Polisi Tembaki Petani di Wawonii

Tangis kaum ibu dari polara atas nasib penangkapan petani oleh aparat kepolisian. Foto : Yos Hasrul/Sultranews.com
KENDARI, BL- Tindakan kekerasan kembali dipertontonkan aparat kepolisian dengan memukul dan menembaki warga petani di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan, Minggu (3/5) pagi. 

Adam (28), seorang warga Kelurahan Polara, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara yang menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi terpaksa dilarikan ke rumah sakit di kendari akibat luka tembak yang dideritanya.  Adam mengalami luka serius setelah peluru karet bersarang di punggungnya. 

Peristiwa itu bermula pada Minggu (3/5/2015) dini hari, saat anggota kepolisian melakukan penangkapan terhadap warga Kelurahan Polara yang diduga melakukan pembakaran aset tambang pasir krom PT Derawan Berjaya Mining.

Korban Adam mengungkapkan, saat penangkapan, polisi bertindak brutalmembabi buta dengan memukul dan menembaki warga. 

"Mereka membabi buta memukul warga tanpa ampun, yang lebih menyakitkan lagi ibu-ibu sempat mereka pukul," kata Adam di RS Abunawas Kendari seperti dilansir Sultranews.com (Situs Sindikasi Beritalingkungan.com). 

Karena tindakan polisi sudah melampaui batas, lanjut Adam, warga melakukan perlawanan untuk menyelamatkan Muamar alias Amar yang ditangkap oleh oknum polisi.

"Mereka tidak berhenti melakukan penembakan, sekita pukul 05.60 pagi, saya langsung terbangun bergegas melihat kejadian itu, hanya tidak tega melihat warga diperlakukan seperti binatang makanya kami melawan. Masih ada lagi teman saya yang kena tembak," katanya. 

Adam sangat menyayangkan kejadian itu, karena institusi Kepolisian sebagai lembaga penegak hukum, justru menciderai hukum yang ada karena melakukan penembakan kepada warga sipil. 

"Mereka dengan pakaian lengkap, ada senjatanya, mau melawan masyarakat biasa yang hanya punya cangkul untuk bertani. Kami sudah tidak percaya lagi dengan polisi, Kami merasa jauh dari keadilan," ujarnya. Kepolisian sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait kasus penembakan terhadap petani.
(Yos/ Kiki/Sultranews.com) -->
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: