Hospot Kebakaran Hutan Sampai Saat ini Terpantau 13.817 Titik

Helikopter jatuhkan air ke lokasi kebakaran (03/09/2015)

JAKARTA, BL- Total titik api atau hospot kebakaran lahan dan hutan sampai tanggal
17 September 2015 berdasarkan rilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencapai 13.817 titik atau sekitar 70% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 yaitu sebanyak 19.586 titik.

Hospot tersebut tersebar di Sumatera dan Kalimantan seperti Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar dan Kalteng.Luas areal kebakaran menurut laporan Posko/Unit Pelaksana Teknis KLHK di daerah adalah di Sumatera 5.492,82 ha dan Kalimantan 2.519,42 ha, total areal kebakaran Sumatera dan Kalimantan sekitar 8.003,24 ha.

Sementara menurut analisis citra satelit, luas areal kebakaran di Sumatera sekitar 52.985 ha dan Kalimantan 138.008 ha, total areal kebakaran di Sumatera dan Kalimantan sekitar 191.993 ha.

Akibat kabut asap tersebut, masyarakat mulai terjangkit ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) yang kebanyakan terjadi pada anak-anak,di Riau 14.566 orang, Jambi 12.854 orang, Sumsel 22.855 orang, Kalbar 19.219 orang, Kalteng 2.710 orang, dan Kalsel 40.000 orang.

Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya dalam konferensi persnya digelar di Gedung Manggala Wanabakti memaparkan, berbagai upaya pemadaman dilakukan melalui melalui water bombing dan modifikasi cuaca, jumlah pesawat yang beroperasi dalam pamadaman Karlahut adalah 21 heli dan 4 air craft dengan rincian: di Riau 3 heli untuk water bombing dan 1 untuk modifikasi cuaca, Jambi 5 pesawat (2 air craft), Sumsel 6 pesawat (2 air craft),

Kalimantan Barat 3 heli untuk water bombing dan 1 untuk modifikasi cuaca, Kalimantan Tengah 3 heli untuk water bombing dan 1 untuk modifikasi cuaca, Kalsel 1 pesawat dan Kaltim 1 pesawat. Upaya pemadaman dengan water bombing di Riau telah menggunakan sekitar 19,955 juta liter air, di Jambi 1,860 juta liter, di Sumsel 16,610 juta liter, Kalbar 0,450 juta liter, Kalteng 0,521 juta liter. Pemadaman dengan hujan buatan, di Riau telah ditebar 123,12 ton garam, Jambi 0, Sumsel 56,8 ton garam, Kalbar 33,360 ton garam, Kalteng 0.

Beberapa pendekatan baru dalam penanganan kebakaran lahan dan hutan tahun 2015 ini adalah melalui Pengaturan Siaga Darurat, Instrumen Kontrol Hotspot dan ISPU, Penegakan Hukum (multi-doors, second layer law enforcement, dan langkah hukum administratif), serta Instrumen Teknologi dan Analisis Penunjang Langkah Hukum. (Marwan Azis) -->
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: