40 Negara Serukan Pembebasan Aktifis Greenpeace



Aksi para aktivis lingkungan hidup di Indonesia yang menyerukan pembebasan aktivis pembela iklim Greenpeace yang saat ini masih ditahan pasukan bersenjata Rusia. Foto : Greenpeace.

BANDUNG, BL- 58 Hari sudah 28 aktivis Greenpeace beserta dua orang videografer dan fotografer ditahan oleh pasukan bersenjata Rusia, atas aksi berani mereka melindungi masa depan Arktik. Jutaan orang telah mengirimkan petisi online mendesak pembebasan mereka. 

Hari ini ribuan orang ikut berpartisipasi dalam aksi damai di 220 kota di 40 negara untuk mengungkapkan solidaritas mereka terhadap 30 orang yang ditahan di kapal Greenpeace Arctic Sunrise oleh pasukan keamanan bersenjata Rusia yang saat ini dipenjarakan.
 
Hari Minggu esok akan menandai dua bulan sejak Arctic 30 ditahan saat melakukan protes damai menentang pengeboran di Arktik, tepatnya di platform minyak Gazprom di Laut Pechora pada 18 September lalu.


Aksi solidaritas hari ini menyoroti pada peran raksasa energi Rusia Gazprom dan mitra bisnisnya, Shell. Ini adalah permintaan dari Gazprom untuk pihak berwenang Rusia untuk campur tangan selama protes yang pada akhirnya menyebabkan penahanan 30.

Aksi global hari ini meliputi antara lain
: Di Jerman, pawai lentera besar ke konsulat Rusia di Berlin, Hamburg, Munich, Frankfurt, Bonn dan Leipzig. Di India, 30 jam protes di 30 kota. Di Inggris, aktivis melakukan aksi protes di depan lebih dari 60 SPBU Shell. Di Brazil, Argentina, AS dan Polandia - konser musik solidaritas dan di Johannesburg, 150 drumer bergabung dengan aksi solidaritas ini. 
 
Sementara di Indonesia, aksi solidaritas diadakan di beberapa lokasi ikonik di Kota Bandung. Sekitar 20 aktivis bergabung dalam aksi ini, membungkam mulut mereka dengan tulisan Free The Arctic 30, serta berfoto menggambarkan seperti mereka berada dalam penjara.

Aksi ini bertujuan untuk menyatakan solidaritas kami terhadap penahanan Arktik 30 di Rusia, yang sudah berlangsung selama dua bulan. 

"Kami ingin menyampaikan bahwa Arktik 30 sebagai penyelamat iklim tidak seharusnya ditahan karena melakukan aksi damai untuk melindungi Arktik dari kehancuran,"ujarnya.

“Apa yang mereka lakukan adalah untuk melindungi kita semua dari bencana iklim,” kata Hindun Mulaika, Juru kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia melalui keterangan tertulisnya yang diterima Beritalingkungan.com.

Juru kampanye Greenpeace International Barbara Stoll menjelaskan
, Arktik 30 ditangkap dan dipenjarakan setelah Gazprom. Sekarang Arktik 30 tetap berada di belakang sel dan Gazprom bisa memainkan peran kunci dalam pembebasan mereka sehingga mereka bisa pulang ke keluarga masing-masing. Arktik 30 bisa bebas, dan Gazprom mempunyai pengaruh yang signifikan dengan menyerukan pembebasan mereka.

Dia menambahkan
, untuk melakukan pengeboran di Arktik, Gazprom membutuhkan mitra bisnis yaitu Shell. Yang menempatkan Shell dalam posisi sangat kuat untuk mempengaruhi Gazprom. Jika Shell ingin berdiri untuk kebebasan berekspresi dan melihat Arktik 30 dilepaskan, perusahaan ini bisa mendorong teman-temannya di Gazprom untuk menyerukan hal yan sama. Tapi dengan berdiam diri, sulit untuk menyimpulkan bahwa Shell hanya akan menempatkan kesepakatan pengeboran minyak di Arktik di atas pembebasan tahanan."

Direktur Eksekutif Greenpeace Internasional, Kumi Naidoo, telah menulis surat kepada kepala Gazprom, Alexey Miller, meminta agar ia menggunakan pengaruhnya perusahaannya di Rusia untuk membantu kebebasan Arktik 30.

"Jika perusahaan Anda mempunyai komitmen yang serius untuk menghormati hak kebebasan berekspresi dan aksi damai, kini Anda akan menggunakan pengaruh besar di Rusia untuk mendukung kebebasan mereka. Saya mendorong Anda menjadi orang yang pertama untuk melakukannya," kata Naidoo, dalam suratnya yang ditulis kepada Gazprom.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, pada 18 September 2013, dua aktivis Greenpeace International ditangkap saat mereka memprotes pengeboran minyak Arktik di kilang minyak lepas pantai Gazprom, Prirazlomnaya, di Laut Pechora di lepas pantai Rusia. Mereka ditahan semalam tanpa tuntutan jelas atau perwakilan hukum di kapal pasukan khusus Rusia.

Keesokan harinya, tanggal 19 September 2013, Pasukan khusus Rusia kemudian secara ilegal menaiki kapal Greenpeace Arctic Sunrise saat berada di perairan internasional dan menangkap 25 aktivis di kapal dibawah todongan senjata.

Greenpeace dan aktivis lingkungan dari berbagai negara menuntut Pemerintah Rusia membebaskan semua aktivis dan penarikan segera pasukan dari kapal Greenpeace serta mengakhiri pengeboran minyak lepas pantai di Arktik untuk selamanya. (Marwan Azis).
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment