Tur Greenpeace di Hutan Kalimantan

Atensi warga menyambut pembukaan Kepak Sayap Ennggang Tur Mata Harimau seri Kalimantan.. Foto Greenpeace.

BANJARMASIN, BL- Setelah sukses melakukan Tur Mata Harimau di Sumatera 2011 lalu, Greenpeace bersama sejumlah aktivis lingkungan dari berbagai lembaga swadaya masyarakat dan jurnalis, kembali melakukan tur menyesuri hutan Kalimantan.


Tur hutan Kalimantan ini diberi nama Kepak Sayap Enggang Tur Mata Harimau Seri Kalimantan.  tim Kepak Sayap Enggang Tur Mata Harimau terdiri dari Greenpeace, WALHI Kalimantan Selatan, Pena Hijau, SOB, FOKER SHK, dan AMAN Kalteng resmi memulai tur Kepak Sayap Enggang-Mata Harimau Seri Kalimantan di Stadion 17 Mei pada tanggal 14 September 2012.

Atensi ribuan orang mengawali pembukaan Kepak Sayap Enggang Tur Mata Harimau Seri Kalimantan, sebuah tur lanjutan dari Tur Mata Harimau yang berlangsung di Sumatera tahun 2011 lalu.


Mereka disambut oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Resnawan.  Turut hadir dalam Pembukaan ini antara lain Wakapolda Kalsel, beberapa pejabat Dinas Kehutanan, serta ribuan masyarakat Kalsel.

Tur dibuka dengan sambutan dari Wagub Kalsel kemudian dilanjutkan dengan percobaan mengendarai motor enggang, serta penyerahan motor trail enggang dari Wagub kepada rider yang terdiri dari perwakilan Greenpeace dan Walhi Kalsel.

“Hari ini kami akan memulai perjalanan tur tiga propinsi, bermula dari Kalsel, Kalteng dan berakhir di Kalbar. Sambutan dari Wagub Kalsel merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami, dan ini merupakan suatu dukungan besar dari jajaran pemerintah terhadap kampanye pelestarian hutan,” kata Zulfahmi, Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia melalui keterangan tertulisnya.

Tur Kepak Sayap Enggang-Mata Harimau Seri Kalimantan merupakan tur lanjutan dari Tur Mata Harimau yang berlangsung di Sumatera tahun 2011 lalu. Tur Mata Harimau bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi terkini hutan alam Indonesia serta mengajak seluruh masyarakat agar ikut menjaga dan mengawasi hutan alam agar terhindar dari kerusakan yang lebih mengenaskan.

Tahun lalu, Greenpeace bersama WALHI, WBH, dan Warsi melakukan perjalanan sepanjang Sumatera mulai dari Riau hingga Sumatera Selatan dengan menggunakan motor trail dan kostum bercorak harimau. Tur Mata Harimau tahun lalu menyusuri dan melintasi hutan-hutan alam yang tersisa di sepanjang Sumatera, yang 
menjadi habitat asli Harimau Sumatera.

Kerusakan hutan dan keindahan hutan alam yang hanya tinggal sedikit dan terancam punah di sepanjang jalur Sumatera menjadi suguhan selama perjalanan Tim Mata Harimau, mendorong  Harimau Sumatera terus menuju kepunahan.

“Pada tur kali ini, kami mengusung enggang sebagai ikon penyelamatan hutan. Karena enggang adalah simbol budaya masyarakat Kalimantan yang saat ini keberadaanya juga terancam punah, ia bernasib sama dengan Harimau Sumatera,” ujar Hegar Wahyu Hidayat, Direktur Eksekutif WALHI Kalimantan Selatan.

Dukungan juga datang dari Komunitas Jurnalis Pena Hijau, yaitu komunitas jurnalis peduli lingkungan menyatakan bahwa kerusakan hutan Kalimantan semakin mengkhawatirkan, hal inilah yang mendorong mereka untuk bergabung dengan tur ini. Mereka berusaha berkontribusi untuk melindungi hutan yang tersisa dengan tulisan-tulisan mereka.



Perjalanan Mata Harimau di Kalimantan akan melalui tiga propinsi, bermula dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tenggah dan Kalimantan Barat. (Marwan Azis).


Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment