Sang Penggagas Indonesia Berkebun Kini Memimpin Bandung

Ridwan Kamil bersama keluarga. Foto : dok ridwankamil.net.
BANDUNG, BL- Ridwan Kamil, penggagas Indonesia Berkebun hari ini dilantik jadi Walikota Bandung Bandung periode 2013-2018 di gedung DPRD Kota Bandung.

“Hari pelantikan sebagai Walikota Bandung 2013-2018. Mohon doanya semoga lancer,” tulis Ridwan Kamil melalui akun twitternya @RidwanKamil (16/9).

Menurut informasi yang dihimpun dari Kepala Sub Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Kota Bandung Agus Supamana,  pelantikan Ridwan Kamil bersama pasangan Wakil Walikota Bandung, Oded M Danial akan dihadiri oleh mantan Presiden RI BJ Habibie, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Prabowo, dan Aburizal Bakrie. Tapi, Wali Kota Bandung Dada Rosada yang akan menyerahkan jabatan itu tak diizinkan menghadiri acara pelantikan itu oleh KPK karena menjadi tersangka kasus suap hakim.

Sebelum terpilih jadi Walikota Bandung, Ridwan Kamil dikenal sebagai aktivis dan penggagas Indonesia Berkebun, gerakan sosial yang memanfaatkan kemajuan di bidang internet dan media sosial untuk menggerakkan masyarakat agar mau mengubah lahan kosong perkotaan menjadi lahan hijau yang bermanfaat. Dalam 6 bulan, gerakan komunitas Indonesia Berkebun ini berhasil menyebar ke 14 kota dan kini menjadi salah satu sosok Web Heroes.

Komunitas ini didirikan oleh Ridwan Kamil dan Shafiq Pontoh. Gerakan ini dimulai dari ajakan dari akun twitter milik Ridwan Kamil pada Oktober 2010 untuk mendiskusikan urban farming, yaitu dengan memanfaatkan ruang negatif yang tak terpakai di perkotaan menjadi tempat berkebun.

Penanaman pertama dimulai pada tanggal 20 Februari 2011, dan dihadiri 150 orang. Hingga kini, komunitas ini telah berkembang dengan anggota 4000 orang, 300 di antaranya adalah anggota aktif.

Lulusan S2 dari University of California, Berkeley ini juga dikenal sebagai arsitek di berbagai firma di Amerika Serikat dan Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung. Sebelumnya Ridwan Kamil memulai karir bekerjanya di Amerika sesaat setelah lulus S1, akan tetapi hanya berkisar empat bulan ia pun berhenti kerja karena terkena dampak krisis moneter yang melanda Indonesia saat itu.

Tidak langsung pulang ke Indonesia, dia bertahan di Amerika sebelum akhirnya mendapat Beasiswa di University of California, Berkeley. Selagi mengambil S2 di Univesitas tersebut Ridwan Kamil bekerja paruh waktu di Departemen Perancanaan Kota Berkeley. Pada tahun 2002 Ridwan Kamil pulang ke tanah kelahirannya Indonesia dan dua tahun kemudian mendirikan Urbane yang bergerak dalam bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain.

Seperti dikutip dari laman resminya, penganut filosofi “Hidup adalah udunan (kolaborasi),” ini dikenal banyak memecahkan permasalahan publik dari jurus jitu kolaborasi . Percaya bahwa kota di masa depan harus dibangun dengan konsep babarengan, Ridwan Kamil mendirikan banyak komunitas sosial di masyarakat seperti Bandung Creative City Forum (BCCF), gerakan Indonesia Berkebun, Bandung Citizen Journal dan Konsep One Village One Playground. Intinya, semua permasalahan yang ada di masyarakat bisa diatasi dengan kerja sama dan gotong royong.

Sosok pemimpin muda yang murah senyum dan rajin ngetweet ini mencontohkan tentang terlantarnya 300 taman kota di Bandung karena alasan tak adanya dana. Ketika taman kota terlantar ini diumumkan pada warga dan komunitas kota, ternyata ada 300 komunitas yang siap mengadopsi dan memelihara taman tersebut. Bahkan setiap taman bisa diberi tema sesuai dengan komunitas yang memeliharanya. Solusi yang begitu sederhana.

Pada pemilihan walikota Bandung beberapa waktu lalu, Ridwan Kamil bersama Oded M Danial terpilih memimpin kota yang terkenal dengan sebutan Parijs Van Java itu. #Selamat.(Marwan Azis).
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment