Ketika TW Mendukung Konservasi Harimau

Harimau sumatera yang dilepaskan di kawasan konservasi Tambling Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Provinsi Lampung.  Foto : MI/Adam Dwi
Mungkin tak banyak yang tahu pengusaha nasional Tommy Winata juga memiliki hobby berpetualang keluar masuk hutan. Bahkan sebuah film dokumentari yang diproduksi BBC mendokumentasi aktivitas pemilik Grup Artha Graha ini terjun langsung membantu upaya pelepasliaran harimau sumatera di Tambling Kabupaten Lampung Barat.

Dalam film tersebut, Tommy Winata terlihat mendampingi Dr Alan Robert Rabinowitz, seorang zoologi Amerika, konservasionis dan  CEO Panthera, sebuah organisasi konservasi nirlaba yang ditujukan untuk melindungi 37 spesies kucing liar dunia.  Dr`Alam Rabinowitz ini sengaja datang ke Sumatera untuk melakukan penelitian konflik harimau dan manusia di kawasan konservasi Tambling Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Provinsi Lampung. Tambling adalah singkatan nama dari dua kawasan, yakni Tampang dan Belimbing.

Secara geografis, Tambling masuk dalam wilayah Kabupaten Lampung Barat. Kawasan ini berada atau menjadi bagian Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Di bawah pengelolaan PT Adhiniaga Kreasi Nusa, anak perusahaan Group Artha Graha, kawasan Tambling kemudian dikenal dengan nama Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC). Total area TWNC mencapai 45.000 hektare.
Tommy Winata. Foto : Google.

Dalam film berjudul "Tiger Island" dan berdurasi 58,32 menit yang dishare di Youtube pada 28 Juli 2012 lalu ini, tak hanya menayangkan konflik harimau dan manusia, tapi juga mendokumentasikan keindahan dan keaslian hutan tropis Tambling yang menakjubkan. Kawasan ini mirip sebuah istana atau kerajaan.

Segala sesuatu tersedia. Untuk mengelilingi kawasan TWNC, disediakan sejumlah mobil, sepeda motor, dan traktor. Kalau hendak berkeliling dari udara, ada helikopter, yang setia parkir di samping lapangan terbang, yang landasan pacunya berumput hijau. Lapangan terbang ini juga menjadi sarana bermain anak-anak rusa dan kerbau liar.

Tommy Winata yang biasa disapa TW melalui PT Adhiniaga Kreasi Nusa menyulap wilayah Tambling menjadi taman konservasi alam, surga bagi berbagai jenis binatang liar dan langka. Diperkirakan terdapat 40-an harimau sumatra, 52 jenis reptil/ampfibi, 332 jenis burung, dan beberapa jenis primata.

Dr Alan Robert Rabinowitz. Wikipedia.
Dengan bantuan kamera pengintai Dr Alan Rabinowitz menyelidiki proyek pelepasan harimau ini serta mencari tahu apakah  pendekatan baru dan radikal ini untuk konservasi harimau bisa menempatkan harimau dan penduduk desa setempat lebih aman? atau malah berbahaya?

Di kawasan konservasi Tampling ini terdapat enam jenis mamalia yang hampir punah, yakni gajah sumatra, badak sumatra, harimau sumatera, kerbau liar, tapir, dan beruang madu. "Harimau sumatra adalah satwa milik Indonesia yang tersisa," kata pemilik Grup Artha Graha ini seperti dikutip Suara Pembaharuan (26/1/2010).

Tommy mengakui, biaya pembuatan, perawatan, dan gaji 105 karyawannya di TWNC sangat besar. Tetapi, ia tidak memedulikan berapa biaya yang sudah dikeluarkan untuk sebuah tanam konservasi seluas 45.000 ha itu. "Yang penting kita bisa menjaga lingkungan hidup dan mengurangi ancaman perubahan iklim global," katanya.

Dahlan Iskan, wartawan senior dan pemilik Jawa Post Group yang kini menjadi Menteri BUMN ini pernah menanyakan ke TW, habis berapa rupiahkah Tomy Winata untuk proyek penyelamatan harimau itu? “Saya sudah dalam posisi tidak bisa mundur lagi,”kata Tomy Winata seperti dikutip Dahlam Iskan dalam catatannya usai mengunjungi kawasan konservasi harimau sumatera di  Tambling.

“Sudah sepuluh tahun saya memelihara dan menjaga hutan lindung ini,” kata TW.  Dahlan memperkirakan TW telah menghabiskan sekitar Rp 60 miliar uangnya untuk diabdikan konservasi harimau sumatera dan pelestarian Taman Nasional Bukit Barisan Selatan tersebut.




Marwan Azis | BBC | Youtube | SP | BL.



Artikel Terkait:




Kirim Komentar Anda:
Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan Kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
.
Your donation allows us to continue to make environmental information dissemination activities in Indonesia and the world. thank you