Mega Proyek Reklamasi 17 Pulau Buatan di Utara Jakarta Gusur Habitat Elang Bondol

Elang Bondol. Foto : Wikipedia.

JAKARTA, BL- Jakarta diprediksi segera kehilangan maskotnya. Elang bondol (Haliastur indus) yang ditetapkan sebagai Fauna Identitas (Maskot) Provinsi DKI Jakarta mendampingi Salak Condet (Flora Identitas) berdasarkan Keputusan Gubernur No 1796 Tahun 1989 diprediksi tak akan ditemui lagi di alam bebas Provinsi DKI Jakarta.

Hal tersebut disampaikan koordinator Komunitas Indonesian Friends of The Animals (Ifota) Marison Guciano di Jakarta, Jumat (21/8).

Menurut Marison, rencana Mega Proyek Reklamasi 17 Pulau Buatan di Utara Jakarta akan menggusur habitat elang bondol.

"Berdasarkan hasil survei tahun 2004, populasi elang bondol di Kepulauan Seribu, Jakarta, hanya tinggal 15 ekor saja. Elang bondol bukanlah burung migran atau suka berpindah-pindah tempat. Oleh karena itu mega proyek reklamasi 17 pulau buatan di utara Jakarta yang menggusur habitat elang bondol dipastikan akan menyebabkan kepunahan maskot Jakarta ini," tuturnya melalui keterangan tertulisnya yang diterima Beritalingkungan.com.

Seperti diberitakan, Pemerintah DKI Jakarta telah memberi izin PT Muara Wisesa Samudera, anak usaha PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) untuk melakukan reklamasi/membangunan proyek 17 pulau buatan di Utara Jakarta. Di atas daratan pulau yang dibangun itu akan berdiri properti mewah.

Menurut Marison, dari pada memberi ijin reklamasi kepada Agung Podomoro, Pemda DKI sebaiknya melakukan penanaman bakau atau mangrove di pesisir Jakarta. Selain berfungsi sebagai resapan dan penahan air laut pasang, keberadaan mangrove juga untuk menciptakan keadilan ekologis bagi satwa liar  untuk hidup.

Di Indonesia sendiri Elang Bondol termasuk satwa yang dilindungi dan terdaftar dalam lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

"Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama seharusnya berfikir bahwa ia adalah pemimpin pemerintahan, bukan eksekutif sebuah perusahaan. Ia sedang mengelola negara, bukan mengelola bisnis perusahaan. Oleh karena itu bukan kepentingan finansial yang harus ia kedepankan," katanya.(Marwan Azis)

-> -->
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: