Trinimala Ningrum Terpilih Ketua Planas Pengurangan Risiko Bencana



Trinimala Ningrum (Tengah).
JAKARTA, BL- Trinimala Ningrum terpilih sebagai ketua Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana (Planas PRB) Indonesia pada Munas Planas PRB yang berlangsung di Aula Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Jakarta kemarin.

“Mudah-mudahan amanat yang bapak ibu berikan, bisa saya jalankan dengan baik,” ujar Rini panggilan akrab Trinimala Ningrum saat menyampaikan sambutan perdana  usai terpilih sebagai Ketua Planas PRB periode 2014-2017.

Sebelum memilih ketua Planas PRB yang baru, peserta Munas terlebih dahulu memilih formatur yang mencerminkan keterwakilan keanggotaan Planas dari unsur NGO, Perguruan Tinggi, pihak Swasta dan Pemerintah.

Yang terpilih formatur Planas yaitu Sugeng Tri Utomo, Euis Sunarti, Arif Nurkholis dan Trinimala Ningrum. Selanjutnya kelima formatur atas persetujuan peserta munas dipersilakan bermusyawarah untuk memilih ketua Planas PRB periode 2014-2017. Mereka akhirnya menyepakati memilih Trinimala Ningrum sebagai ketua Planas.

Dalam kepengurusan Planas PRB periode 2014-2017, mantan aktivis Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) ini mengungkapkan, dirinya akan berusaha mengoptimalkan kerja-kerja koordinasi  berbagai stakeholder pemangku bencana.

Trinimala Ningrum
“Yang berhasil dari pengurusan Planas PRB kemarin adalah telah terbangun koordinasi antara stakeholder yang bergerak pada Pengurangan Resiko Bencana,”ujar alumnus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta ini.

Rini juga berencana memperkuat  disiminasi informasi seputar pengurangan resiko bencana melalui disaster.co.id yang saat ini dalam tahap pembangunan.  Planas juga akan melakukan advokasi kebijakan revisi Undang-Undang Kebencanaan dan akuntablitas pengelolaan dana publik yang dilakukan media.

“Pengelolaan dana publik terkait kebencanaan itu rawan  korupsi karena sangat lemah dipengawasan,”ungkapnya.  

Menurut Rini yang juga aktif berkontribusi di Beritalingkungan.com ini, media sebaiknya fokus pada disiminasi informasi kebencanaan, sementara untuk penggalangan dana publik sebaiknya ditangani lembaga kemanusian seperti pola kemitraan Koran Republika dengan Yayasan Dompet Dhuafa dalam penggalangan dana publik.

Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: