Conservation International Indonesia Menyampaikan Tiga Komitmen dalam OOC Bali - Beritalingkungan.com | Situs Berita Lingkungan | The First Environmental Website in Indonesia

Post Top Ad

Salah satu sesi Ocean Talk tentang Kawasan Konservasi Perairan Laut atau Marine Protected Area (MPA) yang disampaikan oleh Ketut Sarjana Putra dari Conservation International Indonesia dalam  d alam Our Ocean Conference di Nusa Dua Bali,29 Oktober 2018. Foto : Igg Maha Adi.
NUSA DUA, BERITALINGKUNGAN.COM – Conservation International Indonesia (CI Indonesia) menyampaikan tiga komitmen penting dalam acara Our Ocean Conference (OOC) di Nusa Dua Bali, hari ini. 

Komitmen itu disampaikan secara terbuka (floor commitment) di dalam sesi plenary  OOC yang meliputi tiga komitmen, masing-masing untuk Kawasan Konservasi Perairan Global,  Kawasan Konservasi Perairan Indonesia,  serta Sustainable Blue Economy.

Komitmen untuk Kawasan Konservasi Perairan (Marine Protected Area atau MPA) disampaikan oleh Vice President CI Indonesia Ketut Sarjana Putra, berupa inovasi Blue Halo S, yang merupakan inovasi pendanaan MPA melalui mekanisme blended financing. 

Dijelaskan, mekanisme blended financing memungkinkan keterlibatan sektor swasta (private sector) di dalam pengelolaan MPA secara berkelajutan. Inovasi ini akan memungkinkan terwujudnya tujuan-tujuan konservasi dan produksi secara berkelanjutan.  

Pihak swasta akan ikut andil di dalam pendanaan MPA,dan sebagai imbal baliknya mereka memanfaatkan sumberdaya dari lokasi yang ditetapkan dapat dieksploitasi sesuai kesepakatan para pihak. Inovasi ini diharapkan akan menjamin pengelolaan MPA secara berkelanjutan di Indonesia, terutama untuk pendanaan.

Menurut skenario CI Indonesia, inovasi blended financing akan menghasilkan dana tambahan setidaknya US$ 3 juta atau setara Rp 45 miliar per tahun (nilai tukar US$1= Rp 15.000) untuk membantu pengelolaan MPA  Kawasan Konservasi Kepala Burung Papua Barat, yang dikenal pula sebagai Bird’s Head Seascape  (BHS) seluas 4,6 juta ha. Nilai tambah itu diharapkan telah dapat dicapai pada tahun 2025.

Untuk  MPA Global,  Ketut Sarjana Putra mengungkapkan bahwa sampai tahun 2030 CI Global berkomitmen untuk meningkatkan pendanaan hingga US$ 350 juta dalam membantu pengembangan MPA di tujuh kawasan yaitu Indonesia, Fiji, Filipina, Brasil, Meksiko, The Eastern Tropical Pacific, dan Kenya.  Pendanaan ini akan menciptakan  model pengelolaan MPA yang representatif, model pemanenan sumber daya perikanan yang inovatif, serta mekanisme pendanaan blended financing. 

Dalam komitmen Sustainable Blue Economy, CI bermitra dengan Save The Waves Coalition untuk mengarusutamakan peranan selancar di dalam program konservasi laut, dengan komitmen sebagai berikut: 
1. Memperkuat program The World Surfing Reserve untuk membuat lima Kawasan World Surfing Reserve yang baru yang akan melindungi ekosistem laut di kawasan-kawasan yang menjadi primadona selancar dunia. 
2. Mengembangkan Surf Protected Area Networks untuk melindungi 1 juta kawasan luat gobal, yang dimulai di Indonesia, dan 
3. Memperluas pemakaian Surfonomics untuk menentukan nilai ekonomi dari  selancar pada sedikitnya 6 negara untuk membantu para pengambil keputusan dalam konservasi pesisir dan ekosistem selancar yang ada. (Adi/Wan)
-->

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad