22 Staf Pertanian Sumba Tengah Belajar di Bantaeng

Panen appel di Bantaeng. 
BANTAENG, BL– Bantaeng kembali menerima 22 pegawai pertanian Kabupaten Sumba Tengah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan praktek pemagangan di kota bergelar Butta Toa ini.

Kegiatan yang akan berlangsung selama 5 hari di daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar, ibukota Provinsi Sulsel difokuskan terhadap pembelajaran pengembangan talas dan komoditas pertanian lainnya.

Mereka terdiri atas Sekretaris Dinas Pertanian Sumba Tengah Umbu Djoka, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Made Sujana, pejabat Dinas Perkebunan, 5 mantri tani dan 6 orang Ketua Kelompok Tani itu diterima Plt Sekda Bantaeng H Abdul Latief Naikang di ruang rapat Sekda, Selasa (22/4).

Sekda Bantaeng pada kesempatan itu didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Ir Zainuddin dan pejabat teknis lingkup Pemda Bantaeng lainnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Tengah Ir Agustinus yang memimpin rombongan mengatakan, kegiatan magang dimaksudkan melihat langsung system pengembangan tanaman talas safira di daerah ini.

‘’Kami ingin belajar mulai dari pembibitan, penanaman atau budidaya serta komitmen masyarakat terhadap pengembangan tanaman yang memiliki prospek pasar ekspor tersebut,’’ ujarnya. 

‘’Melalui kunjungan pemagangan ini, kami berharap banyak memperoleh informasi tentang pengalaman pengembangan jenis talas ini,’’ tambahnya.

Riesa Meylani, SSTP, Kepala Humas dan Protokol Pemkab Bantaeng dalam rilisnya menjelaskan, kunjungan ini juga merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah ke Sumba Tengah pada 2013.  

Plt Sekda Kabaupaten Bantaeng H Abdul Latief Naikang menyambut baik kehadiran pejabat pertanian Kabupaten Sumba Tengah yang melakukan pemagangan terhadap pengembangan talas safira.

‘’Kehadiran para pejabat pertanian dari Sumba memberi motivasi terhadap pengembangan lingkup pertanian di daerah ini. Bahkan pada 14/15 Mei 2014 akan datang para penyuluh pertanian dari Negara-negara Asean,’’ jelasnya.

Kunjungan dari berbagai daerah dan negara ke Bantaeng berkat inovasi baru di bidang pertanian yang dilakukan selama ini.

Dari sisi luas wilayah Bantaeng  merupakan kabupaten terkecil di Sulsel, namun berkat berbagai inovasi yang di bawah komando Bupati, Bantaeng kini banyak dilirik.

Selain bidang pertanian, Bantaeng juga memiliki inovasi di bidang pelayanan kesehatan yang juga menjadi contoh nasional. Inovasi di bidang kesehatan tersebut diberi nama Brigade Siaga Bencana (BSB).

Melalui fasilitas BSB, masyarakat cukup menghubungi telepon 113, ambulance bersama dokter dan perawat akan tiba di lokasi. Petugas akan memeriksa kemungkinan dilakukan perawatan di tempat atau harus ke rumah sakit/puskesmas.(wan)      

Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment