Anggota Lawalata IPB Tewas Saat Rafting di Sungai Cisadane

Aji Muchamad Huda.  Sumber foto : facebook Aji Muchamad Huda
BOGOR, BL- Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dunia petualangan Indonesia khususnya keluarga besar Lawalata Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali berduka. Salah satu member Lawalata IPB bernama Aji Muchamad Huda mengalami kecelakaan saat kegiatan arung jeram di Sungai Cisadane pada Minggu 20 April 2014 kemarin.
"Suasana duka menyelimuti kami. Kegiatan arung jeram di Sungai Cisadane pada minggu 20 April 2014, mengalami kecelakaan di tengah perjalanan. Kami pun terkejut dan serasa tidak percaya atas kejadian tersebut yang mengakibatkan musibah kepada Saudara, Abang, Sahabat  Kami yang bernama Aji Muchamad Huda. Kami keluarga besar Lawalata IPB mengucapkan belasungkawa atas peristiwa ini," demikian ungkapan duka keluarga besar Lawata IPB seperti dikutip dari laman resmi lawalataipb.org. 
Almarhum Aji Muchamad Huda hingga akhir hayatnya terdaftar sebagai anggota Lawalata IPB dan alumni IPB angkatan 43 (tahun 2006) jurusan ilmu ekonomi Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB.
Berikut kronologi kejadian berdasarkan penyampaian tim lapangan seperti dikutip dari lawalataipb.org. 
Selasa 15 April 2014 : 
Anggota Lawalata IPB yang tergabung dalam Kelompok Minat (KM) Tirta merencanakan kegiatan pengarungan Sungai Cisadane untuk hari Minggu 20 April 2014. Informasi kegiatan disebarkan ke seluruh anggota Lawalata melalui grup komunikasi internal (Grup WhatsApp dan sms informasi). Kegiatan ini bersifat terbuka dan setiap anggota Lawalata dapat mengikuti acara ini. Aji M Huda menghubungi Mutiara (anggota Lawalata) menyatakan berminat mengikuti kegiatan ini. Sebelumnya Aji sudah sering mengikuti kegiatan arung jeram di sejumlah sungai sejak masih aktif di IPB sampai setelah alumni.
Rabu 16 April 2014         
10.30 s/d 12.00 
Dua anggota KM TIRTA, yaitu M. Jamani dan Anggi Putra melakukan survei/orientasi medan di Sungai Cisadane di Desa Cibanteng, Kecamatan Darmaga, Kabupaten Bogor. Kondisi sungai saat itu surut dan akses menuju sungai cukup sulit untuk dilakukan pengangkutan perahu karet. Tim TIRTA memutuskan untuk mencari lokasi lain dan melakukan survei ke-2.
Sabtu 19 April 2014
15.00 s/d 17.00
Survei ke-2 dilakukan oleh M. Jamani, yaitu di sungai Cisadane yang berlokasi di Jembatan Gunung Batu, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Survei yang dilakukan yaitu melihat kondisi sungai, arus dan alirannya. Saat itu, kondisi cuaca sehabis hujan, sungai berarus cukup deras, namun masih bisa digunakan untuk mengarung.
Minggu, 20 April 2014
10.00
Tim berangkat menggunakan mobil dari kampus IPB Darmaga menuju  ke lokasi awal pengarungan. Tim terdiri dari 7 orang, yaitu M. Jamani (IPB angkatan 2011) sebagai koordinator tim, M. Firdaus (IPB angkatan 2011),  Sheila Kharismadewi (IPB angkatan 2013), Arkhan Hanif (IPB angkatan 2013), Husnizon Fajri (IPB angkatan 2013), Ira Khoirunisa (IPB angkatan 2013), Aji Muhammad Huda (Alumni IPB angkatan 2006). Perahu yang digunakan adalah perahu karet berkapasitas 7 orang.
11.00
Tim sampai di Jembatan Gunung Batu sebagai titik awal pengarungan. Setelah sampai, dilakukan briefing tim yang dipimpin oleh M. Jamani sebagai koordinator tim. Isi briefing yaitu tentang kondisi sungai, jalur pengarungan, kelengkapan alat-alat individu ataupun kelompok , posisi-posisi alat keselamatan (tali lempar, tali pembalik perahu), dan perbekalan konsumsi. Alat-alat sudah lengkap, yaitu: helm, pelampung, dayung, tali lempar, tali pembalik perahu, drybag (kantong anti air) untuk menyimpan barang-barang berharga (kamera, dompet, handphone). Masing-masing anggota tim sudah menggunakan satu set lengkap untuk mengarungi pengarungan, yaitu : helm, pelampung, dan dayung.
11.10
Pengarungan dimulai. Posisi di perahu yaitu; skipper: M. Jamani, dua terdepan: Aji M. Huda dan M. Firdaus, Tengah sejajar : Sheila dan Ira, belakang: Husnizon dan Hanif Ibrahim.
Kondisi cuaca cerah, debit air tidak setinggi survey hari Sabtu. Kondisi sungai berbatu-batu dengan air cukup dangkal  sehingga tim perlu turun hingga lebih dari 10 kali untuk menuntun perahu melewati bebatuan.
11.55  
Tim sampai kurang lebih 20 meter di dekat jeram deras di daerah Gang Kelor, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.  Melihat kondisi jeram yang deras di dekat patahan/setinggi 1,5 meter, Jamani sebagai skipper memutuskan untuk berhenti dan menambatkan perahu di tepi sungai. Perahu pun diperlambat jalannya.
M. Jamani turun dari perahu untuk menuju tepi sungai. Husnizon melemparkan tali lempar (untuk penambat perahu) kepada M. Jamani untuk kemudian dibawa ke tepi. M Jamani mencoba meraih tali lempar tapi terpeleset di sungai (tidak sampai jatuh). Karena sulit untuk meraih tali kemudian dia kembali menuju perahu (kembali ke posisi semula sebagai skiper). Saat itu perahu sudah mulai terseret arus hingga menuju jeram.
Perahu terbawa menuju batu besar yang dipenuhi tumpukan sampah di tengah sungai di dekat patahan. Haluan perahu (ujung depan) tersangkut di batu besar.
12.00
Air jeram terus menerus menghantam perahu menyebabkan haluan perahu menukik ke bawah. Muhammad Jamani menginstrusikan kepada tim untuk segera melompat dari perahu karena melihat perahu yang mulai menukik ke bawah tanda akan terbalik. Namun, hanya Husnizon Fajri yang sempat meloncat dari perahu dan memegang sampah di batu besar terdekat dan Jamani yang berhasil melompat dari perahu. Anggota tim lain sudah terjatuh dari perahu yang menukik ke bawah dan kemudian perahu tersangkut di antara batu dan patahan dengan posisi vertikal/berdiri.
4 orang anggota tim (M Firdaus, Sheila, Ira, Hanif) terjebak di pusaran air di bawah patahan sungai. Jamani berusaha untuk menolongnya dengan ikut masuk ke pusaran air dan berpegangan pada tali di perahu. Namun arus dan jeram yang kuat membuat pegangannya terlepas dan ikut terjebak di dalam pusaran air. Selama sekitar 1 menit 5 orang tim bergulung-gulung di dalam pusaran air. Kemudian satu-persatu tim muncul di permukaan sungai.
12.02
M. Jamani meneriakkan untuk mengecek anggota tim. M Jamani kemudian menolong Husnizon yang berpegangan di batu tumpukan sampah. M Firdaus menolong Sheila dan Ira untuk keluar dari sungai, lokasinya sekitar 10 meter dari lokasi perahu tersangkut. Hanif berhasil ke tepi sungai sendiri.
12.04
M Jamani mengamankan barang-barang tim yang berceceran, termasuk drybag. M Jamani kembali mengecek anggota tim dan menyadari bahwa Aji M Huda belum ada. M Jamani menginstruksikan untuk: 1) Hanif menyusur ke arah lebih jauh, 2) Sheila mengawasi kondisi sungai dan tim lain juga untuk ikut mencari. 3) Husnizon mencari bantuan ke warga. Aji masih belum ditemukan.
12.05
Tim mulai melakukan pencarian Aji di sekitar lokasi perahu tersangkut, Sheila menjadi pengawas lokasi di sekitar kejadian. Lokasi yang diduga oleh tim adalah pusaran air, dan aliran sungai yang lebih rendah serta tepi-tepi sungai. Warga yang datang mulai memanggil bantuan dari warga yang lain.
12.17
Sheila, sambil mengamati sepanjang sungai, mencoba menghubungi tim darat di sekretariat untuk meminta bantuan. Dari beberapa orang yang dicoba dihubungi, akhirnya dia bisa menghubungi Dafid di sekretariat. Setelah itu tim di sekretariat mulai membangun koordinasi untuk menolong.
12.18
Aji M Huda belum ditemukan. Tim menduga lokasi yang mungkin selain yang telah diperkirakan adalah di bawah perahu, kemungkinan korban tersangkut di bawah perahu. Kemudian M Jamani menginstruksikan kepada Firdaus agar mencari bantuan warga sekitar untuk membantu membalikkan perahu.
12.20
Firdaus mencari bantuan ke warga sekitar. Warga sekitar pun datang. Firdaus meminta bantuan tambang panjang untuk menarik perahu.
12.25
Warga datang membawa 2 tambang panjang. Tambang diikat di satu sisi perahu kemudian ditarik oleh 5 orang (Firdaus dan 4 orang warga) namun gagal. Kemudian perahu dicoba ditarik ke arah yang berbeda. Perahu hanya bergerak sedikit (bergoyang, perahu tidak sampai terbalik).
Sheila yang mengawasi kemungkinan kemunculan Aji dari tepi sungai. Sheila berteriak memberitahu bahwa Aji M Huda sudah muncul dari balik perahu yang digoyangkan itu. Lalu Aji M Huda terjatuh ke pusaran air dan menagapung berputar-putar di permukaan air. Kondisi saat itu helm dan pelampung masih terpasang di tubuh Aji.  Kondisi Aji sudah tanpa celana. Kemungkinan celana Aji merosot karena sebelum berangkat Aji mengatakan pada Sheila bahwa celana Aji kendor.  Melihat kondisi tersebut M Jamani segera mengikatkan tali tambang ke tubuhnya (water rescue) dan terjun ke pusaran air untuk membawa Aji ke tepi sungai.
12.35
Aji M Huda berhasil dievakuasi ke darat. Helm dan pelampung Aji dilepas. M Firdaus dan Jamani melakukan pengecekan nadi dan nafas (ABC/ Air Breathing Circulation) dan tidak ditemukan tanda denyut nadi ataupun nafas. Jamani dan Firdaus lalu melakukan pertolongan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sejumlah 3 siklus, namun tidak ada perubahan.
12.45
Firdaus menghubungi sekretariat LAWALATA IPB untuk segera mengirimkan ambulans ke lokasi kejadian.  Aji M Huda dibawa ke atas di perkampungan warga bersama tim lainnya dengan dibantu warga. Barang-barang yang telah dikumpulkan tidak serta ikut dibawa. Awalnya barang akan dibawa tapi dilarang oleh seorang warga bernama Faisal untuk kemudian dipercayakan kepadanya.
Mobil polisi datang. Salah seorang warga yang memanggil polisi. 5 orang tim (selain Arkhan Hanif) ikut bersama mobil polisi menuju kantor Polsek Bogor Barat untuk dimintai informasi.
13. 15
Aji M Huda dibawa ke rumah sakit PMI menggunakan mobil warga sekitar, diantar oleh 6 orang warga (termasuk sopir) dan Hanif Ibrahim. Ambulans dari IPB masih di dalam perjalanan dan belum sampai di lokasi kejadian.
13.30
Aji M Huda tiba di RS PMI Bogor bersama  Hanif Ibrahim, langsung bertemu dua anggota Lawalata yaitu Miftah dan Hilma. Oleh pihak RS mobil diarahkah langsung di bagian Forensik. Aji sudah dinyatakan meninggal dunia. Dilakukan pemeriksaan dan visum terhadap Aji. Aji tidak mengalami luka fisik yang kentara, hanya sedikit baret di hidungnya. Sementara Aji di periksa tim forensik, Hanif memberikan informasi kepada pihak PMI.
Anggota Lawalata yang menunggu di RS adalah Hanif, Miftah dan Hilma.
Sementara itu di tempat terpisah, Annisa Pratiwi (Ketua Umum) dan Faisal Abdul Aziz mengunjungi rumah Aji untuk mengkomunikasikan dengan pihak keluarga Aji.
16.15
Ayah Aji datang ke rumah sakit. Saat itu sejumlah sahabat dan saudara almarhum menunggu di RS PMI.
 18.00
Jenazah Aji dibawa ke rumah duka di kediamannya di Villa Bogor Indah V Blok CD 2 Nomor 27, Bogor Utara.
21.00
Jenazah Aji dibawa ke Tasikmalaya, kampung halamannya untuk dikebumikan keesokan harinya.
Senin 21 April 2014
09.18 – 10.00
Proses Pemakaman Almarhum Aji Muhammad Huda di Tasikmalaya.
Selamat jalan kawan.
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment