Blok Mahakam, SBY Diminta Tak Terpengaruh Bujukan Bos Total

Inilah Blok Mahakam di Kalimantan Timur yang selama ini dikelola oleh Total, namun tak memberi manfaat bagi masyarakat sekitar yang hingga kini tak tersentuh layanan listik. Foto : Istimewa.
JAKARTA, BL- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta tidak terpengaruh bujukan bos Total terkait pengelolaan blok Mahakam. 

Menurut informasi yang diperoleh, President Director Total SA, Mr Christophe De Margerie akan berkunjung ke Tanah Air untuk bertemu dengan Presiden SBY. Kunjungan bos Total tersebut untuk membicarakan mengenai perpanjangan kontrak Blok Mahakam yang akan segera berakhir pada tahun 2017 mendatang.

Terkait dengan kedatangan bos Total Indonesie  ke Indonesia, para petitor Petisi Blok Mahakam yang terdiri dari Marwan Batu Bara, Rizal Ramli, Chandra Tirta, Hatta Taliwang dan Komaidi (ReforMiner) mengadakan konferensi pers.

Menurut Chandra Tirta Wijaya, para petitor Petisi Blok Mahakam ini ingin sekali bertemu dengan CEO Total untuk menyampaikan aspirasinya yaitu menolak perpanjangan Blok minyak dan gas bumi (migas) yang terletak di Kalimantan Timur tersebut.

Di kesempatan yang sama,Direktur Eksekutif Indonesian Resourcess Studie (IRESS), Marwan Batubara menyatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapat konfirmasi atas kedatangan bos Total ke Tanah Air.

Untuk itu, tambahnya, para petitor petisi Blok Mahakam membuat surat penolakan perpanjangan kontrak Blok Mahakam yang ditembuskan juga ke Elizabeth Proust dan Novianto.

“Kalau memang Pemerintah punya komitmen membangun perusahaan migas nasional, ini merupakan moment yang pas,” ujarnya dalam konferensi persnya di Resto Pulau Dua, Jakarta, Jumat (18/10) seperti dilansir Energitoday.com.

Sebelumnya, tegas Marwan, SBY pernah mengatakan bahwa Pertamina akan dijadikan sebagai perusahaan besar sepeti Petronas, Malaysia.

"Ini juga untuk menjadi perhatian Pak SBY agar keputusan diambil demi kepentingan nasional. Serta agar tidak terpengaruh dengan desakan dari pihak Total," tuturnya.

Marwan mengungkapkan, kita sudah sering mengadakan acara seperti ini, kelihatannya SBY bergeming. Untuk itu, pesan ini ditujukan juga ke Presiden agar mencamkan aspirasi rakyat banyak.

“Petisi ini sudah mendapatdukungan dari 3.000 orang. Jadi ini sudah jelas, maka itu diharapkan SBY segera memberikan keputusan mengenai kontrak Blok Mahakam yang akan segera berakhir,” jelasnya.   (US/ET)
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment