Perdagangan Satwa Dilindungi: Dua Tertangkap di Cilandak

Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Darori. Foto : Igg Maha Adi/ SIEJ.

JAKARTA, BL-Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Darori memimpin langsung penangkapan dua pedagang kulit harimau.  Dua tertangkap, banyak yang belum terbilang. 

Selepas buka puasa, ketika jam menunjuk angka 21.30, Selasa malam (14/8), sekitar 10 orang bergerak ke sebuah rumah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.  Di antara mereka ada polisi, polisi hutan, wartawan, dan Dirjen PHKA Darori yang memimpin. Tujuannya, malam ini mereka harus berhasil menangkap para pedagang kulit harimau yang dilarang undang-undang.

Sekitar lima orang yang sedang bersantai di rumah itu tak berdaya ketika para penyergap mengacungkan senjata api mereka dan meminta mereka untuk menyerah. Dua orang yang sudah diidentifikasi oleh para aktivis LSM yang sebelumnya melapor ke Darori, ada di tempat dan langsung diminta menunjukkan barang dagangan mereka. Sisanya dilepas karena tak terbukti terkait dengan perdagangan itu

Seorang pelaku berinisial BR menunjukkan dua lembar kulit harimau, masing-masing kulit harimau sumatera (Pantherea  tigris sumatrae) yang lengkap sampai kulit kakinya, kecuali bagian kulit kepala, dan kulit harimau tutul (Panthera pardus), berhasil disita malam ini. Menurut pelaku, harga tiap kulit itu di pasar gelap Rp26 juta. Kini, keduanya masih diinterogasi ke polisi.

Darori menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan informasi dari para aktivis anti perdagangan satwa, tetapi tidak mau disebutkan namanya. "Mereka minta saya yang memimpin langsung, ya sudah kita jalankan,"katanya.  Ihwal penyerahan pelaku ke polisi, Darori tampaknya telah belajar dari lolosnya pelaku perdagangan elang di Pamanukan, Senin pagi lalu (13/8) saat diperiska di kantor BKSDA Jawa Barat. "(lepasnya pelaku) Itu tidak profesional, karena itu sekarang kita serahkan ke polisi."

Dirjen Darori berjanji akan selalu membuka diri untuk bertemu dengan para aktivis anti perdagangan satwa, kapanpun mereka inginkan."Kami tidak bisa bekerja sendiri, ayo bantu jangan hanya bisa mengkritik,"ujarnya. (SIEJ/IGG Maha Adi).
Share on Google Plus

About Editor Cois

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: