ProFauna Bali Protes Kuliner dari Satwa Liar


BALI-BL-Belasan aktivis ProFauna Bali memprotes maraknya sejumlah restoran di Indonesia yang menyuguhkan sajian kuliner dari satwa liar. 

Aksi protes tersebut dilakukan para aktivis dengan cara melaburi dirinya dengan cairan mirip darah sebagi simbol kekejaman dibalik kuliner dari satwa liar, di Lapangan Puputan Badung Denpasar, pada Rabu (11/7).

Koordinator ProFauna Bali Jatmiko Wiwoho mengatakan, hasil survey pihaknya menunjukkan bahwa aksi konsumsi satwa liar itu sudah memprihatinkan.

Jatmiko menambahkan, satwa liar yang dikonsumsi adalah monyet, trenggiling, penyu, lutung, ular, biawak dan landak. "Itu baru yang terdeteksi oleh kami, kemungkinan masih ada restoran lainnya yang menyuguhkan menu yang sama namun belum diketahui," ujarnya. 

Perdagangan daging satwa liar di restoran-restoran itu menjadi masalah konservasi karena asal satwa liar itu adalah hasil tangkapan dari alam.

Menurut Jatmiko, jika penangkapan satwa liar di alam dilakukan tanpa kontrol yang ketat, dikuatirkan akan memicu kepunahan satwa liar secara lokal. Apalagi ada banyak jenis satwa liar yang dikonsumsi itu belum terdata dengan baik tentang populasinya di alam. Mengkonsumsi daging satwa liar juga tidak etis, karena seringkali satwa liar itu ditangkap dengan cara kejam dan juga dibunuh secara tidak manusiawi.

Salah satu cara untuk memutus rantai perdagangan daging satwa liar itu adalah dengan mengajak konsumen untuk peduli dengan cara tidak membelinya. Indonesia mempunyai banyak alternatif makanan yang lezat dan sehat, tanpa harus membunuh satwa liar yang kian langka keberadaannya di alam. Saatnya menikmati makanan yang sehat, lezat dan pro terhadap konservasi satwa liar.***
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: