Fenomena Langka, Pari Manta Muncul Di Perairan Pulau Tunda - Beritalingkungan.com | Situs Berita Lingkungan | The First Environmental Website in Indonesia

Post Top Ad

JAKARTA, BERITALINGKUNGAN.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerima laporan munculnya seekor pari manta di sekitar perairan Pulau Tunda, Serang, Banten, pada Minggu (31/05). Peristiwa itu dilaporkan dan direkam melalui ponsel Aimanudin, seorang pemandu wisata di Pulau Tunda.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) Aryo Hanggono menjelaskan kemunculan pari manta di sekitar Pulau Tunda merupakan fenomena langka. Sebab Pari manta merupakan spesies kharismatik yang umumnya ditemukan di perairan karang, gosong karang atau di dekat gunung-gunung karang.

“Di Indonesia sering ditemukan di perairan karang yang masih relatif baik dan belum banyak terganggu oleh aktivitas penangkapan, seperti di Pulau Weh-Aceh, Nusa Penida-Bali, Raja Ampat-Papua Barat, Pulau Komodo-NTT, Derawan-Kaltim, dan Teluk Cenderawasih-Papua,” jelas Aryo dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (3/6).

Aryo menambahkan, sebagai aset wisata bahari, pari manta termasuk jenis ikan yang terancam punah. Lembaga konservasi dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature) telah menempatkan pari manta dalam kelompok vulnerable. Pari manta juga termasuk dalam daftar apendiks II CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

“Sebagai langkah antisipasi, KKP melalui Kepmen KP Nomor 04 Tahun 2014 telah menetapkan sebagai jenis ikan yang dilindungi penuh,” pungkas Aryo.

Kepala Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Serang, Syarif Iwan Taruna Alkadrie menyebut Pari manta tersebut berjenis manta oseanik (Mobula birostris) dengan lebar tubuh mencapai 1,8 meter dan berat sekitar 25 kilogram. Manta tersebut awalnya ditemukan oleh nelayan yang sedang memancing menggunakan kapal kecil tak jauh dari pantai Pulau Tunda.

“Ini merupakan fenomena baru, dan belum pernah ditemukan di sekitar Pulau Tunda. LPSPL Serang rutin melakukan monitoring habitat karang di Pulau Tunda sejak 2017, namun belum pernah kita temukan spesies ini,” ungkap Iwan.

Nelayan yang berada di lokasi kejadian menuturkan bahwa pari manta ditemukan berenang menghampiri kapal nelayan dalam kondisi lemas. Mereka menduga pari manta sedang kurang baik kesehatannya. Dengan ketidaktahuan bahwa pari manta adalah salah satu biota laut dilindungi, mereka mencoba menaikkan pari manta ke atas kapal.

Beruntung, Aimanudin dan tim yang pada saat kejadian berada di lokasi menghampiri nelayan tersebut dan langsung melakukan pengecekan. “Kondisinya masih hidup tetapi ditemukan luka memar di bagian mata sebelah kiri dan mulut bagian luar,” ungkap Aimanudin.

“Kami meminta nelayan untuk segera melepaskan kembali dan menggiring pari manta berenang hingga ke tengah laut,” tandasnya.

Info Manta
Ikan pari manta (Manta birostris) adalah salah satu spesies ikan pari terbesar di dunia. Lebar tubuhnya dari ujung sirip dada ke ujung sirip lainnya mencapai hampir 6-8 meter (kemungkinan lebih karena ada laporan yang mengatakan bahwa ada manta yang lebar tubuhnya mencapai 9,1 meter). Bobot terberat manta sendiri yang pernah diukur mencapai sekitar 3 ton.

Pari manta juga bukan merupakan pari yang beracun, ekornya tidak mempunyai sengat seperti kebanyakan ikan pari lainnya. Kulit manta diselubungi lapisan lendir yang jauh lebih tebal dibandingkan ikan pari kebanyakan. Lapisan lendir ini diduga ada hubungannya untuk melindungi kulitnya yang rentan. Manta juga dianggap lebih cerdas dari pari lainnya, karena memiliki otak yang juga lebih besar.

Ciri khas manta adalah sepasang “tanduk” di dekat mulutnya. “Tanduk” ini sebenarnya adalah sepasang sirip sefala (kepala) yang membantu memasukkan air laut yang mengandung plankton dan bisa ditekuk ke dalam mulut.

Di dalam mulutnya juga terdapat 300 gigi kecil berbentuk pasak dan nyaris tersembunyi di bawah kulit. Gigi ini tidak digunakan untuk makan, namun gigi ini berguna saat manta melakukan perkawinan.

Manta juga memiliki lima pasang celah insang di bagian bawah tubuhnya untuk mengeluarkan air yang masuk melalui mulutnya. Di bagian dalam celah insangnya terdapat tapis insang atau piringan penyaring (filter plate) yang berfungsi untuk memerangkap plankton yang merupakan makanannya. Dalam sehari manta bisa menyedot plankton sampai hitungan ton.

Manta memiliki warna yang bervariasi, mulai dari hitam, biru keabu-abuan, cokelat, hingga nyaris putih. Pola warna pada tubuh manta juga bervariasi, di mana pada pari manta yang ditemukan di Pasifik timur bagian bawah tubuhnya berwarna dominan hitam, sementara pada jenis pari manta di Pasifik barat, warna bagian bawah tubuhnya pucat.

Belum diketahui apa fungsi dan penyebab dari pewarnaan tersebut, namun warnanya yang bervariasi memudahkan para ilmuwan membedakan manta dari wilayah yang satu dengan wilayah lainnya.

Hal unik lain seputar pewarnaan manta adalah mereka memiliki semacam pola di bagian bahu serta bawah tubuhnya. Pola ini berbeda pada setiap individu manta sehingga dianggap mirip dengan sidik jari pada manusia.

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan manta sebagai jenis ikan yang dilindungi secara penuh melalui Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 4/KEPMEN-KP/2014. 

Proses penetapan status perlindungan pari manta diinisiasi oleh Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Ditjen PRL dengan mengacu pada kriteria sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2007 tentang “Konservasi Sumber Daya Ikan”. 

Saat ini ikan pari manta  sudah dikategorikan ke dalam Appendiks II CITES dan juga masuk dalam daftar red list  IUCN dengan kategori rawan terancam punah  (vulnerable). (Jekson Simanjuntak)
-->

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad