Ratusan Rumah di Manokwari Terendam Banjir

Ilustrasi banjir. Foto : kompas.com/Uceng Husain.
MANOKWARI, BL- Bencana banjir kembali melanda Manokwari Sabtu 5 Januari 2013 malam. Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi menguyur daerah ini.

Akibatnya, ratusan rumah warga yang berada di bantaran kali Wosi terendam. Ratusan warga dievakuasi dan diungsikan ke lokasi yang relatif aman.

Sejumlah lokasi yang cukup parah dilanda banjir adalah kompleks Lembah Hijau, Transito, Madu Raja, Kampung Udopi  dan Kampung Bugis. Air yang menggenangi lokasi ini diperkirakan mencapai  1 meter.

Di pemukiman warga kampung Bugis, hampir seluruh  rumah terendam banjir. Warga terlihat berupaya menahan laju air luapan kali  Wosi menggunakan karung berisi pasir dan tanah. Upaya lain dilakukan untuk membendung derasnya aliran air menggunakan mesin penghisap Alcon. Sayangnya, upaya warga tidak mampu menahan debit air yang cukup deras.

Yusril, warga kampung Bugis yang ditemui mengisahkan, air mulai menggenangi rumahnya sekitar pukul 17.00 WIT. Ia menduga, luapan air disebabkan curah hujan tinggi di daerah gunung serta air pasang dari laut. Akibatnya, debit air di kali Wosi tidak mampu menampung, sehingga meluap dan menggenangi rumah warga.
Lokasi terparah yang terendam banjir adalah permukiman warga di kompleks Lembah Hijau. Air yang menggenangi rumah warga diperkirakan mencapai 2 meter. Tim Basarnas yang diterjunkan ke lokasi banjir telah mengevakuasi warga dari lokasi terparah banjir menggunakan perahu karet.

Sementara itu, pasca banjir yang merendam ratusan rumah warga, banyak diantara mereka memilih mengungsi ke rumah kerabat maupun menempati Posko penampungan pengungsi banjir di Gereja Efrata Wosi, Jalan Pertanian.

Umumnya pengungsi yang menempati tenda-tenda pengungsi adalah warga Lembah Hijau yang rumahnya rusak parah akibat diterjang banjir.

Salah seorang koordinator pengungsi, Saul Lutur menjelaskan, warga yang mengungsi di Gereja Efatra Wosi tercatat sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) dengan total jumlah pengungsi sebanyak 140 jiwa.

Sementara itu, pasca banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemprov Papua Barat telah mengeluarkan peringatan Dini Bencana menyusul cuaca ekstrim berupa hujan dalam insentitas tinggi diikuti angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini di kota Manokwari.

Dengan peringatan ini, masyarakat Manokwari dan sekitarnya diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gelombang tinggi dan angin kencang. (Takdir/Zack Tonu Bala/Cahaya Papua).
Share on Google Plus

About Redaksi

    Blogger Comment
    Facebook Comment