknya yang memelihara orangutan tersebut di  Kabupaten Sambas.

Koordinator Pengendali  Ekosistem Hutan  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat , Niken Wuri Handayani, mengatakan  orangutan yang sekarat ini  karena mengalami  sakit  malaria sejak lama.

“Diagonosa dokter hewan, sakit malaria dan permasalahannya di labungnya juga. Kondisinya sangat  parah dan kritis, ”kata Niken Wuri Handayani kepada kontributor Beritalingkungan.com (25/6).

Orangutan tersebut sudah diterbangkan juga dari Pontianak ke Ketapang dengan  menggunakan pesawat guna mendapatkan perawatan.

Sementara seekor Orangutan lainnya sudah tiba lebih dahulu di Pontianak pada Jumat malam dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Pasalnya, "Sudah beberapa hari belakangan Orangutan ini sudah mengalami koma,"ungkap Niken.

Orangutan termasuk dalam jenis satwa yang dilindungi undang-undang. Satwa ini juga memiliki kemiripan DNA 97 persen dengan manusia. Sehingga penularan penyakit antar manusia dengan orangutan sangat memungkinkan."Inilah yang menjadi alasan kenapa orangutan itu tidak boleh dipelihara ”jelasnya.

Niken menambahkan, berdasarkan data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat  pihaknya telah  mentatat  jumlah Orangutan  pada blok habitat pulau  Kalimantan mencapai 5.4567 dari berbagai spesies. Antara lain,  yakni jenis Pongo Pygmaeus Wurmbii , Pongo pygmaeus morio ,dan Pongo Pygmaeus.

Semuanya masih tersebar  dari Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Jumlah populasi orangutan itu didapat dari hasil penelitian BKSDA pada 2004. "Sementara untuk penelitian yang terbaru masih sedang kita digarap, “kata Niken.  (Aceng Mukaram)
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: