Permukaan Air Sungai Citanduy Kritis

DEBIT air Sungai Citanduy di bendungan Doboku Kec. Pataruman, Kota Banjar, mulai kritis. Foto : Nurhandoko/PR.
BANJAR, BL.- Permukaan air Sungai Citanduy dilaporkan mulai mengalami penurunan tajam hingga mencapai di bawah titik normal.

Saat ini debit air sungai yang bermuara di Segara Anakan tersebut hanya menyisakan lima meter kubik per detik. Anjloknya permukaan Sungai Citanduy yang selama ini mengairi areal persawahan seluas 42.000 hekatr yang tersebar di Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah, tampak dari munculnya bebatuan dari dasar sungai. Salah satunya terlihat jelas di bawah Bendungan Doboku, di Kecamatan Pataruman kota Banjar.

Aliran air hanya menyisakan pada bagian yang dalam, sedangkan aliran sungai yang dangkal hanya menyisakan bebatuan dan pasir hitam. Air mengalir dengan sangat lambat, bahkan pada beberapa bagian tidak mengalir.

"Sejak musim kemarau debit Sungai Citanudy terus merosot, saat ini hanya tinggal sekitar lima meter kubik per detik. Jika kemarau terlu berlanjut, pasti bakal semakin mengecil. Saat ini kondisinya sudah menuju titik kritis," kata Kepala Bidang Perencanaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Baru Panjaitan kepada  Pikiran Rakyat, Senin (16/7).

Dia mengatakan turunnya debit air Sungai Citanduy mulai terasa memasuki musim kemarau. Hal tersebut disebabkan karena Sungai Citanduy lebih banyak mendapatkan pasokan dari curahan air hujan.

Di lain pihak, tidak adanya bendungan penahan air sehingga air Sungai Citanduy. Akibatnya lebih banyak air yang terbuang ke laut. Keadaan terseut juga berdampak pada permukaan air sungai anjlok dengan cepat. Persoalan lain yang dihadapi Citanduy, tambah dia, adalah masih tingginya sedimentasi pada bagian hulu.
"Lingkungan pada bagian hulu yang kurang baik, mengakibatkan tingginya tingkat sedimentasi. Kondisi tersebut dapat dilihat ketika sedang musim penghujan, kondisi airnya keruh," tuturnya.

Baru Panjaitan mengatakan keberadaan waduk sangat dibutuhkan untuk menyimpan cadangan air. Keberadaan waduk, juga sekaligus mengantisipasi terjadinya banjir, terutama pada saat musim penghujan.

Data di BBWS Citanduy, Sungai yang membelah Koita Banjar tersebut mampu mengairi areal persawahan sekitar 42.000 hektar. Persawahan yang mendapat pasokan air Sungai Citanduy sebagian besar terdapat di wilayah Ciamis selatan seperti Kecamatan Lakbok, Purwadadi sedangkan wilayah Kabupaten Cilacap, khusunya di Kecamatan Sidareja dan sekitarnya.

Berdasarkan perencanaan untuk menangani Sungai Citanduy, pada tahap awal bakal dibangun dua bendungan, yaitu Bendungan Metenggeng di Kecamatan Tambaksari. Bendungan tersebut direncanakan mampu mengalirkan air 9,3 meter kubik per detik. Kemudian Bendungan Leuwi Keris di Kecamatan Cimaragas yang mampu menggelontorkan air sebanyak 15 meter kubik per detik. (Pikiran Rakyat)
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: