Jarak Pandang di Pekanbaru Mulai Membaik

Ilustrasi asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau. Foto : ANTARA/FB Anggoro.
PEKANBARU, BL- Jarak pandang di Pekanbaru pada Minggu (16/3) pukul 10.00 WIB dilaporkan mulai membaik dibandingkan sebelumnya yaitu 2 kilometer. Sedangkan di Dumai 800 meter, dan Padang 800 meter.
Informasi itu diperoleh Beritalingkungan.com dari Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB. Ia juga melaporkan kemarin hujan cukup merata terjadi di Rohil, Dumai, Rohul, Pekanbaru, Kampar, Kuansing, Inhu dan Pelalawan.
Berikut ini update terkini penanganan bencana asap pada 16 Maret :
1) Presiden masih mengunjungi beberapa titik kebakaran. Jam 15.00 akan memberikan pengarahan kepada para pengusaha hutan dan perkebunan. Kepala BNPB selaku Komandan Operasi Terpadu mendampingi dan memberikan penjelasan kepada Presiden.
2) Hotspot satelit NOAA18 berjumlah 3 titik: Bengkalis 2 dan Rohil 1. Hotspot satelit Aqua/Terra (MODIS) 171 titik: Bengkalis 24, Inhil 32, Meranti 28, Pelalawan 9 dan Siak 78.
3) Satgas udara kemarin berhasil melakukan 60 kali water bombing di daerah cagar biosfer Giam Siak Kecil. 9 helicopter dikerahkan untuk water bombing dan survai.
4) Satgas darat sudah memadamkan lahan seluas 15.837 ha dari total lahan yang terbakar seluas 19.538 ha. Areal yang terbakar lebih dari luasan tersebut karena belum dapat dijangkau.
5) Luas cagar biosfer 705.271 ha. Terdiri dari Zona Inti  178.722 ha,  buffer zone HTI 222.500 ha (Konsesi Perusahaan Kehutanan PT Arara Abadi dan mitra, serta masyarakat), transition area (pemukiman) 304.123 ha. Luas areal yang terbakar di kawasan ini 2.398 ha yang terdiri dari:
- Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil 922.5 ha;
- Suaka Margasatwa Kerumutan  373 ha;
- Taman Wisata Alam Sungai Dumai 80.5 ha;
- Taman Nasional Tesso Nello 95 ha;
- cagar alam Bukit Bungkuk 9 ha;
- Area penggunaan lain/non kawasan hutan 867.5 ha.
Sutopo menambahkan, upaya pemadaman terus dilakukan baik dari darat, udara dengan water bombing dan hujan buatan. Sementara penegak hukum menangani 40 kasus, 60 tersangka, 7 penyelidikan, 33 penyidikan, 5 orang buron. Menyidik 1 perusahaan PT NSP. (Wan).

Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment