Sampah Masalah Serius di Labuan Bajo - Beritalingkungan.com | Situs Berita Lingkungan | The First Environmental Website in Indonesia

Post Top Ad


LABUAN BAJO, BERITALINGKUNGAN.COM- Perkembangan jumlah penduduk dan pertumbuhan pariwisata yang pesat di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menimbulkan masalah baru, yakni maraknya sampah plastik.

"Sampah masih menjadi masalah utama, padahal Labuan Bajo merupakan gerbang menuju kawasan Taman Nasional Komodo" ujar Andreas Kefi, petugas Taman Nasional Komodo yang mendampingi Beritalingkungan.com.

Andreas menyebut sampah masih menjadi sumber masalah sejak Labuan Bajo ditetapkan menjadi ibukota kabupaten Manggarai Barat pada 2003. Kesadaran masyarakat perlu terus dibangun.

"Kadang kita perlu memahami, bahwa kebanyakan masyarakat disini lebih mementingkan mencari ikan di laut ketimbang kebersihan lingkungan," ujar Andreas.

Dari pantauan Beritalingkungan.com di Labuan Bajo, sampah kerap ditemukan terutama di kawasan dermaga Philemon yang letaknya bersebelahan dengan pelabuhan PELNI Labuan Bajo. Sampah tersebut terdiri dari sampah plastik bekas kemasan minuman, kayu, kain hingga kaca bekas botol minuman.

Kendati demikian, di sejumlah titik di dermaga ditemukan banyak tempat sampah. Namun sayang, sampah-sampah tersebut tidak segera diangkut, namun dibiarkan begitu saja.
Sampah seharusnya dibuang ke tempat pembuangan akhir. Sayangnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Labuan Bajo tidak mampu menampung produksi sampah harian yang jumlahnya membludak.

Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Manggarai Barat menyebutkan luas TPA di Labuan Bajo hanya 25 meter x 90 meter. Sedangkan produksi sampah masyarakat mencapai 112.4 meter kubik atau setara 13 ton dalam sehari.

"Setahu saya, pengelolaan sampah di Labuan Bajo masih dalam tahap pembenahan. Pengelolaan sampah juga masih bergantung pada keterlibatan lembaga swadya masyarakat", ujar Andreas.

Menurut Andreas, salah satu cara efektif yang bisa dilakukan adalah membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Juga dengan mengimbau para operator selam tidak membuang sampahnya ke laut.

"Saat ini, setiap kapal yang masuk pelabuhan harus menyetor sampahnya. Selanjutnya, kapal sampah akan mengangkutnya untuk dibawa ke TPA" ujar Andreas.

Labuan Bajo dengan jumlah penduduk 32.000 jiwa merupakan gerbang ke Taman Nasional Komodo. Tahun lalu tercatat 160.237 wisatawan yang datang ke Labuan Bajo. Jumlah itu terdiri dari 110,380 ribu wisatawan mancanegara dan 49,857 wisatawan lokal. Sementara di tahun 2018, kunjungan mencapai 143.741 orang.( Jekson Simanjuntak)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad