Tips Menulis Kisah Perjalanan

Ilustrasi Toraja. Foto : Feri Latief.

Beberapa tahun waktu saya mengirim kisah perjalanan ke koran TEMPO untuk pertama kalinya. Tak lama kemudian oleh editornya, Ngarto Februana, saya diminta untuk merevisi gaya penulisan saya yang terlalu deskriptif dan kering dari kesan personal. Oleh mas Ngarto saya diberikan saran dan beberapa catatan penting untuk gaya penulisannya agar lebih kaya, enak dibaca dan perlu :)).

Berikut di bawah ini saran-saran yang ditulis mas Ngarto, siapa tahu bisa berguna untuk rekan-rekan yang ingin menulis kisah perjalanan. (Feri Latief).

==================

Saran untuk Penulis Perjalanan

Apa perbedaan antara tulisan berita dan tulisan perjalanan? Ketika seorang reporter mendatangi suatu tempat pesta ritual suku terasing, misalnya, perjalanannya ke tempat itu dalam rangka tugas reportase. Ia harus melaporkan apa yang dilihat, didengar, bila perlu diperkaya dengan komentar atau tambahan informasi dari narasumber. Lalu, ia melaporkannya dalam bentuk tulisan tanpa ”melibatkan dirinya”, kecuali ia menulis literary journalism (jurnalisme sastra).

Adapun tulisan perjalanan adalah bagian dari reportase, bagian dari catatan harian perjalanan, dan bagian dari penyediaan informasi bagi pelancong atau mereka yang hendak melakukan perjalanan. Penulis perjalanan menciptakan seninya dengan menggunakan beragam gaya dan teknik yang berbeda.

Dari sisi pembaca, tatkala membaca sebuah tulisan perjalanan, mereka mungkin berharap bisa turut merasakan apa yang dialami penulis. Jika Anda mencoba menempatkan diri sebagai pembaca, misalnya Anda membaca tulisan perjalanan ke sebuah kota tua yang kaya dengan bangunan bersejarah, Anda mungkin menginginkan bukan hanya apa dan bagaimana kota itu; bagaimana menempuh perjalanan sampai ke kota itu. Mungkin, itu sudah banyak ditulis. Tetapi, Anda juga mengharapkan bagaimana kisah dia mencapai kota itu, apa yang dirasakan, dilihat. Bagaimana ia merasakan kekaguman melihat bangunan tua bersejarah yang penuh dengan legenda. Itu akan menarik.

Coba simak cuplikan berikut.

Mobil meluncur ke jantung kota. Freddie sengaja mengurangi kecepatan agar saya dapat menyimak keterangannya sepanjang perjalanan menuju taman kota. “Gedung ini adalah City Hall, dan di pucak atap itu Anda bisa lihat patung William Penn,” ujarnya.

Saya melongok dari jendela mobil dan melihat patung perunggu penemu wilayah ini, setinggi sekitar 1,67 meter.

“Selain kota penuh sejarah, ada 90 museum dan delapan universitas terkemuka di sini,” tutur Freddie, dengan nada New Yorker yang kental.

“Itukah Longwood Garden?” tanya saya penasaran, waktu melihat dari kejauhan rimba di tengah kota. Pohon-pohon raksasa, dililit bunga menjalar warna-warni, mengisyaratkan bahwa taman itu memiliki kondisi alam yang menyenangkan.


Juga baca cuplikan tulisan perjalanan berikut.

Saya terpana lama waktu menatap arca Buddha berukuran besar yang dipahat dalam goa batu. Maitreya atau “Sang Buddha tertawa” duduk santai dengan roman wajah tertawa bahagia. Perutnya yang tambun dibiarkan terbuka. Saya membayangkan pekerjaan rumit para seniman pada masa itu memahat patung batu sepanjang sembilan meter, tinggi 2,6 meter di bukit itu. Luar biasa.

Sebagai penulis perjalanan, Anda bisa terlibat, dengan mengungkapkan pengalaman Anda. Tentu, ia tidak sekadar menceritakan pengalamannya, tetapi juga medeskripsikan tempat dan aktivitasnya. Dengan demikian, pembaca selain turut merasakan pengalaman penulis, juga mendapat informasi tentang lokasi yang menjadi tujuan perjalanan.

Berikut ini saya kutipkan beberapa tips untuk membuat tulisan perjalanan. Tips ini saya kutip dari Martin Li, seorang penulis perjalanan dan fotografer Inggris. Li menulis untuk Travel Intelligence, sebuah penerbit internet yang berbasis di London. Saya lengkapi tips Martin Li dengan cuplikan tulisan perjalanan yang pernah dimuat Koran TEMPO.

Segar
Berikan pada tulisanmu sebuah sudut pandang yang segar, jika mungkin, meliputi beberapa pokok permasalahan yang tidak biasa. Kreatiflah dalam menulis perjalanan, termasuk dalam menggunakan gaya bahasa seperti metafora dan simile yang penuh daya dan orisinal.

Personal
Ambil pendekatanmu sendiri untuk sebuah tempat yang kamu kunjungi, sebuah aktivitas yang kamu coba lakukan atau sebuah petualangan mendebarkan yang sedang kamu kerjakan. Apa yang sesungguhnya menginspirasi kamu? Kenali dan jelaskan kepada pembacamu.
Ceritamu harus memiliki ”suara” dan ”sudut pandang personal”. Ingat bahwa sebagian besar tempat yang kamu tulis mungkin sebelumnya sudah ditulis orang lain. Ini merupakan tantangan bagimu untuk mendapatkan sesuatu yang baru dan orisinal untuk dikatakan kepada pembaca.

Jenaka
Tulisan perjalanan hendaknya memiliki sebuah ”nada yang cerah”, cemerlang, hidup, dan jenaka. Perjalanan, sebuah proses berangkat dari yang familiar menuju kepada yang asing dan tidak familiar, sering kaya akan peristiwa komedi dan jenaka. Memasukkan komedi ke dalam tulisanmu di tempat yang patut dan jangan takut membuat membaca tertawa. Juga, jangan takut untuk memasukkan ”kecelakaan” ke dalam bagian-bagian tulisan. Ini dapat menjadi seperti bacaan berharga, mungkin lebih dari itu, terutama jika tulisan itu juga memasukkan unsur komedi atau humor.

Berikut saya cuplikkan unsur jenaka dalam tulisan perjalanan:

“Itukah Longwood Garden?” tanya saya penasaran, waktu melihat dari kejauhan rimba di tengah kota. Pohon-pohon raksasa, dililit bunga menjalar warna-warni, mengisyaratkan bahwa taman itu memiliki kondisi alam yang menyenangkan.
Freddie menghentikan taksi, bergegas membukakan pintu, tapi ia menahan langkah saya. “Siapa aktor utama film Pretty Women?” tanya sopir yang mengaku jebolan salah satu universitas di kota itu.
”Richard Gere,” jawab saya.
”Pemeran seorang bapak dalam film serial keluarga Amerika yang berprofesi sebagai dokter kandungan?”
”Bill Cosby.”
”Satu lagi, Madame, nama istri Pangeran Rainier dari Monaco?”
”Grace Kelly.” Kali ini saya berteriak.
Sebuah kejutan bagi saya.
”Karena Anda dapat menjawab pertanyaan itu, karcis masuk saya traktir.”
Saya terdiam sejenak. US$ 17? Dia yang belikan? Saya ragu tapi tetap mengikuti langkahnya menuju pintu gerbang. Freddie tidak bercanda. Di bawah gerbang melengkung yang sarat dijalari bunga geranium merah saga, dipadu petunia seputih salju, Freddie menyodorkan tiket.

Contoh lain tentang unsur jenaka:
Saat mendung tebal menggantung di langit Tokyo, akhir pekan kedua Oktober lalu, seorang perempuan gemuk pendek hadir bersama kami di dalam bus. "Ini adalah hari yang istimewa karena saya bisa menemani Anda sepagi ini,” kata perempuan berwajah ramah itu. ”Biasanya saya bekerja malam hari sebagai ninja," ujar si ibu.
Ninja? Tak jelas ia menyebut namanya. Maka kami, peserta tur, kemudian menjulukinya Ibu Ninja.
Saya jadi berkhayal tentang ninja seperti di film-film. Tapi jika si ibu seorang ninja, bagaimana mungkin dengan berat badan lebih dari 50 kilogram bisa meloncat-loncat di atas atap rumah dalam kesenyapan.

Kejutan
Beri kejutkan kepada pembacamu. Berikan pembaca sesuatu yang tidak biasa, sesuatu yang hanya diketahui sedikit orang—tentang suatu lokasi misalnya. Lakukan ini dengan mencoba aktivitas yang tidak biasa, bertemu dengan orang-orang yang baru, terlibat ke dalam adegan yang asing bagimu ketika dalam perjalanan.

Seimbang 
Tulisan perjalanan harus memadukan observasi personal, deskripsi dan komentar dengan informasi praktis yang berguna bagi pembaca. Jadi, ada keseimbangan yang cermat antara pengalaman personal, deskripsi lokasi, deskripsi kegiatan atau peristiwa. Dan, ingat bahwa tulisan Anda untuk dimuat di media massa, yang berarti Anda harus memperhatikan akurasi fakta.

Kutipan
Untuk memperkaya tulisan kamu kutip komentar teman perjalanan atau pengunjung suatu kegiatan atau lokasi. Silakan mereka mengekspresikan perasaan mereka, kengerian, atau ketakjuban mereka tentang suatu tempat atau kegiatan yang sedang berlangsung. 

Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment