Suhu Pesisir Pantai Alami Perubahan Ekstrem

Ilustrasi cuaca ekstrim di laut hitam yang mencapai 32,5 derajat celcius membuat sebagian wilyah membeku di dekat pantai Rumania dan  di pulau-pulau Kroasi  di Laut Adriatik pada tahun 2012 lalu. Foto : Google. 

CILI, BL, Dampak perubahan iklim semakin dirasakan di berbagai belahan dunia, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Jurnal Plos ONE edisi 18 Juni menyebutkan wilayah garis pantai pesisir mengalami perubahan cuaca yang lebih ekstrem dibandingkan rata-rata suhu global.
Penelitian berjudul Decadal Changes in the World's Coastal Latitudinal Temperature Gradients menyoroti dampak suhu akibat perubahan iklim global, seperti dilansir Science Daily,Rabu 24 Juli 2013.

Peneliti mempelajari perubahan suhu laut pesisir selama 30 tahun terakhir. Stony Brook dari University School of Marine and Atmospheric Sciences (SoMAS), Dr. Hannes Baumann dan Dr. Owen Doherty dari Scripps Institution of Oceanography memetakan perbedaan bagaimana garis pantai dunia mengalami perubahan iklim, dan kemudian mendiskusikan kemungkinan dampak ekologi skala besar dari perubahan itu.


Hasilnya, sejumlah wilayah menunjukkan keragaman perubahan pola suhu pemanasan dan pendinginan yang dramatis. Misalnya, wilayah pantai Pasifik Amerika Selatan disebutkan mengalami pendinginan selama beberapa dekade terakhir.

Bagi sebagian orang, pola perubahan itu mengalami anomali, tapi mereka yakin dan konsisten dengan prediksi perubahan iklim global, seperti adanya upwelling—naiknya massa air laut akibat perubahan temperatur.

Di wilayah lain juga mengalami perubahan suhu dramatis. Di Pasifik Utara dan Atlantik Utara, wilayah ini mengalami tren pemanasan.

Di beberapa daerah, peneliti mendeteksi perubahan suhu kurang lebih 2,5 derajat Celcius, atau tiga kali lebih tinggi dari rata-rata suhu global. Namun, peneliti menekankan perubahan suhu di berbagai wilayah belum tentu sama.

"Jika Anda tinggal di Cape Cod, sebuah tanjung di lautan Atlantik, kondisinya memanas tiga kali lebih cepat dari rata-rata suhu global, sementara di Santiago, Chili, perairan pesisir jadi lebih dingin," tambahnya seperti dilansir Viva.co.id. 

Baumann menyebutkan perubahan suhu yang merata itu membuat dunia kian jadi datar. "Perairan pesisir pada wilayah dekat kutub (high latitude) jauh lebih cepat hangat dari suhu hangat perairan pesisir pada wilayah pertengahan wilayah kutub dan khatulistiwa (low latitude)," ujar peneliti. (SD/VV)
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment