.

.
.

Perburuan Elang Sulawesi

Seorang pelaku perburuan memperlihatkan hasil buruannya (elang sulawesi yang baru saja ditembaknya). Foto ini bahkan diupload akun facebook miliknya.

Dalam zona Wallacea, Sulawesi merupakan yang terkaya, paling banyak memiliki fauna endemik dan dunia burung yang sangat berbeda dengan tempat lain. Salah satu burung endemik Sulawesi adalah elang sulawesi, namun maraknya perburuan membuat populasi elang sulawesi terus menyusut.

Elang sulawesi (Sulawesi Hawk Eagle) terdistribusi di hutan hujan Sulawesi dan pulau-pulau satelitnya antara lain Muna,Buton, Kepulauan Sula dan kepulauan banggai. Makanan utamanya adalah Burung, kadal, ular dan mamalia kecil seperti tikus.

Berukuran sedang sekitar 64 cm dari kepala sampai ekor, elang dewasa berwarna coklat karat, terdapat garis yang jelas di kepala dan dada, sayap berwarna coklat gelap dan putih bergaris hitam di bagian bawah sayap, elang muda mempunyai kepala berwarna putih, termasuk dalam famili accipitidae.


Diperkirakan populasinya 5000-10.000 individu (Ferguson-Lees et al. 2001) dan masuk kategori terancam punah menurut IUCN dan dalam CITES dikategorikan dalam appendix II. 

Data populasi terkini masih belum diupdate lagi dan kemungkinan besar sudah sangat turun populasinya karena banyaknya degradasi habitat yang terjadi di Sulawesi.

Berdasarkan laman resmi BKSDA Suksel, elang sulawesi merupakan burung pemangsa (raptor) yang keberadaannya saat ini sudah mendekati terancam punah. Jenis raptor ini dimasukkan ke dalam lampiran jenis-jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 7 Tahun 1999 dan termasuk Appendix II CITES. Startus perlindungan lainnya adalah SK. Menteri Pertanian No. 421/ Kpts/Um/8/70, SK. Menteri Pertanian No. 301/ Kpts/Um/8/91, UU RI No. 5 Tahun 1990 dan KEPRES No. 43 Tahun 1978.

ANCAMAN

Gangguan yang paling mengancam jenis-jenis burung-burung pemangsa adalah hilangnya atau rusaknya habitat, perburuan dan perdagangan. Penggunaan insektisida dan pestisida yang biasanya bersifat lokal juga diduga menjadi salah satu ancaman bagi kelestarian jenis burung, namun dampaknya sering berpengaruh secara signifikan.

Buttu Ma’dika dan Fachry Nur Mallo dalam pengamatannya yang dilakukan di beberapa kawasan, melaporkan bahwa ancaman/potensi ancaman bagi kelestarian berbagai jenis raptor yang ada di Sulawesi, antara lain pengrusakan habitat/hutan tropis.

 Selain elang, berbagai jenis burung juga menjadi sasaran perburuan
Walaupun beberapa jenis raptor diketahui bayak beraktifitas di tempat-tempat terbuka seperti pinggir hutan dan daerah-daerah hutan yang mengalami gangguan, namun habitat utama hampir semua jenis raptor di Sulawesi adalah hutan tropis.  Hingga saat ini hutan tropis terus mengalami pengrusakan yang semakin meluas.

Kondisi tersebut semakin diperparah oleh maraknya aktivitas perburuan satwa. Pada kenyataannya pemburu tidak secara khusus berburu elang, namun biasanya burung apa saja yang ditemukan menjadi sasaran perburuan.

Pelestarian elang dan habitanya menjadi penting dilakukan, karena elang dapat menunjukkan sehatnya suatu habitat dan ekosistem hutan serta mengindikasikan adanya nilai penting keanekaragaman hayati di dalamnya dan menduduki nilai penting dalam rantai makanan yaitu sebagai predator teratas.  (BKSDA Sulsel- Yos Hasrul-Marwan Azis)

Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment