Masyarakat Indonesia Hasilkan Sampah 130.000 ton Perhari

Penandatanganan Deklarasi oleh Walikota Surabaya disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya (23/2). Foto : KLH.
SURABAYA, BL- Diperkirakan masyarakat Indonesia menghasilkan sampah sebanyak sampah sebanyak 130.000 ton perhari.


Hal tersebut didasarkan pada jumlah penduduk Indoneasia, yang saat ini menempati peringkat ke empat terbanyak di dunia, dengan total penduduk sebanyak 237 juta. Diperkirakan jumlah penduduk ini akan bertambah menjadi 270 juta pada tahun 2025.
Bagi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) ini merupakan potensi yang besar sebagai sumberdaya (bahan yang dapat di daur ulang, sumber energi, dll), tetapi saat ini sebagian besar masih menjadi sumber penyebab polusi. Pengurangan sampah yang bertujuan untuk membatasi volume sampah yang dihasilkan harus segera dilakukan.
Menurut Deputi IV KLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah, Drs Rasio Ridho Sani, M.Com, MPM, salah satu upaya untuk mengurangi sampah adalah melalui pembudayaan kegiatan Reduce, Reuse & Recycle (3R) sampah.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah mengembangkan berbagai proyek percontohan 3R di beberapa provinsi. Bahkan selama periode 2010-2014, Kementerian Pekerjaan Umum telah membangun kurang lebih 336 fasilitas pengolahan sampah 3R.
Berbagai kebijakan dan program yang dikembangkan Pemerintah Indonesia terkait pengelolaan sampah dan 3R, hanya akan berhasil jika mendapat dukungan dari masyarakat dan kemitraan dengan berbagai pihak.
Gerakan Indonesia Peduli Sampah
Berkaitan dengan hal tersebut, dalam rangka Hari Peduli Sampah Tahun 2014, dicanangkan “Gerakan Indonesia Peduli Sampah Menuju Masyarakat Berbudaya Reduce, Reuse & Recycle (3R) Untuk Kesejahteraan Masyarakat”. Untuk mendukung pencanangan gerakan ini, pada hari ini telah dihasilkan sebuah Deklarasi Menuju Indonesia Bersih 2020 yang ditandatangani oleh stakeholders yang terdiri dari unsur pemerintah daerah (Bupati/Walikota), unsur pengusaha (Kadin), organisasi keagamaan seperti Nahdatul Ulama, Parisada Hindu Darma, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) dan unsur masyarakat (LSM) lainnya.
Tujuan dari pencanangan gerakan ini adalah untuk mendorong semua elemen pemerintah dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah melalui pengembangan kegiatan 3R. Dengan gerakan ini, diharapkan tidak hanya mengurangi sampah yang dihasilkan, juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Kota Surabaya. Selain pembacaan deklarasi, kegiatan pada hari ini diisi juga dengan rangkaian acara bertema kampanye peduli sampah, yang disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Dirjen Cipta Karya Kementerian PU, Gubernur Jawa Timur, Walikota Surabaya, serta dimeriahkan oleh artis Tasya Kamila, Papa T. Bob, Putri Bumi dan Duta Sanitasi. Acara ini dihadiri oleh perwakilan unsur pemerintah daerah (Bupati/Walikota) dari seluruh Indonesia, unsur dunia usaha, dan unsur masyarakat.
Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA dalam sambutannya mengatakan, Semangat mengurangi sampah dari sumbernya merupakan amanat Undang-Undang No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang harus terus ditingkatkan melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
“Saya mengajak kita semua memantapkan komitmen kepala daerah, dunia usaha dan masyarakat untuk memulai langkah nyata dalam melakukan pengolahan sampah dari sumbernya dan pemanfaatan energi bersih, karena pada hakekatnya setiap individu merupakan sumber penghasil sampah. Edukasi masyarakat sangat penting untuk menumbuhkan perilaku yang dahulu membuang sampah sekarang dengan membiasakan memilah, mengolah dan menghargai sampah,”paparnya.
Acara pada hari ini juga merupakan rangkaian kegiatan dari Forum Regional 3R se Asia Pasifik Kelima yang akan dilaksanakan pada tanggal 25-27 Februari 2014 di Hotel Shangri La Surabaya. Forum akan dihadiri delegasi dari 38 negara dan beberapa lembaga internasional yang berada di bawah naungan PBB.
Bersamaan dengan penyelenggaraan Forum Regional 3R se Asia Pasifik Kelima ini, diselenggarakan pula Pameran 3R yang diikuti oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian PU, Kota Surabaya, Kabupaten Malang, para praktisi 3R, dunia usaha dan LSM. yang disponsori oleh Pemerintah Jepang. Pameran ini menampilkan berbagai hasil upaya untuk mengelola sampah menjadi barang yang berguna dan sekaligus mengurangi jumlah timbulan sampah. Di samping itu, diselenggarakan pula pameran tentang Green Technology yang diselenggarakan oleh United Cities and Local Goverment. (Wan).
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment