Video: Aksi Penyelamatan Hiu di Papua

Pemasangan radio transmiter pada ikan hiu di Teluk Cenderawasih. Foto: Mark Erdmann/CI
 
Inilah video aksi penyelamatan seekor hiu dari jaring nelayan di Papua yang dilakukan para peneliti yang tergabung dalam Conservation Internasional (CI).

Pada ekspedisi ke Indonesia di Taman Laut Teluk Cendrawasih, ahli biologi kelautan Conservation International, Mark Erdmann, mengamati perilaku hiu yang sering berkumpul di sekitar bagan (lift net) jermal dan memakan ikan-ikan berukuran kecil.

Dalam video itu terlihat  si hiu juga belajar bagaimana untuk "menyedot" ikan keluar dari lubang di jaring! Tentu ini bisa berbahaya. Para ahli saat ini sedang bekerjasama dengan para nelayan lokal untuk memodifikasi jaring agar memudahkan paus hiu meepaskan diri.

Menurut Mark Edmann, nelayan di Teluk Cendrawasih Indonesia tidak mengambil hiu paus dalam tangkapan mereka, “Para nelayan di Teluk Cendrawasih, seperti juga di sebagian besar area di Indonesia, melihat hiu ini sebagai keberuntungan,”jelasnya. Hiu tersebut diperkirakan bisa tumbuh hingga 15 meter panjangnya.

Edmann bersama peneliti lainnya seperti dilansir laman CI mengaku berupaya menandai hiu paus ini dengan alat identifikasi gelombang radio.Teknologi ini memungkinkan para peneliti di masa mendatang untuk mengidentifikasi tiap individu dengan cara memindai mereka dengan alat penerima gelombang. Radio transmiter itu sengaja dipasang untuk memudahkan para peniliti pemantauan populasi di wilayah-wilayah dimana ikan besar ini mudah ditemui saat mereka terjebak jaring nelayan.

Selain Conservation International, lembaga lainnya yang turut mendukung dan terlibat dalam penelitian itu  yaitu WWF Indonesia, Hubbs Sea World Research Institute dan Universitas Negeri Papua (UNIPA).

Video aksi penyelamatan dishare di YouTube.com ini menarik perhatian banyak orang. Hingga tanggal 19 Juli 2012 tercatat sudah 1,450,747 orang yang mengakses atau menonton video tersebut.  
Marwan Azis - Jakarta | CI-Youtube | BL
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: