NTB Akan Cetak 5.700 Hektare Lahan Sawah Baru

Ilustrasi areal persawahaan di Ampenan, Nusa Tenggara Barat. Foto dok : BM Badrul Munir
LOMBOK, BL-Sebanyak 5.700 hektare lahan sawah baru di delapan kabupaten akan segera dicetak Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal ini sebagai bagian dari upaya mempertahankan swasembada pangan yang didukung dana APBN 2013.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB, H Abdul Ma'ad mengatakan hasil Survei Investigasi Design dan penetapan lokasi lahan sawah baru itu sudah di sampaikan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk kepentingan lelang.

Ma'ad menambahkan, penawaran proyek pengadaan lahan sawah baru seluas 5.700 hektare melalui ULP Pemprov NTB diharapkan mempercepat realisasi proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah itu di awal tahun.

"Kalau sudah dimasukkan di ULP maka proses tendernya dapat terlaksana cepat sehingga realisasi fisiknya pun cepat terlaksana. Itu harapan kami," ujarnya. di Mataram, Selasa (15/1/2013).

Menurut Ma'ad, dari hasil identifikasi potensi perluasan lahan di kabupaten/kota Se-NTB, maka perluasan areal sawah di Kabupaten Lombok Timur seluas 300 hektare, Kabupaten Lombok Utara 200 hektare, Kabupaten Sumbawa Barat 1000 hektare, Kabupaten Sumbawa seluas 3500 hektare.

Lalu di Kabupaten Dompu seluas 400 hektare dan Kabupaten Bima seluas 300 ha, sehingga total luas sawah baru yang ditarget tahun ini mencapai 5.700 hektare.

"Setiap tahun dilakukan pencetakan sawah baru, untuk meningkatkan perluasan areal tanaman pangan dengan menambah luasan/baku lahan sawah," ujarnya.

Ma'ad menjelaskan, ULP itu adalah wadah penerapan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) sebagai salah satu gagasan dalam membangun layanan e-procurement (e-proc) dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, guna mencegah praktik KKN (korupsi kolusi dan nepotisme).

"Guna mengimplementasikan layanan pengadaan barang dan jasa melalui internet, ULP Pemprov NTB dilengkapi fasilitas komputerisasi berkapasitas 1.073 Giga bite." ungkapnya. (ari/lombokita)
Share on Google Plus

About Redaksi

    Blogger Comment
    Facebook Comment