KLHK Bentuk Forum Komunikasi Pendamping Perhutanan Sosial - Beritalingkungan.com | Situs Berita Lingkungan | The First Environmental Website in Indonesia

Post Top Ad

KLHK Bentuk Forum Komunikasi Pendamping Perhutanan Sosial

KLHK Bentuk Forum Komunikasi Pendamping Perhutanan Sosial

Share This

BOGOR, BL-Untuk pertama kalinya “Forum Komunikasi Pendamping Perhutanan Sosial  BPSKL Wilayah Sumatera”,  dilaksanakan di Bogor, tanggal 28 - 29 September 2021 secara hybrid oleh Direktorat Kemitraan Lingkungan bersama BPSKL Sumatera. 

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal  Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),  dihadiri 10 pendamping  terbaik dari 10 Provinsi se Sumatera, Dinas yang membidangi Kehutanan, Pusat Penyuluhan LHK , TP2PS, dan Direktorat  lingkup PSKL. 

Dirjen PSKL menyampaikan  agar menggunakan kesempatan ini secara efektif efisien, untuk membangun forum komunikasi dengan kepengurusan yang baik sebagai media komunikasi dan konsultasi sesama pendamping. 

Beliau juga menyampaikan agar pendamping terbaik  dari masing-masing Provinsi bisa  menjadi “Duta Perhutanan Sosial“,  yang mampu  memotivasi dan menginspirasi  pendamping dan kelompok lainnya dalam  membantu keberhasilan progam perhutanan sosial. Agar forum ini dapat dilaksanakan di empat BPSKL lainnya, pesannya.
 
Selain itu, dalam acara ini Direktur Kemitraan Lingkungan menyampaikan  terkait Kebijakan Pendampingan Perhutanan Sosial dalam PermenLHK No. 9/2021 tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial. Direktur BAPENAS memaparkan Kebijakan dan Anggaran dalam mendukung Program Perhutanan Sosial dan perihal Evaluasi Pendamping PS tahun 2019 – 2021 diulas oleh Kepala BPSKL Wilayah Sumatera.
 
Pada sesi malam, pendamping terbaik berdasarkan rekomendasi Balai PSKL dan Dinas Kehutanan dari Propinsi Kepulauan Riau dan Propinsi Sumatera Barat  berbagi cerita, dalam  success story pendampingan perhutanan sosial di lokasi dampingannya. Dilanjutkan dengan diskusi tiga kelompok (kelola kelembagaan, kelola usaha dan kelola kawasan),  sambil berkreasi membuat “Yel-yel” perhutanan sosial sebagai  penyemangat antar kelompok. 

Di hari kedua, kelompok menyampaikan hasil diskusi, dengan beberapa masukan untuk meningkatkan kinerja pendamping. Disampaikan permasalahan/kendala masing-masing kelola,  usulan solusi dan saran tindak lanjut,  sehingga dapat menjadi bahan  evaluasi pendampingan ke depannya.

Pada sesi akhir forum, pendamping  sepakat mendeklarasikan terbentuknya  “Forum Komunikasi Pendamping Perhutanan Sosial Wilayah Sumatera” (BL)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad