Warga Sulteng Diimbau Tidak Mendirikan Bangunan di Zona Merah Bencana - Beritalingkungan.com | Situs Berita Lingkungan | The First Environmental Website in Indonesia

Post Top Ad

Warga Sulteng Diimbau Tidak Mendirikan Bangunan di Zona Merah Bencana

Warga Sulteng Diimbau Tidak Mendirikan Bangunan di Zona Merah Bencana

Share This

PALU, BERITALINGKUNGAN.COM-Warga Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (Padagimo) dihimbau tidak lagi mendirikan hunian di atas kawasan zona merah bencana.

“Saya juga mengingatkan karena wilayah Sulawesi Tengah ini juga masuk jalur sesar, maka jangan lagi kita membangun rumah, pemukiman atau pertokoan dan sebagainya di tempat-tempat yang sudah dinyatakan sebagai zona merah,” kata Wiranto saat peletakan batu pertama dimulainya pembangunan 1.000 unit huntap di lahan seluas 104 hektare di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru kemarin.

Karena menurut Wiranto, hal tersebut dapat mengancam keselamatan warga yang bermukim di sana sehingga akan merepotkan seluruh pihak. Baik warga yang bermukim di kawasan yang dinyatakan sebagai zona merah gempa, tsunami dan likuefaksi maupun pemerintah daerah terlebih pemerintah pusat.

“Carilah tempat-tempat pemukiman yang jauh dari zona merah,” pintanya.

Selain itu, Wiranto meminta kepada masyarakat agar ke depan membangun tempat tinggal, toko atau gedung perkantoran yang tahan terhadap gempa. Mengingat empat daerah di Sulteng itu dilalui oleh sesar yang sewaktu-waktu dapat bergerak atau bergeser yang menyebabkan gempa.

“Tentunya saat membangun rumah harus kita ikuti spesifikasi-spesifikasi dan persyaratan-persyaratan rumah tahan gempa yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Wiranto memberikan apresiasi kepada BNPB yang telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat, dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus siap menghadapi bencana. “Indonesia ini berada di salah satu daerah rawan bencana, karena itu kita harus waspada. Mudah-mudahan tidak ada lagi bencana,” sebut dia.

Dia mengaku pada hari kedua pascabencana gempa, tsunami dan likuefaksi tanggal 28 September 2018, ia telah berada di Palu dan menyaksikan apa yang telah terjadi. “Hari kedua, saya sudah berada di Palu. Saya menyaksikan betul dahsyatnya bagaimana alam itu mengamuk. Kita merasa sangat sedih, pilu,” ujarnya.

Saat ini kondisi daerah tersebut sudah pulih kembali. Wiranto dalam perjalanan dari Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu menuju Pombewe Kabupaten Sigi, melihat roda ekonomi sudah berjalan, masyarakat sudah mulai bangkit kembali. (ant/dc/wan)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad