Cartenzs, Gunung Tertinggi di Indonesia Tak Luput dari Sampah

Tim Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz 2015 membersihkan sampah yang tercecer. Foto : Afif/detikTravel.
Gunung tertinggi di Indonesia dan jarang didaki, mungkin kita berpikir jalur pendakian Carstensz di Papua, bebas dari masalah sampah. Tapi ternyata, tidak juga. Basecamp Lembah Danau-danau ada banyak sampah bertebaran.

Hal tersebut disampaikan Afif Farhan, jurnalis Detik yang ikut dalam Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz 2015 melalui laman detiktravel. Detailnya simak catatan perjalanan Afif Farhan berikut ini :

Di balik rasa bangga dan girang karena sudah mencapai Basecamp Danau-danau, perasaan sedih, kesal dan kecewa turut kami rasakan. Perasaan yang muncul akibat melihat sampah bertebaran di mana-mana.

Dari New Zealand Pass saja, saya sudah menemukan banyak sampah bertebaran. Sampahnya kebanyakan berupa botol minuman plastik, bekas alat-alat makan seperti sendok dan kotak nasi sampai celana dalam.

Sampah di dekat Basecamp Danau-danau. Foto : Afif/detikTravel.
Di Basecamp Danau-danau, yang ketinggiannya 4.330 mdpl malah lebih parah.
Memang, di sinilah tempat para pendaki bermalam sebelum menuju Puncak Carstensz.
Namun bukan berarti, mereka bisa buang sampah sembarangan di sini.

"Parah ya, seharusnya pendaki yang ke sini pengalamannya juga banyak dan bukan sembarang orang. Kalau meninggalkan sampah sembarangan sih, mending nggak usah ke sini!" geram Ericks Rachmat, salah seorang pendaki yang tergabung dalam tim Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz 2015.

Daftar-daftar sampah yang kami temukan di Basecamp Danau-danau yakni, sisa tabung oksigen, aneka bungkus makanan, sarung tangan, aneka bekas botol kecap dan sambal, kantung plastik, sampai spons untuk cuci piring. Parah!

"Sebenarnya begini, ada dua jenis sampah di sini. Sampah yang memang dibuang, biasanya sudah dibungkus dan sampah yang masih bisa berguna. Maksudnya, sampah berupa sisa makanan yang masih bagus dan bisa dimakan pendaki lain," ujar Hendricus Mutter, ketua tim pemandu kami.

Sumber : Detik Travel.
-->
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: