Ruwi Raih Penghargaan Ramon Magsaysay

 Ambrosius Ruwindrijarto (kanan) bersama Silverius Oscar Unggul (kiri) dalam acara pemberian penghargaan Skol Award.  Keduanya bekerja di LSM Telapak. Foto : Skol World Forum.
Satu lagi aktivis lingkungan Indonesia yang berhasil meraih sebuah penghargaan bergensi Ramon Magsaysay Foundation.  Dia adalah Ruwindrijarto yang saat ini dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Telapak, Bogor. 

Menurut pihak Magsaysay Award Foundation melalui laman resminya, penghargaan tersebut sengaja diberikan kepada Ambrosius Ruwindrijarto (Ruwi), karena selama ini Ruwi aktif mempromosikan pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat di Indonesia, memimpin investigasi dan mengampanyekan penghentian pembalakan liar, sekaligus menginisiasi ide baru wirausahan sosial serta melibatkan masyarakat lokal sebagai partner kerja.

Ruwi dikenal luas oleh para penggiat kehutanan di Indonesia.  Ruwi memulai aktivitas bermula di Lawata, organisasi pencinta alam Institut Pertanian Bogor (IPB).  Ruwi juga terlibat dalam pendirian LSM Telapak. 

Melalui Telapak bekerjasama dengan Badan Investigasi Lingkungan Hidup (EIA) yang bermarkas di Inggris, tahun 1999, Ruwi mulai aktif melakukan investigasi dan membongkar jaringan pembalakan kayu ilegal di Indonesia. Dalam prosesnya, Ruwi pernah diserang secara fisik bahkan diancam dibunuh oleh cukong ilegal logging di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Belakangan Telapak beralih haluan ke penguatan community logging  atau ikut memperkuat iniasiatif pengelolaan hutan jati secara lestari di Konawe Selatan yang dikelola Koperasi Hutan Jaya Lestari.  Koperasi tersebut telah berhasil mendapatkan sertifikast ekolabel internasional dari Forest Stewardship Council (FSC) dan SVLK.

“Saya dihubungi oleh Presiden Ramon Magsaysay Foundation. Dia bilang bahwa saya terpilih menerima Ramon Magsaysay Award untuk kategori Emergent Leadership. Tentu saja saya kaget dan sama sekali tidak menyangka,”kata Ruwi seperti ditulis dilaman resmi Telapak.

Penghargaan Ramon Magsaysay Award rencana akan diterima Ruwi pada 31 Agustus mendatang di PICC Plenary Hall, Manila, Filipina. Selain Ambrosius Ruwindrijarto, penerima Ramon Magsaysay Award 2012 lainnya adalah: Chen Shu- Chu dari Taiwan; Romulo Davide dari Filipina; Kulandei Francis dari India; Syeda Rizwana Hasan dari Bangladesh; dan Yang Saing Koma dari Kamboja.

Sebelumnya, sejumlah warga negara Indonesia yang pernah meraih penghargaan serupa antara lain: Mochtar Lubis (1959), Ali Sadikin (1971), Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur (1993), Pramoedya Ananta Toer (1995), Atmakusumah Astraatmadja (2000), Teten Masduki (2005), Ahmad Syafii Maarif (2008), Tri Mumpuni dan Hasanain Juaini (2011).


Ramon Margasaysay Award

Ramon Magsaysay Award merupakan sebuah penghargaan yang cukup bergensi di Asia. Ramon Magsaysay Award pertama kali dibentuk pada 1957, tahun ketika Filipina kehilangan sosok presiden yang sederhana, humanis dan dicintai rakyatnya dalam sebuah kecelakaan pesawat. Pemerintah Filipina bersama dengan Rockefeller Brothers Fund akhirnya menetapkan penghargaan untuk menghormati dan mengenang sang presiden,Ramon Magsaysay.

Ramon Magsaysay Award Foundation dibentuk pada Mei 1957 dan mulai memberikan penghargaan pertamanya pada 1958 kepada lima individu dari India, Indonesia, Filipina, Taiwan, dan Srilanka. Ramon Magsaysay Award diberikan pada individu-individu –tanpa memandang ras, kewarganegaraan, gender- yang telah mengatasi masalah perkembangan manusia di Asia dengan keberanian dan kreativitas dan berkontribusi pada masyarakat. 

Terdapat enam kategori yaitu government service, public service, community leadership, journalism, literature and creative communication arts, peace and international understanding, dan emergent leadership. Kategori terakhir, emergent leadership baru dibentuk pada tahun 2000 dan diberikan kepada individu yang berusia tidak lebih dari 40 tahun yang telah berkarya dan menciptakan perubahan sosial di tingkat komunitas.(Marwan Azis).
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: