Pengembangan Listrik Tenaga Angin Dilirik Perbankan



JAKARTA, BERITALINGKUNGAN.COM- Pengembangan pembangkit listrik tenaga angin sebagai sumber energi masa depan kian menarik minat perbankan. Itu tampak pada beberapa forum membahas soal pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) yang melibatkan kalangan perbankan sebagai salah satu stakeholder penting.

Tadinya hanya BRI dan Bank Mandiri yang tertarik pada pendanaan proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga air (microhydro) sebagai alah satu energi baru dan terbarukan. Itu terjadi pada akhir 2007 setelah acara internasional The United Nations Framework on Climate Change Conference (UNFCCC) di Denpasar (Bali).

“Makin ke sini kian banyak perbankan tertarik pada pengembangan energi baru terbarukan, termasuk untuk membangun PLTB,” kata National Project Director WHyPGen-BPPT, Andhika Prastawa, pada “2nd Indonesia Wind Forum 2015” di Jakarta pada 17 November 2015. WHyPGen (Wind Hybrid Power Generation) adalah proyek pengembangan PLTB yang digarap oleh Balai Besar Teknologi Energi – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (B2TE-BPPT) bekerjasama dengan UNDP didanai GEF.

“2nd Indonesia Wind Forum 2015” tersebut menghadirkan sejumlah stakeholder dari beberaoa kalangan, termasuk perbakan dan lembaga pendanaan. Mereka antara lain Bank Syariah Mandiri, BNI, Bank Mandiri, Bank Permata, Bank CIMB, Standard Chartered, Bank Pembangunan Asia (ADB), IFC, kfC, Opic. Andika memansang keterlibatan perbankan dan lembaga pendanaan dalam pengembangan PLTB sebagai langkah maju.

Yang menjadi tantangan, kata Andhika, hubungan antara proyek pembangunan PLTB dengan pihak perbankan masih saling menunggu, sekaligus saling membutuhkan. Pembangunan proyek PLTB memerlukan dana sejak pada saat perencanaan. Sementara itu, di pihak perbankan masih perlu melihat sejauh mana pembangunan PLTB bisa pernah diwujudkan.

“Sebelum ini pendanaan pengembangan PLTB pernah dilakukan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan, melalui PT Sarana Multi Infrastruktur Persero (PT SMI). Tapi mekanisme seperti ini sifatnya ad-hoc, nirlaba, hanya untuk per proyek percontohan, dengan tujuan agar proyek bisa benar-benar diwujudkan atau bisa terlaksana sebagai portfolio untuk selanjutnya agar bisa ditawarkan kepada perbankan atau lembaga pendanaan,” kata Andhika.

“2nd Indonesia Wind Forum 2015” juga dihadiri para investor atau pengembang PLTB. Menurut Andhika, pembangunan PLTB dewasa ini memang sudah dilirik oleh investor. Mereka berasal dari badan usaha milik negara (BUMN), sasta nasional, dan pemodal luar negeri.

-->
Share on Google Plus

About Editor

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: