Pengerjaan Tanggul Pantai NCICD dan Pengerukan Lumpur Waduk Pluit Terus Dikebut Untuk Kendalian Banjir jakarta - Beritalingkungan.com | Situs Berita Lingkungan | The First Environmental Website in Indonesia

Post Top Ad

Pengerjaan Tanggul Pantai NCICD dan Pengerukan Lumpur Waduk Pluit Terus Dikebut Untuk Kendalian Banjir jakarta

Pengerjaan Tanggul Pantai NCICD dan Pengerukan Lumpur Waduk Pluit Terus Dikebut Untuk Kendalian Banjir jakarta

Share This

JAKARTA, BERITALINGKUNGAN.COM -  Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan pengerjaan tanggul rob atau tanggul pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), di Caping Beam Tanggul Muara BKB, Jakarta Utara berjalan sesuai rencana. Selain itu, pengerukan lumpur di Waduk Pluit juga terus dilakukan, sebagai upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengendalikan dan mengatasi banjir.

 

"Pembuatan tanggul pantai NCICD sebagai upaya penanggulangan banjir rob. Penanganan rob itu salah satunya dengan program dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta," katanya.

 

Ariza menambahkan, "Waduk-waduk yang ada di Jakarta ini sepanjang waktu dilakukan pembersihan dan pengerukan, tidak hanya di musim hujan untuk memastikan, mengupayakan pencegahan, penanganan, pengendalian banjir." 

 

Pemprov DKI Jakarta terus melakukan upaya antisipasi terhadap banjir, termasuk rob yang sering melanda pesisir utara Jakarta. Salah satunya melalui pembangunan tanggul pantai NCICD yang telah berlangsung sejak tahun 2019 yang diteruskan tahun ini dengan target sepanjang 790 meter. 

 

"Tanggul Pantai NCICD merupakan proyek strategis nasional untuk membangun tanggul di sepanjang garis pantai Jakarta, sekaligus upaya pengamanan dan penataan kawasan pesisir Utara Jakarta, serta perbaikan lingkungan," ungkap Ariza.

 

Pembangunan tanggul NCICD diupayakan secara berkelanjutan dengan kolaborasi berbagai pihak, terutama para stakeholder yang aktivitasnya bersinggungan langsung dengan trace tanggul NCICD.

 

"Pembuatan tanggul yang direncanakan dibangun itu sepanjang 130 kilometer dari Kamal Muara sampai Kali Blencong. Dari semua itu kita prioritaskan pertama di 46 kilometer dulu," katanya.

 

Dari 46 kilometer di titik-titik yang cukup kritis, Pemprov DKI baru menyelesaikan 12,6 kilometer dan sisanya 33 kilometer akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Pemprov DKI Jakarta.

 

"Nantinya Kemen PUPR kurang lebih 11 kilometer, dan Pemprov DKI Jakarta 22 kilometer. Ini kerja sama Kementrian PUPR dan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas SDA DKI Jakarta," terangnya. 

 

Wagub Ariza juga mengapresiasi pemerintah pusat yang berkolaborasi dalam upaya penanggulangan banjir di ibu kota. Ia berharap masyarakat sekitar dapat memberikan dukungan. 

 

"Program pembuatan tanggul ini memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Mohon dari masyarakat (dapat) membantu di lingkungan masing-masing untuk membuat tanggul sementara dengan tumpukan pasir/batu dengan kemampuan masing-masing. Tapi, prinsipnya pemerintah akan memastikan hadirnya tanggul (pantai)," tegasnya.

 

Selain itu, Wagub Ariza mengapresiasi kerja Dinas SDA DKI Jakarta dalam pengerukan waduk, sungai dan kali, sebagai bagian dari upaya penanggulangan banjir di Ibu Kota. 

 

"Upaya yang dilakukan, mudah-mudahan tahun depan kita bisa tingkatkan lagi. Sehingga, semua waduk bahkan sungai harus ada tongkang dan juga push boat untuk mempercepat pengerukan lumpur tanah," ujarnya 

 

Dengan demikian, daya tampung air bisa lebih maksimal. Jika sekarang rata-rata hanya 1 setengah meter, diharapkan bisa bertambah sampai 2 meter kedalamanny. "Nanti diupayakan bisa sampai 3 meter, syukur-syukur bisa lebih," pungkas Ariza. (Jekson Simanjuntak)

Tidak ada komentar:

Post Bottom Ad