Si Paus Sperma Akhirnya Mati di Muara Gembong

Aksi penyelamatan ikan paus sperma yang dilakukan para aktivis lingkungan di perairan Pakisjaya, Kerawang (28/7). Foto :JAAN.
KARAWANG, BL- Ikan paus sperma yang sempat diselamatkan dengan cara dievakuasi ke tengah laut dari perairan Pakisjaya, Karawang pada Sabtu siang, Minggu pagi terdampar di perairan Kampung Beting RT 002/05, Desa Pantai Bahagia, Muaragembong.

“Kondisinya tak bernafas lagi dan dari mulutnya keluar darah banyak,” kata Aiptu Ali Maskur, Kanit Patroli Polsek Muaragembong, saat dihubungi Pos Kota, Minggu (29/7/2012) siang.

Ali Maskur, menyebutkan Minggu pagi sekitar pukul 05:00 Wib, warga di sana sudah mengetahui ada paus terdampar dan diduga paus tersebut mamalia yang dievakuasi TNI dan POLRI, pada Sabtu (28/7) siang dari Pakisjaya, Karawang.

Kondisi Paus yang tampak sudah tidak bergerak dan sesekali bergeser ekornya karena dipermainkan ombak, oleh Sapan, 50, Ketua RW 05 Kampung Beting Desa Pantai Bahagia, Muaragembong dilaporkan ke Polsek Muaragembong.

“Jalan sulit ke lokasi, kalau mau menonton harus melalu sungai dan ke hulu lalu melambung ke perairan laut Jawa. Jadi warga jarang menonton, kalau pun ada menggunakan perahu,” ujar Ali Maskur seperti dilansir Poskotanews.

Polsek sudah melaporkan kejadian tersebut namun langkah apa yang akan ditempuh belum diketahui, “Kami masih menunggu perintah, karena kondisi ikan sudah mati,” lanjut Ali Maskur.

Ikan Paus hitam yang diperkirakan berbobot dua ton dan panjangnya 15 meter yang terdampar di Pakisjaya itu ditarik ke tengah laut yang dalam, dengan dikawal Pasukan TNI sampai perairan dalam. Paus ini pertama kali ditemukan nelayan Desa Tanjungpakis, Rabu (25/7) pagi.

Kemudian sejak Kamis (26/7) sampai Jumat, tim relawan gabungan, penyayang binatang langka dari Jakarta, JAAN dan Tagana serta Sagara dari Karawang, melakukan evakuasi, lantaran peralatannya sederhana sehingga Sabtu (28/7) datang bantuan evakuasi dari TNI dan Polri, serta lembaga terkait.

Siap  Dipotong-potong

Sementara itu Saipan, Ketua RW 05, Pantai Bahagia, Muaragembong, mengaku siap memotong-motong daging ikan paus. “Kalau diijinkan boleh dipotong lumayan juga,” katanya.

Daging ikan paus biasanya diolah dengan mengambil minyaknya. “Minyak ikan paus, biasanya untuk obat dan penambah nafsu makan,” lanjut Saipan. (Poskotanews)
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: