Diplomasi Kabut Asap Ala JK

 Kebakaran besar di lahan masyarakat yang merembet ke hutan terpantau dari helikopter patroli PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Kabupaten Pelalawan, Riau. Foto : Antara/ FB Anggoro
JAKARTA, BL-  Akibat kebakaran hutan di Riau menyebabkan dua negara tetangga yakni Singapura dan Malaysia merasakan dampak kiriman kabut asap.

Inilah yang membuat hubungan diplomasi Indonesia dengan kedua negara tersebut belakangan ini memanas. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya meminta maaf kepada Singapura dan Malaysia terkait kabut asap yang melanda kedua negara tersebut.

"Atas apa yang tejadi ini, selaku presiden saya meminta maaf dan pengertian saudara-saudara kami di Singapura dan Malaysia," ujar Presiden SBY dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Senin (24/6).

SBY mengatakan tidak ada niat Indonesia atas kebakaran yang terjadi tersebut. Pemerintah Indonesia berjanji bertanggungjawab penuh untuk mengatasi masalah tersebut.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga angkat bicara. Menurut JK, masalah kabut asap bukanlah yg pertama kali antara Indonesia dengan Singapura dan Malaysia. Kejadian seperti  ini sudah terjadi berkali-kali, bahkan hampir tiap tahun terjadi.

Dalam sebuah pesan yang dishare di situs jejaring social. JK bercerita, di akhir masa jabatan sebagai Wakil Presiden RI tahun 2004, Jusuk Kalla (JK) berkunjung ke Kualalumpur Malaysia, dalam rangka menghadiri undangan peringatan Hari Nasional Kerajaan Malaysia.

Ketika ketemu dengan Perdana Menteri Malaysia Dato Najib Tun Razak, JK diprotes oleh PM Najib masalah asap dari Indonesia (Riau) yang sudah mengganggu penerbangan Malaysia hampir satu bulan lamanya.

JK tidak kehilangan akal ketika dicecar Najib masalah kabut mengganggu wilayah udara Malaysia. JK juga tidak mau "minta maaf" atas persoalan kabut asap dari Riau tersebut.

Dengan nada yg sedikit marah, JK lantas bertanya kepada PM Malaysia, "Pak Najib, kabut asap seperti ini dari Riau biasanya berapa lama ? Dijawab PM Najib paling lama satu bulan".

JK lantas menjawab PM Najib "kalian bagaimana sih, hanya satu bulan dapat kiriman kabut asap dari Riau kalian---Malaysia dan Singapura ribut dan marah kepada Indonesia, sementara tiap tahun 11 bulan kalian dapat kiriman udara segar dari Indonesia, namun  kalian tdk pernah mengucapkan terima kasih kepada Indonesia".

Mendengar jawaban JK seperti itu, PM Najib tertawa kecil dan mengatakan "ya sudah, kalo begitu impaslah pak Jusuf"

JK tidak mau minta maaf satu katapun masalah kabut asap dari Indonesia yg dianggap mengganggu jalur penerbangan  Malaysia dan Singapura. Nah, kenyataan ini berbeda tiga ratus enam puluh derajat dengan Presiden SBY yang cepat-cepat cari muka kepada Malaysia dan Singapura dengan minta maaf kepada kedua negara tetangga itu. (Marwan Azis).
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment