Total Bantah Semburan Gas di Blok Mahakam Akibat Kelalaian

Semburan gas yang terjadi di salah satu sumur di Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Jumat (08/11/2013).  Foto : Plasa MSN. 
JAKARTA, BL- Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Perancis yakni Total E&P Indonesie peristiwa membantah terjadinya semburan gas di Blok Mahakam, Kalimantan Timur, akibat kelalaian dari perusahaan minyak asal Perancis itu.

Semburan gas (shallow gas pocket) di Lapangan Tunu, Blok Mahakam, yang terjadi pada Jumat pekan lalu (8/11) di saat pengeboran  atau drilling pada kedalaman sekitar 200 meter. Di dalam dunia perminyakan gas pocket ini sebagian besar terjadi karena kesalahan pengeboran, walaupun tak menutup kemungkinan dapat terjadi secara alami.

Vice President Human Resources Total EP Indonesie, Arividya Novianto mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui penyebab terjadinya semburan gas ringan di salah satu sumur Blok Mahakam, Kalimantan Timur.

"Kami belum tahu penyebabnya seperti apa," katanya saat ditemui di acara Forum Improved Gas Recovery (IGR) di Hotel Sangrila, Jakarta, Senin (18/11) seperti dilansir Energitoday.com. Ia membantah bahwa peristiwa tersebut akibat kelalaian dari perusahaan minyak asal Perancis itu.

“Kerugiannya belum diketahui, nanti akan kami hitung,” cetusnya.

Sebelumnya, guna menghindari kejadian semburan gas ringan yang terjadi beberapa waktu di sumur TN-C414 yang berada di Blok Mahakam, Total E&P Indonesie terpaksa menutup lima sumur miliknya. Pasalnya, kelima sumur tersebut posisinya relatif dekat.

Menurut Media Relations Head Department Total E&P, Kristanto Hartadi, sebenarnya semburan gas yang terjadi di Sumur TN-C414 tidak mengganggu lima sumur yang ditutup itu. “Penutupan dilakukan untuk melancarkan proses pengamanan dan pencegahan,” pungkasnya.   (US/ET/GE)
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment