Pihak Pengelola Media Diminta Mengubah Paradigma Pemberitaan Kebencanaan - Beritalingkungan.com | Situs Berita Lingkungan | The First Environmental Website in Indonesia

Post Top Ad

Pihak Pengelola Media Diminta Mengubah Paradigma Pemberitaan Kebencanaan

Pihak Pengelola Media Diminta Mengubah Paradigma Pemberitaan Kebencanaan

Share This
SENTUL, BERITALINGKUNGAN.COM- Pihak pengelola media diminta mengubah paradigma pemberitaan kebencanaan pada pendalaman solusi.

Diharapkan cara tersebut tidak menjadi polemik di masyarakat yang menimbulkan keresahan. Hal itu dikatakan Kepala Seksi Mitigasi Bencana Pesisir Kementerian Kelautan dan Perikanan Abdul Muhari.

 "Selama ini, paradigma pemberitaan kebencanaan lebih kepada aspek ancaman, bahaya, dan bombastis. Perlu diubah pada pendalaman solusi, mitigasi, dan adaptasi," kata Muhari dalam salah satu sesi Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan 2019 yang diadakan di Kompleks Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia (IPSC) Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu (19/6/2019).

Muhari mengatakan, selama ini wacana yang mengemuka terkait informasi kebencanaan lebih kepada ancaman bahaya yang kemudian menjadi polemik di masyarakat yang menimbulkan keresahan. Menurut Muhari, yang diharapkan dari polemik yang muncul terkait informasi kebencanaan adalah diskusi tentang solusi prabencana, mitigasi, dan kesiapsiagaan.

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Paradigma Media terhadap Bencana Minta Diubah, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2019/06/19/55495/paradigma-media-terhadap-bencana-minta-diubah

Penulis: M. Naufal Hafiz
Editor : M. Naufal Hafiz
Muhari seperti dikutip Antara mengatakan, selama ini wacana yang mengemuka terkait informasi kebencanaan lebih kepada ancaman bahaya yang kemudian menjadi polemik di masyarakat yang menimbulkan keresahan. Menurut Muhari, yang diharapkan dari polemik yang muncul terkait informasi kebencanaan adalah diskusi tentang solusi prabencana, mitigasi, dan kesiapsiagaan.

"Saya setuju bahwa potensi bahaya bencana di sebuah wilayah tidak perlu dipertentangkan, tetapi bagaimana bisa meningkatkan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan," tuturnya. Sayangnya, Muhari menilai wacana tentang solusi, mitigasi, dan kesiapsiagaan belum banyak muncul dalam upaya-upaya mengomunikasikan bencana.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama Universitas Pertahanan dan Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) mengadakan Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan 2019 di Kompleks Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia, Sentul, Kabupaten Bogor.

Pertemuan tersebut merupakan pelaksanaan yang keenam untuk mengumpulkan para ahli kebencanaan untuk meningkatkan budaya riset dan memberikan pemikiran secara komprehensif, holistik, dan sistemik. (Ant/Wan)
Media diminta mengubah paradigma pemberitaan kebencanaan pada pendalaman solusi. Diharapkan cara tersebut tidak menjadi polemik di masyarakat yang menimbulkan keresahan. Hal itu dikatakan Kepala Seksi Mitigasi Bencana Pesisir Kementerian Kelautan dan Perikanan Abdul Muhari. "Selama ini, paradigma pemberitaan kebencanaan lebih kepada aspek ancaman, bahaya, dan bombastis. Perlu diubah pada pendalaman solusi, mitigasi, dan adaptasi," kata Muhari dalam salah satu sesi Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan 2019 yang diadakan di Kompleks Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia (IPSC) Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu (19/6/2019).

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Paradigma Media terhadap Bencana Minta Diubah, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2019/06/19/55495/paradigma-media-terhadap-bencana-minta-diubah

Penulis: M. Naufal Hafiz
Editor : M. Naufal Hafiz
Media diminta mengubah paradigma pemberitaan kebencanaan pada pendalaman solusi. Diharapkan cara tersebut tidak menjadi polemik di masyarakat yang menimbulkan keresahan. Hal itu dikatakan Kepala Seksi Mitigasi Bencana Pesisir Kementerian Kelautan dan Perikanan Abdul Muhari. "Selama ini, paradigma pemberitaan kebencanaan lebih kepada aspek ancaman, bahaya, dan bombastis. Perlu diubah pada pendalaman solusi, mitigasi, dan adaptasi," kata Muhari dalam salah satu sesi Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan 2019 yang diadakan di Kompleks Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia (IPSC) Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu (19/6/2019).

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Paradigma Media terhadap Bencana Minta Diubah, pada URL https://www.ayobandung.com/read/2019/06/19/55495/paradigma-media-terhadap-bencana-minta-diubah

Penulis: M. Naufal Hafiz
Editor : M. Naufal Hafiz

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad