25.10.2009 00:15 WIB - TOKOH | oleh: Marwan Azis
Fadel: Tiga Program Besar DKP
Jakarta, BERLING--, Tak banyak yang berubah di diri Fadel Muhammad, mantan politisi dan pengusaha, yang Kamis (22/10) lalu dilantik Presiden SBY menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Kendati memiliki segudang aktivitas yang menguras tenaga dan pikiran, gubernur Propinsi Gorontalo ini tak pernah absen dalam berolahraga, khususnya fitnes. Sedikitnya satu jam ia habiskan di gym pribadinya.
“biasanya, di tempat ini saya memulai hari. Selain lari di treatmill, saya juga rajin berlatih mengangkat beban” ungkap ayah dari enam anak ini, sembari memperlihatkan lokasi fitnesnya.
Kami temui di rumahnya, Fadel tengah sibuk berolahraga. Maklum, saat itu hari masih pagi. Rumah megah miliknya yang berada di Jl. Suwiryo 39. Menteng – Jakarta Pusat, pada lantai duanya dipenuhi dengan beragam alat kebugaran, mulai dari treatmill, sepeda statis hingga alat angkat beban.
Usianya yang kini 57 tahun, tak jadi penghalang dalam memelihara kebugaran fisiknya. Semua karena olahraga yang dilakukannya secara teratur. Beragam jenis olah raga pun ia lakoni, mulai dari nge-gym, tenis, renang, golf hingga diving. Sehingga jangan heran bila otot-otot tangannya masih terlihat kencang.
“kemarin, waktu tes kesehatan di RSPAD, saya menempati posisi pertama. Yang lain, nilainya jauh di bawah saya”, ungkap Fadel Muhammad. Ternyata faktor kesehatan menjadi perhatian khusus presiden. Pasalnya, hanya dalam jiwa dan fisik yang sehat para menteri bisa bekerja maksimal, ujar Fadel menambahkan.
Lalu, ketika selesai berolahraga, ia pun memulai aktivitas lainnya, yakni membaca koran, memeriksa bahan dan berkas untuk di bawa ke kantor.
Fadel, merupakan salah satu kader terbaik Partai Golkar yang dipanggil ke Cikeas beberapa waktu lalu. Kemampuannya menaikkan pendapatan para nelayan di Gorontalo menjadi Rp 1,6 juta per bulan menjadi salah satu pertimbangan presiden untuk menempatkannya pada pos Menteri Kelautan dan Perikanan. Angka tersebut merupakan nilai tertinggi di Indonesia.
Selain itu, keberhasilan lainnya adalah menggagas konsep taxi mina bahari, sebuah konsep pemberdayaan nelayan yang sempat ia kembangkan kala menjabat sebagai gubernur Gorontalo. Konsep ini yang melambungkan namanya hingga meraih banyak penghargaan, baik oleh pemerintah maupun dari Bank Dunia. Konsep ini bermula dari pemenuhan kebutuhan dasar nelayan, memperbaiki infrastruktur nelayan sehingga menghasilkan tangkapan yang banyak, berlanjut pada pemenuhan kapal-kapal yang layak hingga kegiatan pemasaran di tempat pelelangan ikan.
“hari jumat kemarin (16/10), saya juga baru mendapatkan penghargaan dari pemerintah di bidang kelautan. Penghargaan tersebut hanya di berikan pada 5 gubernur dari seluruh Indonesia” ungkap pria yang sempat menerima penghargaan Pencapaian Menuju Tertib Administrasi Keuangan (terbaik) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di tahun 2007 lalu.
Menyinggung program kerja dalam lima tahun kedepan, politisi Partai Golkar ini berniat akan menaikkan pendapatan perkapita nelayan. Menurutnya, di Indonesia saat ini ada sekitar 24 juta nelayan yang memiliki penghasilan rendah. Untuk itu, dia akan menerapkan kembali keberhasilannya selama ini dalam meningkatkan pendapatan para nelayan di Gorontalo.
Menanggapi agenda besarnya, secara spesifik, ia menyebutkan ada 3 poin penting yang merupakan prioritas program Departemen Kelautan dan Perikanan yang dipimpinnya.
Pertama, ia akan memberikan perhatian besar bagi nelayan di daerah-daerah pesisir, khususnya pengadaan bahan bakar yang memadai. “selama ini, nelayan pesisir sering mengeluhkan kekurangan pasokan bahan bakar (solar) yang memang sangat dibutuhkan. Saya ingin, mereka tidak akan kekurangan bahan bakar lagi” ungkap alumni ITB angkatan 72.
Kedua, Fadel juga berencana untuk meningkatkan mutu produk yang dihasilkan para nelayan, sehingga nilai jualnya menjadi lebih tinggi. Rantai tata niaga yang selama ini dikuasai para tengkulak harus segera dibenahi. “sangat disayangkan jika hasil nelayan harus berujung di tangan tengkulak. Bisa dipastikan para nelayan tidak akan mendapatkan keuntungan yang besar, bahkan bukan tidak mungkin merugi” lanjutnya.
Koperasi merupakan jalan keluar yang akan dipilihnya. Di gorontalo, ia mencontohkan, koperasi berperan penting untuk meningkatkan taraf penghasilan nelayan. Untuk kebutuhan modal, para nelayan yang juga anggota koperasi mendapat pinjaman modal untuk mengembangkan usahanya, tanpa harus terikat pada tengkulak. Selain itu hasilnya pun dijual dengan harga yang lebih bersaing.
Terakhir, suami Hana Hasanah ini memiliki perhatian besar terhadap pulau-pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara lain. “selama ini kita tak pernah tuntas menyelesaikan masalah yang muncul di pulau-pulau terluar, baik penyelesaian konflik lokal maupun internasional” ujar Fadel Muhammad. Hal ini menjadi penting untuk meningkatkan hubungan baik antar negara-negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia. “ada unsur politisnya juga disana” lanjut Fadel.
Selain itu, ia juga akan menertibkan kegiatan illegal fishing di peraian Indonesia yang dilakukan oleh kapal-kapal asing. “kegiatan tersebut sangat merugikan kita. Nanti akan kita buat undang-undangnya”, ungkapnya kemudian.
Lemahnya sektor kelautan ini diperparah dengan kurangnya penegakan hukum di lapangan. Selain masalah tapal batas di pulau terluar, penanganan terhadap kapal-kapal karam di perairan Indonesia juga tak pernah tuntas. “Sehingga jangan heran, jika banyak pihak asing yang bermain dalam pengambilan harta terpendam dari kapal-kapal tersebut. Karena itu saya juga berencana menertibkannya” tuturnya.
Dengan tiga program besar ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menetapkannya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2009 -2014, menggantikan Fredy Numberi yang kini menjabat sebagai Menteri Perhubungan. "walaupun beban tugas menjadi semakin berat, olahraga harus jalan terus", tandasnya. (jacko_agun)
(foto: http://newsmerdeka.files.wordpress.com/2009/02/fadel-muhammad.jpg)
Komentar




